Rainbow City, Kota Plastik 2 Juta Tahun Ditengah Antartika

5 Jul 2016
Rainbow City disebutkan dalam salinan naskah Hefferlin yang diketik dan ditulis dengan tangan telah beredar di Livingston, Montana di akhir tahun 1940-an. Hefferlin pertama kali mendengar Rainbow City di Antartika pada tahun 1940, sehingga informasi ini dianggap sangat fantastis dan sempat menjadi keyakinan. 

Hefferlin mengklaim telah merancang sebuah pesawat lingkaran bersayap atau lebih mirip kuali penggoreng ditahun itu. Hefferlin menuduh Ray Palmer salah menafsirkan untuk tujuan sendiri, mengatakan semua ini terkait UFO. Bagian pertama 30 halaman memberikan deskripsi Rainbow City, bagian lain menjelaskan okultisme dari Kitab Imri filosofi Rani Khatani, memuat sejarah Umat manusia yang mencakup deskripsi konflik abadi dengan Race Ular dan mengacu pada Raja Dunia. Hefferlin juga menjelaskan pembangkit listrik radikal yaitu motor GHYT.

Dia mempelajari bukti budaya peradaban kuno yang ditemukan dalam catatan berusia 2 juta tahun, sebuah kota menggunakan plastik untuk paving, bangunan dan pakaian. Semua dikontrol listrik statis untuk memberikan cahaya dan panas, sebuah kota yang disebut Rainbow City. Menurut catatan Hefferlin, ada peta berdiameter lebih dari 100 kaki, kereta terowongan dibawah tanah dan laut di seluruh dunia, lokasi terminal dan menjelaskan semua ujung garis dan terowongan berakhir. Mesin pertanian menggunakan zat radium seperti terkandung dalam kotak kecil, jas terbang pribadi menggunakan zat ini.

Dia berhasil menduplikasi mesin dengan penataan ulang struktur atom, sejumlah salinan yang sama dengan aslinya. Ada lebih dari dua ratus unsur materi dengan hukum kombinasi dan penggunaannya. Portal merupakan sarana atau memasuki atau perjalanan ribuan mil yang juga digunakan untuk melacak masa lalu, semua menggunakan ruang waktu. 

Rainbow City, Kota Plastik 2 Juta Tahun Lalu


Rainbow City adalah salah satu dari tujuh kota yang dibangun dari plastik sekitar 2 juta tahun yang lalu. Enam dari kota-kota besar itu terbungkus es abadi yang dibangun lebih dari 2.5 juta tahun yang lalu. Kota ketujuh berada diatas tanah terbuka dan memiliki air panas, namun kota Rainbow terisolasi dengan batasan dinding es setinggi sepuluh ribu kaki. Kota ini terbuat dari plastik, jalan-jalan yang diaspal dengan plastik bahkan semua bangunan sehingga tampak berwarna warni. Di pusat kota terdapat kuil besar, pusat pendidikan tinggi dan museum budaya peradaban kuno dan mesin mereka.

Plastik yang digunakan untuk membangun dinding, lantai dan atap rumah, toko-toko, kuil, furniture, meja, tempat tidur, kain yang terbuat dari tenunan benang plastik lembut seperti sutra terbaik dan lebih ringan. Untuk mencuci kain cukup menempatkannya di atas api terbuka yang akan membakar kotorannya. Permata indah dari semua warna terbuat dari plastik keras dengan permukaan berlian seolah-olah tampak seperti kaca biasa.

Lembah disekitarnya agak berbentuk aneh dengan letak kota dibagian tersempit, lembah menyebar dikedua ujungnya sekitar sepuluh mil dan pada bagian sempit sekitar 25 mil panjang dari ujung ke ujung yang tersembunyi dimusim dingin akibat kabut. Wilayah ini hanya terbuka pada saat sinar matahari merefleksi dinding es selama musim panas di Antartika Selatan.

Rainbow City berisi perpustakaan besar tentang buku-buku semua pelajaran, laboratorium besar dengan perpustakaan khusus, dimana semua buku-buku ini terbuat dari beberapa logam jutaan tahun. Lembaran logam keperakan, abu-abu dan tipis, ringan dan fleksibel. Sistem matematika didasarkan pada tujuh hitungan, dalam persamaan pada semua konstanta fisik mereka menggunakan 'tujuh lebih dari tujuh' (bukan akar kuadrat dari minus satu). 

Pepohonan besar dan teduh disertai tanaman berbunga, bunga mekar setidaknya berdiameter tiga kaki. Sangat sedikit serangga yang ditemukan kecuali kupu-kupu berukuran tujuh hingga delapan kaki, dan tubuhnya seukuran kalkun. Pohon buah-buahan lebih kecil ukurannya dari pohon rindang, tetapi menghasilkan buah berukuran besar. Beberapa buah-buahan menyerupai buah yang ada saat ini dengan rasa yang jauh berbeda. Salah satu buah tampak seperti apel besar dengan rasa seperti buah pir, dan beberapa buah lainnya terlihat mirip dengan Raspberry dan Blackberry. 

Benih sayuran ditemukan didalam lemari penyimpanan, satu ruangan ddengan kuil. Didalam ruangan ini terdapat salah satu bola bercahaya dengan energi radiasi. Hal ini diyakini untuk mengawetkan bibit selama jutaan tahun. Salah satu jenis daun besar seperti selada, tetapi tumbuh menjadi lebih besar seperti kubis. Sayuran hijau ketika matang tetap hijau, rasanya mirip dengan tomat. 

Pencarian Rainbow City


Beberapa pengamat menempatkan lokasi kota Rainbow City, dimana daerah ini belum diselidiki Admiral Byrd pada tahun 1947 selama penerbangan ke Kutub Selatan. Admiral Byrd melakukan penerbangan angkatan laut dari Samudera Hindia disepanjang pantai dan menemukan lokasi air terbuka, dia menyebutnya 'Hunger's Oasis'. Sehingga penerbangan lebih eksploratif telah dibuat dan direncanakan sejak saat itu. Apa yang sebenarnya di cari? 

Hefferlin manuscript, rainbow city

Rainbow City sesuai manusfcript Hefferlins? Dalam Egyptian Book of the Dead, Chap 77 disebutkan:
Aku mengangkat diri sebagai Golden Hawk, yang keluar dari telur tersebut; dan aku terbang melayang-layang bagai Elang empat hasta dibelakangku terdapat dua sayap yang terbuat dari Permata Hijau Selatan.

Tampaknya Will dan Gladys telah belajar dari kontak mereka dengan Rani Khatani yang diduga salah satu dari 'Ancient Three' yang mengatur perlindungan planet Mars jutaan tahun lalu. Lalu, di mana Mr & Mrs Hefferlin sekarang? Isu yang beredar mereka menghilang tanpa jejak, dikabarkan bahwa mereka sekarang tinggal di Rainbow City, bebas dari usia tua dan kematian berkat ilmu kedokteran Mars sangat maju. Jutaan tahun yang lalu, planet Mars adalah tempat yang normal untuk hidup, tapi mereka menyadari bahwa planet itu sedang sekarat, sehingga mereka menuju Bumi.

Antartika setelah bebas dari es memiliki beberapa dukungan ilmu pengetahuan dan rahasia perintah gaib. Antartika pernah disebut Isuria dan rumah masyarakat maju yang hancur akibat bencana besar. Beberapa diantaranya mengklaim bahwa lokasi ini adalah Atlantis. Pada tahun 1970, Neo Nazi mengklaim bahwa Antartika adalah dasar pembuatan piring terbang, pesawat rahasia yang dirancang oleh Reich Ketiga selama perang dan memiliki instalasi bawah tanah rahasia di Afrika Selatan dan Amerika Selatan. 

Apakah naskah Hefferlin benar? Siapa yang percaya naskah ini?

Referensi


A Description Of Rainbow City From The Hefferlin Manuscript, by Hefferlin MS
Read more ...

Bintang Segi Delapan, Rub el Hizb, Simbol Kemakmuran Islam?

28 Jun 2016
Dalam beberapa catatan sejarah, bintang segi delapan sering digunakan beberapa budaya di seluruh dunia. Tidak hanya dalam seni budaya, bahkan simbol ini juga digunakan sebagai ikonografi religius dengan makna tersendiri. Beberapa contoh bintang segi delapan terlihat dalam arsitektur kuno, artefak, astrologi, dan di tempat ibadah.

Astrologi yang sudah berkembang sejak periode kuno juga menjelaskan bintang delapan, menggambarkan empat sudut ruang yaitu delapan garis mewakili simbolis Utara, Selatan, Timur, Barat, dan emapt sudut yang berada diantaranya. Suku Maya Quetzalcoatl menggunkan Az Tzul Ahaw, sebuah simbol yang diyakini mewakili Dewa Venus, dimana mesin terbang Venus tergambar dibagian wajahnya. 

Simbol Bintang Segi Delapan Dalam Literatur Agama


Bintang Al-Quds (Najmat al-Quds) merupakan adaptasi dari simbol Rub el Hizb yang secara khusus terkait dengan al-Quds (Yerusalem). Desain bintang berujung delapan terinspirasi oleh rencana lahan segi delapan dari Bani Umayyah berupa Kuil Kubah Batu (Dome of the Rock), dibangun untuk memperingati status Yerusalem sebagai kiblat pertama atau arah doa dalam Islam. 

Dome of the Rock, Bintang Segi Delapan


Dalam lukisan Tanah Suci (Holy Land) tahun 1455, Jerusalem terlukis sudut pandang dari barat. Dimana Kubah Batu masih mempertahankan bentuk segi delapan, dibagian kanan Al-Aqsa ditampilkan bangunan gereja.

lukisan Tanah Suci (Holy Land) tahun 1455

Dalam literatur Islam dikenal sebagai Rub el Hizb yang direpresentasikan dalam bentuk dua kotak tumpang tindih, dimana simbol ini juga ditemukan pada beberapa emblem dan bendera. Dalam bahasa Arab, Rub artinya 'yang keempat, kuartal', sementara Hizb artinya kelompok atau partai. Pada awalnya simbol ini digunakan dalam Quran yang dibagi menjadi 60 Hizb atau 60 kelompok dengan panjang kira-kira sama. Simbol ini menentukan setiap seperempat Hizb, sementara Hizb merupakan satu setengah dari juz. Tujuan utama penggunaan simbol ini sebagai sistem pemisah untuk memfasilitasi pembacaan Al-Qur'an, tidak lebih. Selain itu, simbol ini juga digunakan sebagai penanda untuk akhir bab dalam kaligrafi Arab. 

Bintang Segi Delapan, Rub el Hizb

Dalam literatur Buddha, simbol bintang segi delapan menggambarkan delapan jalur di jalan Buddha dan delapan jalur abadi. Simbolisme universal ini dianggap menarik karena berhubungan dengan keseimbangan, harmoni, dan kosmis, sebuah pola yang berhubungan dengan awal astronomi, agama, dan mistisisme. 

Berbeda dengan literatur Hindu, dimana simbol ini juga dikenal sebagai Bintang Lakshmi, mengisyaratkan Lakshmi sebagai Dewi Kekayaan yang memiliki delapan emanasi disebut sebagai Ashtalakshmi yang diwakili dua kotak membentuk Octagram. Simbol emanasi mewakili delapan bentuk kekayaan yaitu moneter, kemampuan mengangkut, kemakmuran yang tak ada habisnya, kemenangan, kesabaran, kesehatan dan gizi, pengetahuan, dan keluarga.

Dalam literatur agama kuno, Roda kehidupan Wicca digambarkan sebagai sebuah lingkaran yang berisi bintang berujung delapan, setiap titik merupakan hari libur besar yang disebut Sabbat. Budaya Wicca menekankan sistem libur secara keseluruhan, dimana setiap hari libur dipengaruhi melalui apapun yang telah datang sebelumnya dan mempersiapkan apapun yang datang berikutnya.

Sementara itu, literatur agama Mesir kuno mengakui delapan dewa (empat laki-laki dan empat perempuan) yaitu Nu, Nanet, Amun, Amunet, Kuk, Kauket, Huh, dan Hauhet. Setiap pasangan merupakan simbol dari kekuatan air, udara, kegelapan, dan tak terbatas. Secara bersamaan keempat pasangan menciptakan dunia dan Dewa Ra menciptakan perairan primordial. Kedelapan dewa ini dikenal sebagai Ogdoad, dan konteks ini juga digunakan budaya lain yang diwakili melalui Octagram.

Kemakmuran Periode Al-Andalus Dan Simbol Bintang Segi Delapan


Asal bintang berujung delapan dalam mitologi dan agama pemuja matahari. Raja matahari adalah simbol yang mendefinisikan kerajaan Andalusia tertua. Sejak zaman neolitik, Andalusia menyembah matahari yang diwakili dengan delapan sinar. Orang-orang Andalusia mewakili bintang ini dalam mata uang mereka sebagai simbol politik yang jelas pada saat kemerdekaan Andalusia. Andalusia memilih bintang berujung delapan sebagai simbol politik dan meletakkannya di koin pertama diciptakan. 

Al-Andalus adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia, yaitu Spanyol dan Portugal yang diperintah oleh pemerintahan Islam, atau orang Moor antara tahun 711 dan 1492. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, ketika pasukan Umayyah pimpinan Thariq bin Ziyad mengalahkan pemerintahan Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah tahun 711 hingga 750, kemudian berubah menjadi sebuah keamiran ditahun 750-929. Kekhalifahan berdiri tahun 929-1031 yang akhirnya terpecah menjadi Taifa atau kerajaan kecil pada tahun 1031-1492.

Kekhalifahan Al-Andalus menggunakan simbol bintang segi delapan telah membawa kemakmuran Islam, bahkan terlihat di beberapa koin mereka yang tersebar hampir keseluruh Eropa. Kerajaan Nazari juga termasuk dalam beberapa wilayah yang menggunakan simbol dalam dekorasi tambahan. Mozarabic dan Moor Andalusia pernah menggunakan bintang berujung delapan di wilayah semenanjung utara, dan tersebar di seluruh Maghreb dan Timur Tengah. Pembangun gedung menempatkan simbol bintang segi delapan di gereja-gereja dan di ubin masyarakat waktu itu. 

Penggunaan bintang berujung delapan waktu itu tidak eksklusif bagi Andalusia pro-Muslim, tetapi diyakini bahwa orang Kristen juga menggunakannya dalam bangunan, baik didalam dan luar wilayah Andalusia. Historiografi menyebutkan bahwa banyak orang Andalusia bermigrasi ke utara karena ketidakstabilan politik, agama, ekonomi Al-Andalus, terutama di pertengahan dan akhir abad ke-9 M. Banyak ulama menghasilkan seni mereka ke tempat baru di utara, membawa simbol-simbol termasuk bintang berujung delapan yang diaplikasikan kedalam bentuk dekoratif berbeda. Beberapa fitur bintang segi delapan dalam seni Andalusia berbentuk lengkungan di beberapa relief mawar pada gereja San Miguel de Lillo (Oviedo), di pintu Santa Maria de Ripoll (Girona) yang diterjemahkan dari karya-karya Al-Andalus.

Sejarah Kuno Octagram


Octagram terbentuk dari kontak bertumpang tindih yang sering menekankan dualitas yaitu Yin dan Yang, jantan dan betina, serta spiritual dan material. Kedua kotak dikaitkan dengan dunia fisik yang memiliki empat unsur, empat arah mata angin, secara bersama-sama menjelaskan aspek positif dan negatif dari empat elemen, termasuk menyeimbangkan sesuatu yang ada di alam semesta.

Temuan pada abad ke 17 oleh seorang bangsawan Italia bernama Pietro della Valle menjelaskan penggunaan sebuah bintang segi delapan sebagai segel di reruntuhan kota kuno Ur, Tell al Muqayyar, sebuah kota yang berkembang sekitar tahun 2000 SM. Dia menemukan beberapa potongan marmer hitam yang tampaknya menjadi semacam Segel. Segel ini hanya ditulis berupa huruf atau kata-kata. Diantara naskah lain yang ditemukan menjelaskan pesan singkat menjelaskan bintang segi delapan.

Abraham atau Ibrahim, merupakan nabi dalam agama Yahudi, Kristen, dan Islam, diduga dia tinggal di kota Sumeria Ur. Penggalian kota Ur mengungkap misteri asal mula penggunaan bintang segi delapan dalam bentuk delapan kelopak dan digunakan dalam perhiasan atau logam dekorasi.

Sejarah Sumeria menunjukkan asal mula bintang segi delapan sebagai refleksi dari pengamatan astronomi di salah satu peradaban tertua di dunia. Dalam tradisi Sumeria, simbol bintang segi delapan menggunakan susunan garis sebagai simbol untuk menghubungkan kepada bintang dan Tuhan. Bintang segi delapan mewakili Dewi Inanna, Ishtar (Astarte), dan Dewi Babilonia (The Lightbringer). Sementara lingkaran ditengahnya merupakan simbol Dewa matahari. Budaya Yunani tahun 400 SM meyakini bahwa bintang pagi dan sore merupakan entitas berbeda, mengakui Venus sebagai bintang pagi dan bintang malam. 

Simbol bintang segi delapan terkait dengan sinar yang merupakan salah satu tema yang paling lazim dalam hubungan mistik. Esoteris simbol ini karena energi kesadaran yang digunakan dalam ritual magis serta digunakan dalam alkimia. Diantaranya Elixir atau Quintessence adalah hasil dari pemisahan dan kombinasi dari beberapa aksi dan bentuk pasif dari Roh, sebuah bentuk energi kesadaran yang digunakan dalam ritual magis dan alkimia yang dilambangkan dengan delapan roda.

Referensi

  • Al-Andalus, Oxford Dictionary of Islam. By John L. Esposito, Oxford University Press 2003.
  • Un Simbolo Esencialmente Andaluz, La Estrella De Ocho Puntas. By Paco Albaduli
  • Invoking Lakshmi: The Goddess of Wealth in Song and Ceremony. By Constantina Rhodes, State University of New York Press 2011.
  • Medieval concept of the cosmos, 1455 painting of the Holy Land, image courtesy of Wikimedia commons
Read more ...

Asal Usul Gurun Pasir Sahara, Hujan Pasir Mengubur Kaum Ad

10 Mei 2016
Salah satu kelebihan panorama yang dimiliki Timur Tengah, dan benua Afrika adalah Gurun Pasir Sahara, area ini terlihat terang dan sangat jelas terlihat pada peta. Saat ini, Sahara merupakan padang pasir yang panas dan terbesar di dunia, wilayahnya lebih dari 9 juta kilometer persegi yang meliputi sebagian besar Afrika Utara, sebuah ukuran yang hampir sama besar dengan Amerika Serikat atau benua Eropa. 

Gurun Sahara membentang dari Laut Merah dan termasuk bagian dari pantai Mediterania hingga ke pinggiran Samudera Atlantik. Bahkan beberapa bukit pasir bisa mencapai ketinggian 180 meter, dimana diantranya bercampur dengan pasir laut dan formasi batuan serta kerikil. Beberapa ilmuwan saat ini telah membandingkan material yang diambil dari gurun pasir Sahara dan material permukaan Mars. Bagaimana ini bisa terjadi, sejak kapan Gurun Pasir Sahara menutupi wilayah Afrika Utara dan Timur Tengah? Sebuah badai disertai petir dan hujan pasir telah menyapu bersih sekaligus mengubur golongan umat yang pernah menjadi penguasa di sekitar tahun 3000-2300 SM.

Misteri Gurun Pasir Sahara


Gurun Pasir Sahara menyimpan rahasia yang belum sepenuhnya terungkap, sebuah gurun pasir yang terkenal sejak sekitar ribuan tahun yang lalu merupakan wilayah subur yang sangat berbeda di masa lalu. Ilmuwan memperkirakan bahwa gurun pasir Sahara adalah wilayah sub-tropis dimana rusa, kuda nil dan gajah pernah diburu manusia kuno, jerapah dan badak bebas menjelajah daerah tropis yang kini menjadi gurun pasir. Pasokan makanan berlimpah sehingga membuat ribuan manusia pemburu pengumpul migrasi ke wilayah ini dan menetap di sub-tropis ini.

Bahwa semua fakta ini telah terbukti sejak ditemukannya ratusan kuburan manusia dan berbagai lukisan batu yang menggambarkan manusia kuno berburu dan berenang. Gambaran radar yang diambil oleh NASA menunjukkan bahwa dibawah gurun pasir merupakan jaringan yang tersusun dari sungai di seluruh Sahara, termasuk Afrika Utara diperkirakan pernah menjadi wilayah yang sangat subur.

Asal Usul Gurun Pasir Sahara

Menurut studi sebelumnya, gurun pasir Sahara awalnya berubah seketika sekitar 5000 tahun yang lalu. Tetapi studi terbaru menunjukkan hasil berbeda, para ilmuwan meyakini bahwa sekitar kurang dari 5000 tahun lalu sebuah wilayah sub-tropis berubah secara tiba-tiba menjadi gurun pasir. Selama ribuan tahun terjadi pergeseran mendadak,  temuan ini kemudian digunakan ilmuwan agar membantu pemahaman tentang perubahan iklim di masa depan. Studi serbuk sari kuno, spora dan organisme air sedimen Danau Yoa di Chad Utara telah memberi bukti secara bertahap tentang perubahan 6000 tahun yang lalu. Daerah terbentudari savannah berubah menjadi kering terus menerus hingga sekitar kurang dari 5000 tahun yang lalu, atau berkisar tahun 3000-2300 SM. 

Teori Pembentukan Butiran Pasir


Pasir merupakan bentuk halus dari lapukan dan kikisan dari batu, proses ini diyakini membutuhkan waktu puluhan ribu tahun atau bahkan kikisan batu membutuhkan waktu selama selama jutaan tahun. Semakin lama erosi terjadi, maka bentuk butiran pasir semakin halus. Gurun Pasir Sahara merupakan beberapa tumpukan pasir tertua di Bumi dan diyakini telah ada selama tujuh juta tahun. Beberapa bukit pasir diduga mengandung biji besi, noda partikel kuarsa juga membuat pasir berwarna kuning.

Lalu, dari mana pasir Sahara berasal? Studi yang menyebutkan gurun pasir Sahara terbentuk sejak kurang dari 3000 tahun lalu tampaknya tidak masuk akal, karena waktu untuk membentuk pasir tidak sesuai dengan teori konsensus yang memerlukan waktu selama jutaan tahun. 

Menurut Wallace Thornhill, Ketika objek besar seperti komet mendekati Bumi, sebelum menghantam bumi akan terjadi pelepasan listrik antara dua benda dan debit biasanya cukup besar untuk menghancurkan objek yang masuk ke atmosfer, sehingga bumi akan dihujani pasir tersu menerus. Seperti kebakaran yang pernah terjadi di Chicago, dimana seluruh wilayah Amerika Serikat diterangi oleh api aneh dan pasir seperti jatuh dari atas, semua ini terjadi pada saat hilangnya komet Biela. 

Great Chicago Fire, kebakaran chicago

Sebuah sebutan yang dikenal 'The Great Chicago Fire' merupakan kebakaran pada hari Minggu, 8 Oktober hingga Selasa pagi, 10 Oktober 1871, dimana dalam catatan sejarah bahwa kebakaran telah menewaskan 300 orang, menghancurkan sekitar 9 kilometer persegi di Chicago, Illinois, dan menyebabkan lebih dari 100,000 penduduk tunawisma.

Jutaan ton material tak terhitung merupakan batuan yang membombardir atmosfer bumi, terpecah-belah dan menjadi butiran pasir halus. Seperti itulah gambaran ketika material jatuh ke Bumi, sehingga menutupi wilayah subur yang luas dan mengubahnya menjadi gurun pasir tandus yang kita lihat sekarang. 

Sejarah Peradaban Di Wilayah Sahara


Nenek moyang manusia diduga pernah tinggal disini selama ribuan tahun yang lalu sejak zaman es terakhir. Sahara merupakan tempat yang jauh lebih subur, dimana lebih dari 30,000 Petroglyphs hewan sungai telah ditemukan seperti buaya di Tassili n'Ajjer, Aljazair Tenggara, begitupula fosil dinosaurus termasuk Afrovenator, Jobaria dan Ouranosaurus, juga telah ditemukan di wilayah Sahara. Perubahan Sahara menjadi Gurun Pasir diperkirakan sejak sekitar tahun 2300 SM hingga 1600 SM, setelah pergeseran sumbu bumi dan penurunan curah hujan yang menyebabkan Afrika Utara berubah menjadi gurun pasir sekitar kurang dari 5000 tahun yang lalu. 

Anehnya, ketika ilmuwan mengambil sampel pasir dari deposito Sahara, usia pasir telah berusia lebih dari 7 juta tahun. Lalu, kapan periode yang tepat telah mengubah Sahara sub-tropis menjadi Gurun Pasir Sahara? Beberapa catatan sejarah berikut ini akan menjelaskan, sejak kapan semua ini terjadi dan berubah menjadi tandus. 

Periode Neolitik sekitar 9500 SM, Sudan merupakan pusat yang kaya dan mendukung populasi besar seperti Wadi el-Qa'ab. Sekitar tahun 5000 SM, manusia yang tinggal di Nubia mengubah gaya hidup menetap dengan tanaman dan hewan peliharaan. Tetapi setelah tahun 3500-2300 SM, wilayah ini dinyatakan berubah menjadi tandus dan kering, tidak ada aktifitas yang menguatkan bahwa mereka hidup bertani.

Sekitar tahun 6000 SM, Predinastik Mesir mulai berkembang di sudut barat daya Mesir yang memberdayakan ternak dan membangun gedung-gedung besar. Predinastik Mesir terpusat pada pengembangan tanaman sereal dan hewan pertanian seperti sapi, kambing, babi dan domba. Tetapi di sekitar tahun 3500-2300 SM, Sahara berubah menjadi Gurun Pasir, curah hujan berkurang dan suhu lebih tinggi disebabkan oleh pergeseran orbit bumi. Sangat sedikit bukti perdagangan yang diketahui telah melewati periode ini, kecuali menyusuri sejarah dari Lembah Nil. 

Kemudian di tahun 1200 SM hingga 800 SM, penguasa Phoenicia menciptakan konfederasi kerajaan di seluruh Sahara hingga ke Mesir. Mereka umumnya tinggal di sepanjang pantai Mediterania, serta gurun pasir Sahara, diantaranya orang-orang kuno Libya yang merupakan nenek moyang berbahasa Berber di Afrika Utara. Antara tahun 633 SM dan 530 SM, Hanno didirikan atau diperkuat koloni Phoenician di Sahara Barat, tapi semua sisa-sisa peninggalan kuno itu telah lenyap dan hampir tidak ada jejak sama sekali.

Di tahun 500 SM, Yunani tiba di padang pasir Sahara, dimana pedagang Yunani menyebar di sepanjang pantai timur gurun Sahara dan mendirikan koloni perdagangan di sepanjang Laut Merah. Carthage menjelajahi gurun sepanjang pantai Atlantik, beberapa negara terpusat sehingga wilayah kerajaan dikelilingi gurun di utara dan timur. Peradaban perkotaan, Garamantes telah muncul di jantung Sahara, di sebuah lembah yang sekarang disebut Wadi al-Ajal di Fezzan, Libya. Para arkeolog telah menemukan delapan kota-kota besar dan banyak permukiman penting lainnya di wilayah Garamantes, peradaban ini runtuh setelah mereka kehabisan air dan tidak bisa lagi mempertahankan sistem irigasi.

Dari catatan sejarah diatas, telah tampak jelas bahwa perubahan Sahara sub-tropis berubah tandus menjadi Gurun Pasir Sahara telah terjadi sekitar tahun 3000 SM hingga 2300 SM. Apa yang terjadi pada waktu itu? Apakah Bumi tengah mengalami serangan benda luar angkasa lebih besar daripada kejadian Chicago tahun 1871?

Badai Petir Dan Hujan Pasir Mengubur Kaum Ad


Sebelumnya, siapakah Kaum Ad? Jika melirik kisah dan sejarah yang mengacu pada Ad-Lantis, maka sangat jelas bahwa Kaum Ad merupakan keturunan atau sisa peradaban Atlantis yang ditenggelamkan di sekitar Laut Mediterania. Plato pernah menulis bahwa Atlantis terhampar diseberang pilar-pilar Hercules, memiliki angkatan laut yang menaklukkan Eropa Barat dan Afrika 9000 tahun sebelum waktu Solon (sekitar tahun 9500 SM). Setelah gagal menyerang Yunani, Atlantis tenggelam ke dasar Samudra dalam waktu satu hari satu malam. 

Bencana ini diduga karena jatuhnya benda luar angkasa berukuran besar sehingga menyebabkan banjir besar, dalam kisah sejarah lebih banyak mengaitkan sejarah ini dengan Bahtera Nuh. Bencana ini ternyata tidak seluruhnya memusnahkan kaum sebelum Nuh, sebuah penguasa besar yang telah memerintah sejak Idris dan periode Nuh dengan puncak kejayaan Atlantis, perdaban tertinggi dan paling maju dalam sejarah manusia. Ternyata mereka masih tersisa di Afrika Utara dan Timur Tengah.

Satu-satunya wilayah yang tersisa adalah Afrika Utara yang dikenal subur sejak Periode Neolitik sekitar 9500 SM. Ini terlihat dari bukti-bukti bangunan yang mengusung teknologi dan desain sebelumnya. Bangunan menjulang tinggi seperti Menara Babel, Piramida dan arsitektur kerajaan Mesir dan hampir diseluruh wilayah Timur Tengah masih menggunakan metode peradaban terdahulu hingga menjelang tahun 2300 SM.

Dalam catatan sejarah para nabi, Hud hidup di sekitar tahun 2450 hingga 2320 SM, seorang nabi yang diutus untuk mengingatkan Kaum 'Ad yang tinggal di Al-Ahqaf, Rubu' Al-Khali-Yaman. Mereka mendustakan kenabian Nabi Hud, sehingga datang angin yang dahsyat disertai dengan bunyi guruh menggelegar dan mereka tertimbun pasir.

Adapun kaum ‘Ad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang, yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum ‘Ad pada waktu itu mati berge-limpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk). (QS Al Haaqqah, 69: 6-7)
Maka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka: "Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami. Bahkan itulah azab yang kamu minta supaya datang dengan segera (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih." (QS Al Ahqaaf, 46: 24)
Jika mereka berpaling maka katakanlah: "Aku telah memperingatkan kamu dengan petir, seperti petir yang menimpa kaum 'Ad dan Tsamud". (QS Fusilat, 41:13)

Seperti yang telah dijelaskan diatas, ketika objek besar (seperti komet mendekati Bumi) sebelum menghantam bumi akan terjadi pelepasan listrik antara dua benda (Bumi dan Komet/Meteor) dan debit listrik yang dihasilkan biasanya cukup besar untuk menghancurkan objek yang masuk ke atmosfer, sehingga bumi akan dihujani pasir terus menerus. Inilah yang terjadi ketika itu, sebuah benda besar telah mengubur wilayah Gurun pasir Sahara yang kemungkinan telah didiami oleh Kaum 'Ad. 

Proses pengikisan bebatuan di atmosfer tampaknya tidak jauh berbeda dengan kebakaran yang terjadi akibat hujan pasir panas di Chicago tahun 1871. Kejadian Chicago adalah sebagian dari tabrakan benda kecil, tidak seluruhnya, tetapi dampaknya telah menyebabkan kebakaran yang luar biasa selama sehari. Bagaimana jika benda besar menabrak Bumi menjadi terpecah belah, kemudian proses listrik dan atmosfer membuatnya menjadi pasir halus dan panas yang membakar selama delapan hari? Peristiwa ini yang membuat Kaum 'Ad seperti tunggul pohon yang lapuk, musnah disiram pasir panas.

Sebegitu besarkah benda yang menghantam Bumi sekitar tahun itu? Bahkan ilmuwan saat ini telah menduga, bahwa gurun pasir Sahara muncul secara tiba-tiba antara tahun 2400-3000 SM, tetapi usia pasir diperkirakan sudah mencapai jutaan tahun. Hal ini sangat jelas bahwa pasir Sahara bukan berasal dari Bumi dan lebih mirip dengan material planet Mars. Meteor ataupun komet yang beredar di luar angkasa merupakan sisa-sisa pembentukan planet, bisa saja Mars atau sisa tabrakan planet Thea, kemudian tertarik gravitasi Bumi. Sampai saat ini, masih ada jutaan batuan luar angkasa dan sering kita lihat sebagai fenomena meteor di langit malam.


Referensi


Coast to Coast, by Wallace Thornhill, 26 November 2007
Tadrart Acacus desert in western Libya, part of the Sahara, Artist's rendering of the fire, by Currier and Ives, image courtesy of Wikimedia Commons
Read more ...

Kesadaran Bikameral, Manusia Tidak Berbicara Dengan Dirinya Sendiri?

1 Mei 2016
Dalam teori Bikameral Julian Jaynes disebutkan bahwa kesadaran terjadi ketika kita benar-benar menyadari, ini merupakan akuisisi yang relatif baru bagi manusia dan berusia sekitar 5000 tahun, dimana manusia sebelumnya memiliki pikiran Bikameral yang mampu saling introspeksi. Menurut Janyes, manusia primitif pertama menggunakan kedua belahan otak dengan evolusi bahasa, dimana ide dan konsep diwakili melalui suara (kata) dan memungkinkan belahan otak lain berkomunikasi dengan cara yang tidak biasa.

Kedua belahan otak Bikameral manusia primitif bertindak lebih mandiri dari pada manusia modern. Contohnya manusia modern saat ini memiliki titik pusat bahasa di belahan otak dominan, biasanya sisi kiri bagi orang yang dominan menggunakan tangan kanan, tapi belahan non-dominan membuat dirinya dikenal selama masa stres atau dalam tekanan.

Teori Bikameral Julian Jaynes 


Belahan otak non-dominan berpikir secara berbeda, dan mereka umumnya memiliki penampilan berbeda di aktifitas dunia. Mereka sering dapat melihat hal-hal aneh dan membuat penilaian yang hemisfer. Pikiran bikameral lebih terpisah dan belahan non-dominan membuat gambaran yang dikenal dengan cara mengirimkan halusinasi pendengaran, biasanya dalam bentuk perintah verbal, saran atau prediksi. Hal ini tidak berbeda dari halusinasi pendengaran yang mengganggu penderita skizofrenia, menurut Jaynes bahwa skizofrenia adalah regresi pikiran bikameral dari nenek moyang kita. 

Kesadaran Bikameral

Menurut Jaynes, halusinasi pendengaran bikameral umumnya merupakan suara Tuhan yang kemudian ditulis pada teks-teks kuno. Merupakan halusinasi pendengaran yang berasal dari belahan non-dominan yang dikaitkan dengan orang tua, almarhum, dewa dan patung-patung. Tetapi mentalitas bikameral seperti ini mulai rusak atau terhenti selama milenium kedua sebelum Masehi, kebanyakan orang mulai hidup di kota-kota dan bertemu dengan orang asing dari budaya yang berbeda dan berbicara dengan bahasa yang berbeda. 

Berbagai aturan tertulis, ilmua pengetahuan dan hukum telah mengambil alih peran sosialisasi dari suara batin, dan entah bagaimana pikiran bikameral telah berubah menjadi otak terpadu. Dimana fungsi dari kedua belahan otak dapat digunakan untuk memahami perkembangan dunia, sebuah konsep yang akhirnya mengembangkan konsep abstrak diri, yaitu 'Aku'. 
Terkadang kita berbicara kepada diri sendiri, suara batin yang terdengar mencerca atau membacakan argumen logis untuk memecahkan masalah. Suara konstan ini memanfaatkan pusat kamus bahasa yang sama dengan bahasa yang biasa kita ucapkan, semua itu berjalan secara otomatis yang diamati oleh kesadaran.

Suara batin tergantung pada pusat-pusat yang terlibat dalam kegiatannya, bukan berasal dari memori/kenangan sesuatu yang kita dengar atau pernah membayangkannya. Semua ini nyata dari narasi otak yang dibuat oleh pusat-pusat bahasa di sisi yang paling dominan, bahkan sering termotivasi dari sisi otak non-dominan.

Referensi

  • The Origin of Consciousness in the Breakdown of the Bicameral Mind, by Julian Jaynes, 2000
  • Representation of consciousness, by Robert Fludd, image courtesy of Wikimedia Commons
Read more ...

Misteri Sembilan Planet Dalam Teks Sumeria Kuno

7 Apr 2016
Galaksi Bima Sakti, sekitar 150,000 tahun cahaya terlihat seperti sebuah titik kecil, bahkan nyaris tak terlihat jika diilustrasikan dalam sebuah proyeksi komputer pengamatan ruang angkasa. Tetapi yang paling menarik dari struktur alam semesta, semua itu terdiri dari berbagai filamen String yang mengatur sendiri dalam garis paralel dan kadang-kadang berpotongan disebuah 'Node' yang mengelilingi lubang kosong. Bahkan beberapa ilmuwan menggambarkan alam semesta tak beda dengan Keju Swiss.

Tentunya hal itu merupakan pandangan baru, bagaimana alam semesta terbentuk dan telah mengusik/menentang teori ilmu pengetahuan sebelumnya. Hal ini bertentangan dengan model alam semesta yang diprediksi oleh fisikawan abad ke-17, Isaac Newton, dimana gravitasi merupakan dasar dari segala sesuatu. Berdasarkan teori ini, tentunya juga sulit untuk membayangkan dimana titik awal ledakan Teori Big Bang, dan mengapa struktur Bumi berbeda? Teks Sumeria kuno telah menjawab bagaimana terbentuknya planet tata surya.

Misteri Sembilan Planet Teks Enuma Elish


Dalam teks Enuma Elish Sumeria, Epic Of Creation 1500 SM, yang diperoleh dari Perpustakaan kuno Ashurbanipal Niniwe di Irak utara, sebuah tablet menceritakan pertempuran Epik antara dewa matahari Marduk dan naga langit Tiamat. Teks ini ditemukan dalam reruntuhan Nineveh di akhir abad ke-19 Masehi, dimana terjemahannya menceritakan peristiwa surgawi yang berkaitan dengan pembentukan planet bumi dan bencana besar disebabkan planet mendekati satu sama lain, melepaskan energi listrik seperti teori alam semesta listrik. 

Enuma Elish Sumeria, Epic Of Creation
Muncul dari Luar Angkasa, "Marduk" masih planet yang baru lahir... sendawa api dan memancarkan radiasi... Sebagai "Marduk" dia mendekati planet lain... berpakaian halo... sepuluh Dewa.
Pendekatannya... telah menimbulkan... listrik dan emisi lainnya... dari benda lain dari tata surya. Sepuluh tubuh langit menantinya... Matahari dan hanya sembilan planet lain yang patut.
Para Dewa telah menetapkan takdir Marduk, mengkombinasikan tarikan gravitasi mereka... sekarang... menentukan... jalur orbit Marduk ini, sehingga dia bisa pergi... tapi salah satu... menuju "Pertempuran", tabrakan dengan Tiamat!
Pembuangan energi listrik... sebagai akibatnya dua planet berkumpul, tarikan gravitasi (bersih), dari satu atas lainnya... 

Bukti ini menunjukkan bahwa, pada satu waktu, Venus mendekati Bumi seperti menunjukkan ekor komet di langit. Busur listrik terlihat diantara planet saat mendekati satu sama lain yang menyebabkan luka dalam dan kawah serta puing-puing yang pernah menghujani permukaan bumi. Peristiwa ini tercatat dalam sejarah manusia sebagai Epos para Dewa Langit yang berbentuk representasi artistik kuno, dapat ditemukan di Mesir. 

Pertempuran Dewa Matahari Dan Naga Langit


Gambar di sebelah kanan telah diambil dari belakang tahta Tutankhamun yang menggambarkan istri raja Tut, Ankhesenamun. Terlihat sang ratu mengenakan mahkota yang sangat khas terdiri dari bola dan dua bulu yang tinggi. Hiasan kepala tidak biasa ini merupakan fitur menonjol dalam seni Mesir, meskipun bentuk sebenarnya terdapat beberapa varian warna. Disk atau bola itu didominasi warna merah tua tradisional Mesir, tanduk disampingnya biasanya berwarna hitam sedangkan bulu berwarna emas atau biru dan tanpa filamen.

sembilan planet

Bola itu melambangkan Venus, tanduk melambangkan busur yang membuang angin surya ke permukaan Venus, membungkus tubuhnya karena kurangnya medan magnet intrinsik. Kedua bulu besar mewakili magnetosfer yang terbelah dua dan mengalir setidaknya sepanjang tiga kali diameter Venus. Sebuah lonjakan listrik pada filamen akan menyebabkan benda angkasa bercahaya, dan Venus akan terlihat seperti komet di langit. 


Video ini setidaknya menggambarkan pertempuran Dewa dan Naga Langit yang menyemburkan api. Simbolisme yang tercantum dalam teks Sumeria kuno dan seni Mesir tampaknya masih dapat dibuktikan dengan fenomena alam semesta, seperti dalam kasus komet Neat.

dewa ra, dewa matahari

Dewa Ra dalam seni Mesir dihiasi dengan bola pada setiap monumen, makam, dan dinding candi di seluruh Mesir, bahkan dimasukkan ke dalam perhiasan Mesir. Matahari menyilaukan, berwarna kuning emas dengan sinar yang memancar. tetapi orang-orang Mesair menggambarkan matahari dengan warna merah, bukan warna kuning emas. Situasi yang membingungkan, terutama ketika mempertimbangkan bahwa emas adalah daging Dewa Ra, dewa Matahari sebagaimana ditunjukkan oleh firaun dalam karya seni Mesir. 

Anggapan bahwa kebudayaan kuno Mesir hanya merasakan matahari merah sangat menarik. Tidak sedikit fakta yang menjelaskan bahwa matahari merah berarti tidak ada silau sehingga mereka mampu melihat langsung matahari, tidak seperti saat ini yang bisa membutakan mata jika melihat matahari kuning emas dengan mata telanjang. Aspek pertempuran Matahari juga tergambar dalam segel silinder Mesopotamia, dimana Dewa Matahari Utu/Shamesh digambarkan dengan sinar berapi-api di bahunya. Dia juga memegang pemotong, memotong jalan melalui ufuk timur untuk kembali bangkit.  

Referensi

  • Enuma Elish Vol 1 & 2: The Seven Tablets of Creation; The Babylonian and Assyrian Legends Concerning the Creation of the World and of Mankind, by L. W. King, July 1999
  • Imentet and Ra from the tomb of Nefertari, 13th century BC, image courtesy of Wikimedia Commons
Read more ...

Rahasia Alif, Keheningan Menuju Kesempurnaan Ilahi

21 Mar 2016
Ilmu huruf ('ilm al-huruf), huruf Alif  yang tertulis terisolasi/terpisah mendakan bahwa hal itu tidak dapat ditulis terhubung dengan surat berikutnya. Huruf alif yang demikian itu melambangkan transenden, esensi wajar tanpa pengecualian. Tekanan ke bawah huruf alif melambangkan manifestasi universal mulai dari bagian tertinggi menjadi yang terendah.

Syaikh ad-Dabbagh yang disebut-sebut sebagai ummi, dia buta huruf seperti rasul. Tetapi sebenarnya dia tidak benar-benar buta huruf, dalam kasus ummi menyiratkan bahwa dirinya tidak menerima pendidikan agama formal. Dan dengan cara inspirasi dirinya mengatakan beberapa hal yang luar biasa, salah satu kisah yang diceritakan Syaikh ad-Dabbagh terdengar agak aneh.

Di beberapa negara non-Arab mereka melatih burung diatas pintu rumah, dan jika pencuri masuk, maka burung  itu berkata: "Mereka telah mencuri" (saraqu) dan mereka mengucapkan 'Q' seperti huruf alif. Burung itu tidak akan berhenti berbicara bahkan ketika menghadapi ancaman dibunuh sekalipun, dan akan berhenti apabila diberi makanan. Kisah Syaikh menunjukkan maksud berbicara kebenaran dan hal yang baik dapat diajarkan, meskipun secara fisik terkucil dari manusia, tetapi dengan latihan maka ucapannya mengeluarkan kebenaran.

Kisah Dibalik Rahasia Alif


Huruf alif merupakan yang pertama dan memiliki elemen api. Karena bentuknya alif menyerupai angka 1, melambangkan diri Allah serta kesatuan-Nya. Dengan demikian, surat yang melampirkan huruf ini memiliki nilai pola dasar dari keseluruhan alfabet, juga dikaitkan dengan kisah Adam. Setidaknya ada tiga posisi utama dalam doa Islam diantaranya:
  • Berdiri, seperti huruf Alif
  • Berlutut, seperti huruf Dal
  • Sujud, seperti huruf Mim.

Ketiga huruf ini telah menciptakan nama Adm, dimana menurut Ibn Sufi 'Athaillah Abbas (1309) bahwa huruf Alif berasal dari Ulfa, karena menyatukan dan sesuai (ta'lif) dengan huruf lainnya. Tetapi dalam beberapa hal, huruf alif dikaitkan dengan Setan, karena dirinya tidak tunduk kepada Allah.

huruf alif, rahasia alif

Sementara dalam karya Henri Corbin terjemahan Perancis "Les Orient des Lumieres" yang diambil dari buku Rajab Borsi, menjelaskan tentang rahasia Alif. Pengetahuan yang terkandung didalamnya, huruf Alif berdiri pada asal pengetahuan dan ilmu esoteris yang mendalam. Karena pesan yang terkandung dimulai dengan huruf alif, dan alif awalnya dimulai dengan titik. Menurut spesialis ilmu huruf, Alif dimanifestasikan menjadi absolute, zahir yang tersembunyi (batin). 

Di sisi lain dari buku "The Orient of Lights", Rajab Borsi menyatakan bahwa semua surat/huruf berasal dari cahaya Alif. Setiap huruf subsisten dengan cara yang amat rahasia, dan alif itu sendiri adalah rahasia firman-Nya. Alif terlihat sebagai simbol dari akal, huruf pertama yang diciptakan dari semua derajat semesta. Ketika manusia mengenal rahasia Alif, maka dia telah mencapai tingkat ketulusan batin (siddiqun), dan mencapai peringkat lebih tinggi diantara orang-orang terdekat (muqarrabun).

Sebagian besar meditasi dari para sufi mengenai huruf abjad diarahkan pada huruf alif. Huruf yang ramping, garis vertikal sering digunakan sebagai pembanding pada yang dicintai. Garis lurus dapat diartikan secara mistis, alif dinyatakan bernilai angka satu, terisolasi dan menjadi kesempurnaan ilahi. 
Syaikh Harits Al-Muhasibi menjelaskan, ketika Allah menciptakan huruf maka Dia memerintahkan mereka agar semua huruf itu berbentuk seperti Alif, tetapi hanya Alif tetap tegak lurus sementara yang lainnya berubah. 

Setiap manusia adalah ontologis kata ilahi, salah satu renungan Syaikh Ibn al-'Arabi mengatakan, dirinya mengangkat kepala dan melihat bahwa memang itu (alif) ada dalam segala hal. Alif adalah prinsip yang mendasari semua huruf dan surat, terletak tersembunyi, yang terkandung dalam nama dan berbentuk graphical. Alif adalah huruf yang diam sementara huruf lain berbicara. Alif yang mengartikulasikan surat, tapi surat-surat lain tidak mengartikulasikan Alif tersebut. Surat-surat diatur oleh huruf Alif dan Alif selalu menyertai mereka, tanpa disadari.

Menurut Syaikh Ibn al-'Arabi, Alif melambangkan keheningan, karena itu sifatnya 'diam'. Terlepas dari keheningan, keajaiban ilahi terwujud pada Musa. 
Jika Anda tetap diam, semuanya akan dipandu oleh-Nya dan jika Anda berbicara, segalanya akan tersesat. Lampaui dan Anda akan menemukannya. Itulah sebabnya para Sufi berhenti menulis tentang alif dan mereka akan tetap diam.

Referensi

  • The Revelations Mekah, Le Livre du Mim. du Waw et du Nun, by Ibn Al-'Arabi
  • Les Orients des Lumieres, by Rajab Borsi
  • Al-Ibriz, by Ad-Dabbagh
Read more ...

Bukti Ekspansi Muslim Abad Pertengahan Ditemukan Di Prancis

25 Feb 2016
Baru-baru ini hasil analisis arkeologi dan genetik mungkin menjadi suatu petunjuk yang menjelaskan bahwa tiga kerangka terkubur di Prancis berasal dari abad pertengahan, mereka diduga Muslim. Penelitian ini diterbitkan pada 24 Februari 2016 dalam jurnal terbuka PLoS ONE, ilmuwan yang tergabung diantaranya Yves Gleize dari French National Institute (Preventive Archaeological Research), dan beberapa lainnya dari University of Bordeaux.

Analisis bersama arkeologi, antropologi dan genetik di tiga kuburan berasal dari abad Pertengahan Awal di Nimes memberi bukti penguburan terkait dengan pendudukan Muslim selama abad ke-8 Masehi, khususnya di selatan Perancis. 

Ekspansi Muslim Abad Pertengahan Di Prancis


Dalam sejarah, penaklukan oleh Islam tanah Arab sangat cepat selama awal Abad Pertengahan yang menyebabkan perubahan politik dan budaya, terutama diwilayah Mediterania. Meskipun pada awalnya kehadiran Muslim abad pertengahan di Semenanjung Iberia didokumentasikan dengan baik, para ilmuwan masih kekurangan bukti tentang adanya ekspansi Muslim di utara wilayah Pyrenees. 

Ekspansi Muslim Abad Pertengahan Prancis
Para arkeolog bertujuan menentukan apakah kerangka di tiga kuburan berasal dari situs abad pertengahan di Nimes, Prancis, terkait dengan kehadiran atau ekspansi Muslim di Perancis pada abad ke-8. Secara khusus, mereka menganalisis praktik penguburan di lokasi ini, menganalisis DNA kerangka, dan menentukan jenis kelamin serta usia kerangka.

Arkeolog menemukan bukti bahwa penguburan saat itu telah mengikuti ritual Islam, termasuk posisi tubuh dan orientasi kepala ke arah kiblat. Mereka juga menemukan bukti genetik yang menunjukkan garis keturunan ayah, hal ini bisa membuktikan bahwa mereka keturunan Afrika Utara. Radiokarbon membuktikan bahwa kerangka kemungkinan besar berasal dari abad ke-7 atau ke-9 Masehi. 

Mengingat semua data ini, arkeolog berpendapat bahwa kerangka penguburan Nimes milik Berber yang diintegrasikan ke dalam tentara Umayyah selama ekspansi Arab di Afrika Utara pada abad ke-8 Masehi. Meskipun jumlah kuburan Muslim ditemukan cukup sedikit, para arkeolog meyakini bahwa pengamatan ini memberikan beberapa bukti arkeologi dan antropologi yang pertama kali dalam komunitas Muslim di Prancis Selatan.

Referensi

Read more ...

Kisah Khwaja Khizr, Darah Raja Persia Menjadi Batu Delima

22 Feb 2016
Khwaja Khizr atau Khadir, legenda ini dikenal sebagai Pir Badar, atau Raja Kidar, dikenal secara umum bagi kaum Muslim dan Hindu di India. Kuil utama berada di Indus dekat Bakhar, dimana sosok ini dikenal secara kultus tersebar di Bihar dan Benggala. Kisah tentang Khadir di negeri India dan Persia cukup berbeda dan menarik dalam literatur yang sempat terlukis dalam seni Mughal. Melewati negeri tanpa sinar matahari, dimana Khadir disebutkan menemukan Air Kehidupan, mengubah darah raja Persia menjadi batu delima berharga, dan membangkitkan raja yang telah mati.

Dalam kultus Hindu, Khwaja disembah dengan menyajikan lampu dan memberi makan Brahmana di sumur, salah satunya mengapungkan perahu kecil diisi lampu di kolam atau sungai. Khwaja Khizr digambarkan sebagai sosok pria tua, seorang fakir, berpakaian hijau, dan bergerak di perairan dengan menggunakan ikan sebagai kendaraannya.

Kisah Khwaja Khizr Di India Dan Persia


Dalam legenda India, Niwal Dai dikisahkan tersebar di Panjab, dia adalah putri dari Vasuki, pemimpin dari Ular. Arya Pandawa Raja Pariksit telah bertemu dengan Vasuki dan memaksa untuk berjanji menikahi putrinya, meskipun kondisi Vasuki cukup memalukan. Vasuki kemudian terserang kusta, karena kutukan yang diucapkan oleh Imam Siji karena sapi-nya telah digigit oleh Ular. Kemudian Niwal Dai menyanggupi permintaan mendapatkan Air Kehidupan (Amrta) untuk kesembuhannya. Sumber air itu berasal dari sumur tertutup diwilayah Raja Pariksit, dan hanya dirinya yang dapat membuka. 

Khwaja Khizr

Ketika dia menemukan sumur yang ditutupi oleh bebatuan berat, dia menggesernya dengan kekuatan sihir, dan air itu jauh diluar jangkauan. Hal ini karena guru mereka (Khwaja Khizr) tidak akan melepaskannya hingga sampai kepada Niwal Dai. Ketika Niwal Dai menunjukkan dirinya, maka Khwaja Khizr memberikan air yang bergelumbung. Raja Pariksit menuju ke sumur, meskipun Niwal Dai menyembunyikan dirinya dalam bentuk ular, tetapi dia memaksa untuk berubah ke bentuk manusia.

Legenda ini terkenal melalui lukisan Mughal, digambarkan seorang pangeran berada diatas kuda dekat sumur, dimana seorang wanita menerima air. Motif kisah ini dari dinasti yang berasal pernikahan Raja manusia dengan Nagini, telah lama tersebar di India dan dalam analisis terakhir merujuk kepada bidadari dengan penguasa kegelapan. Niwal Dai tidak pernah melihat matahari atau bulan, dan bersembunyi di pusaran air (Bhaunri) hingga muncul kembali untuk mengungkap Nah di Akhir Dunia. Dia diasumsikan berbentuk setengah manusia, sama halnya dengan kisah putri duyung atau putri seorang penyihir, menikahi seorang pahlawan dari kalangan manusia.

Khwaja Khizr Menghidupkan Raja Yang Telah Mati


Khwaja Khizr juga dikisahkan dalam versi lain cerita rakyat India, Kisah Pangeran Mahbub. Dalam legenda, Raja Persia mempunyai pangeran dari anak seorang selir, tidak ada keturunan lain, sehingga dia menjadi ahli waris. Tetapi kemudian sang Ratu hamil, pangeran pertama takut bahwa dia akan tersaingi, kemudian menyerang kerajaan dan membunuh ayahnya, serta merampas takhta. Sementara itu Ratu melarikan dan dirawat oleh petani, anak yang dikandungnya lahir dan disebut Mahbub. Ketika dewasa, Mahbub pergi sendirian ke pertandingan pemanah dan menjadi pemenang, orang-orang mengenali rupanya mirip dengan sang Raja terdahulu.

Setibanya di rumah, ibunya mengatakan tentang kelahiran Mahbub dan mereka pindah untuk menghindari kecurigaan raja yang telah merampas tahta sang ayah. Mereka mencapai tanah gurun dimana terdapat sebuah masjid, disamping gunung mereka bertemu seorang fakir, sosok orang tua yang memberi mereka roti dan air yang tak habis-habisnya, dan dua potong kayu, salah satunya dapat berfungsi sebagai obor. Pemberian lainnya berbentuk kebajikan, dimana disebutkan bahwa dalam radius empat belas hasta dari tempat itu terdapat laut yang bisa diarungi, dan kedalamannya tidak lebih dari satu hasta. Mereka kemudian mengarungi laut setinggi lutut dan menemukan bongkahan rubi, batu delima.

Mereka menyeberangi laut dan mencapai India, dimana mereka menjual salah satu batu rubi dengan harga yang tinggi. Berita terdengar sampai ketelinga Raja negara itu, dia berusaha menemui Mahbub untuk mencari batu delima untuk membangun sebuah istana baru dan besar di tepi laut. Mahbub menyanggupi untuk mendapatkan lebih banyak batu delima. Dia membawa lampu senter untuk memasuki dunia yang gelap dan batang kayu untuk melintasi laut mencapai tempat ditemukannya batu delima. Dia mengikutinya sampai menemukan sumbernya di pusaran air, melompat dan jatuh ke bawah lorong berasap berair hitam sampai menyentuh tanah padat dan menemukan air yang mengalir keluar dari saluran gerbang besi.

Dia melewati sebuah taman yang indah, sebuah istana, di istana ini ditemukan sebuah ruangan dimana terdapat potongan kepala putus. Tetesan darah jatuh ke dalam baskom dan membentuk batu delima, jatuh melalui saluran dan menuju ke pusaran air sampai ke laut. Dua belas imam kemudian muncul, mengambil kepala, meletakkan potongan tubuh lainnya bersama-sama, dan membakar lilin untuk melakukan tarian berputar yang begitu cepat sehingga Mahbub hanya melihat lingkaran cahaya. Kemudian berhenti di atas tempat tidur, mereka meratap seraya berkata;
"Berapa lama, ya Tuhan, berapa lama?... Ketika harapan matahari akan muncul di kegelapan keputusasaan kita? Bangkitlah, Oh Raja, muncul, berapa lama kau akan tetap berada dalam kematian ini?"

Kemudian dari lantai istana, bangkit sosok berbentuk fakir persis seperti yang ditemui sebelumnya. Tapi sekarang dalam kondisi berpakaian cahaya, dimana para imam sujud kepadanya dan berkata; "Khwaja Khizr, yang menguasai waktu telah datang?" 
Khizr menjelaskan kepada Mahbub bahwa mayat itu adalah ayahnya, yang dibunuh oleh Kassab, perampas tahta. Semua terkubur di istana bawah laut, namun tidak ada yang melakukan ritual pemakaman. 

Mahbub berdoa kepada Allah atas nama jiwa ayahnya, setelah kepala bergabung dengan tubuh, Raja itu bangkit dari kematian. Khizr lenyap, dan Mahbub kembali ke India dengan ayahnya dan bersatu kembali dengan Ratu. Ketika Raja India datang untuk meminta batu delima (rubi), Mahbub menusuk jarinya sendiri, tetesan darah jatuh kedalam cangkir yang kemudian menjadi rubi. Mahbub sekarang memahami, bahwa setiap tetes darah yang mengalir dalam pembuluh darah Raja-raja Persia lebih berharga dari batu rubi. Dia menyerang Persia, mengambil kembali tahta yang direbut Kassab, dan kepala Kassab diambil dan digantung di istana bawah tanah, tetapi setiap tetes darah yang mengalir justru menjadi katak. 

Referensi

  • Legends of the Punjab, by R.C. Temple
  • Folk-tales of Hindustan, by Vasu, Srisa Chandra, 1861-1918
  • Manuscript of the Khamsa, image courtesy of Wikimedia Commons
Read more ...

Bencana Perubahan Iklim Akan Berlangsung 10 Ribu Tahun

11 Feb 2016
Tampaknya bencana perubahan iklim kedepan akan terjadi drastis selama satu atau dua abad dengan kenaikan suhu yang sangat cepat diikuti kenaikan permukaan laut. Setidaknya perubahan daratan bumi akan terlihat 10 ribu tahun kedepan yang disebabkan oleh deposit polusi karbon selama tiga abad, dampaknya akan bertahan ribuan tahun.

Analisa baru ini mengemukakan dampak polusi karbon berkepanjangan, sebuah makalah yang diterbitkan dalam Nature Climate Change menjelaskan bagaimana karbon dioksida selama tiga abad terus membanjiri udara bumi. Menurut Shaun Marcott, asisten profesor Geosains di University of Wisconsin-Madison, kenaikan permukaan air laut hampir tak terelakkan selama ribuan tahun ke depan.

Dampak Perubahan Iklim Selama Ribuan Tahun 


Saat ini, kebanyakan proyeksi iklim menyebutkan bahwa bencana perubahan iklim akan terjadi pada tahun 2300. Studi baru kali ini merangkum seluruh dampak yang disebabkan penambahan karbon dioksida ke atmosfer 1-5 triliun ton selama tiga abad berikutnya. Kebanyakan studi justru menggambarkan proyeksi 150 tahun terakhir dan membandingkannya dengan proyeksi beberapa abad berikutnya. 

Banjir, Dampak Perubahan Iklim

Penelitian ini mengamati dampak dari empat tingkat kemungkinan disebabkan oleh polusi karbon, dimulai pada tahun 2000 dan berakhir pada tahun 2300. Para ilmuwan membuka tabir sejarah 20,000 tahun lalu dengan menggunakan bukti fosil karbon dioksida yang berhasil dikumpulkan, termasuk temperatur global dan data permukaan laut mencakup zaman es terakhir. Kemudian mereka membandingkan data masa lalu dengan hasil pemodelan selama 10,000 tahun ke depan. 

Kebanyakan studi memperkirakan bahwa suhu dan permukaan air laut akan meningkat karena terus terjadi pembakaran bahan bakar fosil. Tetapi setelah pembakaran itu dihentikan, maka peningkatan akan kembali turun. Faktanya tidak demikian, hasil pembakaran bahan bakar fosil akan mempengaruhi cuaca selama ribuan tahun, dimana karbon dioksida akan tersimpan di atmosfer dan laut, efek pada suhu dan permukaan laut akan bertahan lama.

Saat ini, diperkirakan total deposit karbon dioksida sekitar 10 miliar ton per-tahun. Dimana jumlah ini terus berkembang sekitar 2,5 persen per-tahun, dan jumlah ini dua kali lebih cepat daripada yang pernah terjadi pada 1990-an. Peradaban manusia sudah meninggalkan karbon dioksida sekitar 580 miliar ton ke atmosfer. Ilmuwan juga menemukan adanya pelepasan karbon dimasa mendatang berkisar 1280 hingga 5120 miliar ton antara tahun 2000 hingga tahun 2300. Dalam pemodelan ini, deposit karbon dioksida akan berakhir 300 tahun kedepan, dan dampaknya akan berlangsung selama 10,000 tahun.
Di tahun 2300, tingkat karbon dioksida akan melonjak, dimana perubahan yang paling ekstrim adalah kenaikan suhu berkisar 7 derajat Celsius atau lebih, dan akan turun sedikit sekitar 6 derajat Celsius setelah melewati masa 10,000 tahun.

Pencairan lapisan es di Greenland dan Antartika dengan tingkat polusi karbon tertinggi diperkirakan akan menaikkan permukaan air laut 80 hingga 170 kaki. Kenaikan ini sudah cukup untuk menenggelamkan hampir keseluruhan wilayah Florida dan sebagian besar pesisir Timur.

Pemanasan laut dan atmosfer sudah mencairkan gletser dan lapisan es, tentunya saat ini telah menimbulkan kenaikan air laut. Para ilmuwan memperhitungkan bahwa perubahan laut dari tingkat polusi karbon terendah keseluruhannya telah mempengaruhi daratan pada tahun 2010, sekitar 19 persen populasi Bumi telah merasakan dampak kenaikan air laut.

Referensi

  • Long-term picture offers little solace on climate change, 08 February 2016, by University of Wisconsin-Madison. 
  • Journal Ref: Consequences of twenty-first-century policy for multi-millennial climate and sea-level change. Nature Climate Change, 2016; DOI: 10.1038/nclimate2923
  • Flooding near Key West, Florida, United States, image courtesy of Wikimedia Commons
Read more ...

Perang Suci Mahdi Akan Invasi Shambhala Di Akhir Zaman

10 Feb 2016
Beberapa kontroversi yang masih menjadi topik pembicaraan saat ini adalah teks perang suci yang tercantum dalam Tantra Kalacakra, sebuah catatan yang ditulis Raja Kalki sekitar delapan ratus tahun sebelum munculnya Islam. Didalamnya disebutkan bahwa ajaran yang dibawa oleh para guru besar tersebut akan membawa bencana, dimana salah satu pemimpinnya yang disebut 'Mahdi' akan melakukan invasi ke Shambhala di akhir zaman.

Sekitar 800 tahun sebelum kelahiran Islam, telah disebutkan nubuat dalam Tantra Kalacakra Ringkas ayat I.154:
Adam, Nuh, Abraham, dan lima lainnya – Musa, Yesus/Isa, dan Ia yang Berpakaian Putih, Muhammad, dan Mahdi – dengan tamas, berkasta asura-naga. Kelak, yang kedelapan ialah ia yang buta. Yang ketujuh akan menjelma tiba di kota Baghdad di tanah Mekah, (tempat) di dunia ini dimana sebagian dari (kasta) asura akan mengambil bentuk sebagai kaum mleccha yang berdaya dan tak kenal ampun. (Tib. bsDus-rgyud, Skt. Laghu Tantra Kalacakra) 

Benarkah akan ada penyerangan ke Tibet? Bagaimana penjelasan sebenarnya tentang metafora raja Kalki Shambala tentang perang suci Mahdi? Untuk menghindari kesalahan dalam penerjemahan teks, maka penjelasan berikut akan membuka wawasan baru tentang pemimpin ataupun Mahdi yang dimaksud.

Perang Suci Mahdi Dan Invasi Ke Shambhala


Dalam memahami konsep perang suci, masih banyak yang menganggapnya dengan konotasi negatif yang terkadang mengubahnya dengan cara kekerasan. Seperti halnya Perang Salib, tetapi dalam hal ini berbeda dalam tradisi Buddha yang tidak memiliki istilah 'Perang Suci' secara teknis. Tetapi sangat disayangkan, beberapa ahli tafsir salah dalam mengartikan metafora yang tertulis dalam kebanyakan naskah, salah satunya Kalki.

Dalam teks Buddhis, terutama literatur Tantra Kalachakra, mengungkap tingkat eksternal dan internal pertempuran yang dapat dipahami sebagai perang suci. Dalam hal yang sama, kedua pemimpin agama dapat memanfaatkan dimensi eksternal adanya perang suci untuk kepentingan politik, ekonomi, atau bahkan pribadi, menggunakannya untuk membangkitkan pasukan tempur. Tetapi, pemahaman pada kedua agama ternyata lebih menekankan pada peperangan rohani (internal) yang melawan kebodohan sendiri.

Metafora Kalki Tentang Mahdi Dan Perang Suci


Shakyamuni Buddha dilahirkan dalam kasta prajurit India dan sering digunakan sebagai citra yang menggambarkan perjalanan spiritual. Dia adalah 'Triumphant One' yang mengalahkan kekuatan jahat (Mara) dari ketidaksadaran, terdistorsi pandangan, gangguan emosi, dan perilaku karma impulsif. 

Pada abad kedelapan, Shantideva mengutarakan metafora perang berulang kali dalam Bodhisattva, dinyatakan bahwa musuh nyata yang harus dikalahkan adalah gangguan emosi dan sikap yang tersembunyi didalam pikiran. Dan di Tibet, mereka menerjemahkan 'Arhat' dalam bahasa Sansekerta yang berarti makhluk terbebaskan, penghancur musuh, seseorang yang telah menghancurkan musuh batin. Gambaran ini menjelaskan bahwa dalam Buddhisme, panggilan perang suci adalah murni merupakan masalah spiritual dalam diri manusia.

Dalam versi Kalachakra, perang memiliki makna simbolis. Kalki Kedua, (Pundarika) menjelaskan bahwa pertarungan dengan orang-orang Non-India Mleccha bukanlah perang yang sebenarnya, karena pertempuran sesungguhnya berada dalam tubuh manusia. Sejarah menjelaskan, pada abad ke-15, Kaydrubjey menjelaskan bahwa: 
Kata-kata Manjushri Yashas tidak menyarankan untuk membunuh para pengikut agama Non-India. Kalki Pertama menggambarkan rincian perang adalah untuk memberikan metafora pertempuran batin yang mendalam dari kekosongan terhadap ketidaksadaran dan perilaku destruktif.

Kalki Kedua menyebutkan simbolisme tersembunyi, Raudrachakrin mewakili pikiran Vajra, yaitu cahaya terang dalam pikiran. Shambhala mewakili kesenangan di mana pikiran Vajra berdiam, memiliki tingkat kesadaran sempurna yang mendalam. Raudrachakrin menyebutkan dua pemimpin yaitu Rudra dan Hanuman, keduanya mendukung kesadaran yang mendalam dari Pratyekabuddha dan Shravaka. Pasukan Non-India mewakili pikiran kekuatan karma negatif. Muhammad merupakan jalur perilaku destruktif, Mahdi melambangkan ketidaksadaran sebab perilaku dan efek dan kehampaan. Empat tentara Mahdi menggambarkan kebencian, kedengkian, kebencian, dan prasangka, yang akan melawan angkatan bersenjata Shambhala.

Bagaimana dengan pemahaman Islam sebenarnya tentang Mahdi dan perang suci? Sufisme, dalam sejarah telah banyak melahirkan para Wali dan pemimpin umat, tentunya pemahaman Mahdi menurut mereka jauh berbeda. Dalam hadits qudsi disebutkan:
Allah berfirman: "Para Wali-Ku itu ada dibawah naungan-Ku, tiada yang mengenal mereka dan mendekat kepada seorang wali, kecuali Allah memberikan Taufiq HidayahNya".
Para wali Allah merupakan pengantin-pengantin di bumi-Nya dan takkan dapat melihat para pengantin itu melainkan ahlinya. (Abu Yazid al Busthami )

Hadits Qudsi diperuntukkan untuk muslim yang ahlinya, tidak semua muslim bisa memahami terlebih meyakininya. Tetapi Hadits Qudsi tetaplah perkataan Rasulullah dan semua perkataan Rasulullah bukanlah berdasarkan hawa nafsu.

Dari teks-teks yang dijelaskan bahwa seorang utusan termasuk Mahdi, tidak dikenal bahkan lebih banyak dijauhi daripada orang-orang yang mengikutinya. Seperti halnya kisah para nabi yang banyak diusir, dianiaya, bahkan dibunuh, tetapi ketika mereka telah pergi maka orang-orang baru menyadari bahwa mereka adalah utusan Tuhan. Dengan kata lain bahwa, seorang Wali ataupun Mahdi, tidak akan menyebut dirinya Wali/Mahdi dan bahkan menyangkalnya.

Mahdi yang muncul di akhir zaman, dia akan menyatukan umat Islam dan diikuti umat Nasrani, begitu pula umat lainnya akan mengikuti dan mendukungnya dalam menegakkan kebenaran. Tindakannya bukan membanjiri Bumi dengan darah, melainkan dengan cinta dan damai, tidak ada kepentingan golongan dan politik. Bukan seperti yang diceritakan dalam sejarah tentang Mahdi yang mementingkan golongan dengan memaksa orang lain mengakui dirinya sebagai utusan, bahkan hal ini masih terjadi hingga sekarang.

Siapakah Mahdi, Mesias Yang Dimaksud Raja Kalki?


Mani dikenal pada abad ke-3 di Persia yang mendirikan agama Manichaeisme, seperti agama Iran sebelumnya yang dikenal Zoroastrianisme, yang menekankan perjuangan antara kekuatan baik dan jahat. Mani diterima sebagai nabi oleh sekte sesat 'Islam Manichaean' yang ditemukan diantara beberapa pejabat pengadilan Abbasad di Baghdad.

Khalifah Abbasad dianiaya pengikutnya, Mahdi diprediksi akan menjadi Mesias masa depan, seorang keturunan dari Muhammad yang akan memimpin umat beriman ke Yerusalem, memulihkan hukum Quran dan menatanya, menyatukan para pengikut Islam dalam keadaan politik tunggal sebelum kiamat mengakhiri dunia. Konsep Mahdi sangat menonjol selama periode Abbasad awal, dianggap sebagai Mesias, tetapi tetap tidak muncul sampai akhir abad ke-9.

Manjusri Yashas, Raja Kalki

Manjusri Yashas memprediksi munculnya Islam Manichaean, atau sastra Kalachakra yang pernah ditulis oleh Buddha pada saat itu menjelaskan informasi tentang perkembangan Islam dimulai dari Abbasiyah awal. Kemungkinan sastra ini berasal dari biara-biara Buddha di wilayah Kabul Afghanistan yang berkembang pada waktu itu. Banyak biara yang memiliki motif arsitektur mirip dengan yang ada di Kalachakra Mandala. Kemungkinan juga memiliki kontak dengan Tantra Buddhisme di Kashmir, dimana umumnya sering dicampur dengan Tantra Hindu. Dalam sejarah, Kabul disebutkan telah dihuni oleh populasi Hindu cukup besar pada saat itu.

Prediksi yang tertulis dalam Kalki Pertama menyebutkan bahwa: para pengikut agama Non-India akan memerintah India selama beberapa hari. Dari Delhi, raja Krinmati akan mencoba menaklukan Shambhala pada tahun 2424 Masehi. Teks ini menunjukkan bahwa Krinmati akan diakui sebagai Mahdi, Mesias yang dinantikan. 
Dalam Kalki 25 disebutkan: Rudra Chakrin akan menyerang India dan mengalahkan Non-India dalam perang besar. Kemenangannya akan menandai akhir dari Kaliyuga, dimana praktik Dharma juga akan turun drastis. Setelah itu, zaman keemasan akan muncul mengikuti ajaran berkembang, terutama dari Kalachakra.

Gagasan perang antara kekuatan baik dan jahat, berakhir dengan pertempuran apokaliptik yang dipimpin oleh Mesias, pertama kali muncul di era Zoroastrianisme yang didirikan pada abad ke-6 SM, beberapa dekade sebelum Buddha lahir. Ini juga termasuk Yudaisme, selang beberapa waktu berkembang antara abad ke-2 SM hingga abad ke-2 Masehi. Selanjutnya muncul Kristen Awal dan Manichaeism, dan kemudian Islam.

Tema Apokaliptik juga muncul dalam agama Hindu, tercantum dalam Wisnu Purana sekitar abad ke-4 M. Teks ini menjelaskan bahwa di Akhir Kaliyuga, Wisnu akan muncul dalam inkarnasi terakhirnya sebagai Kalki yang akan lahir di desa Shambhala sebagai putra brahmana Wisnu Yashas. Disebutkan, dia akan mengalahkan agama Non-India dan akan membangunkan kembali pikiran manusia. Setelah itu, sesuai dengan konsep waktu siklus India maka zaman keemasan akan muncul, tetapi bukan akhir dunia. Sulit menentukan, Wisnu Purana berasal dari pengaruh asing dan disesuaikan dengan mentalitas India, atau muncul secara independen.

Sesuai dengan ajaran Buddha tentang Tantra Kalachakra, juga menggunakan nama dan gambar dari Wisnu Purana. Nama-nama yang tercantum tidak hanya mencakup Shambhala, Kalki, Kaliyuga, Wisnu Yashas, ​​Manjusri Yashas, ​​tetapi juga Mleccha yang ditujukan untuk agama Non-India.

Kesalahan Dalam Menerjemahkan Kalki


Meskipun secara tekstual banyak golongan yang menyerukan perang suci, implikasinya disini jelas sangat membakar dam menyulut tindakan negatif, secara tak langsung menyatakan bahwa: 
Islam adalah agama yang kejam, ditandai dengan kebencian, kedengkian, dan perilaku destruktif, yang dapat dengan mudah digunakan sebagai bukti untuk mendukung bahwa Buddhisme adalah Anti-Muslim. 

Umat Buddha di masa lalu sebenarnya memiliki bias dan maksud dari kata-kata ini, dan beberapa umat Buddha saat ini juga berpegang pada pandangan sektarian. Penggunaan Islam untuk mewakili kekuatan yang mengancam dan merusak, semua ini dapat dipahami ketika memeriksa jejak sejarah periode Abbasad awal di wilayah Kabul Afghanistan.

Kelompok Syiah menyadari ramalan Kalacakra, bahwa Raudrachakrin, dimana Kalki Shambhala menyebutkan akan mengalahkan Mahdi, dan hal ini telah membuat mereka tersinggung dengan penerjemahannya. Selama berabad-abad sebuah efek dari keyakinan ini mulai menyebar, misalnya di Balistan menyebutkan bahwa Dajjal, Sang Ratu Adil palsu, dia tak lain adalah Raudrachakrin, sang Kalki Buddha. Akan tetapi, penyamaan seperti itu amat sangat jarang dan terbatas hanya pada beberapa kelompok kecil.

Hubungan umat Buddha dan Muslim di Tibet, tempat ajaran Kalacakra berkembang tetap selalu damai. Pada pertengahan abad ke-17 M, setelah satu setengah abad perang saudara, Dalai Lama Ke-5 mengeluarkan sebuah kebijakan untuk menyatukan berbagai faksi dan kelompok keagamaan yang ada di Tibet ke dalam sebuah masyarakat bersatu. Kebijakannya yang terbuka dan waktu itu terjadi kelaparan hebat di Kashmir, dimana banyak umat Muslim Kashmir pindah ke Tibet. Dalai Lama memberi hak-hak istimewa seperti pemberian lahan, pembebasan pajak, dan mengizinkan untuk mengikuti agama mereka dan menyelesaikan urusan-urusan mereka dengan dewan para pemimpin dan hukum Syariah mereka sendiri. Ia melakukan hal ini tanpa mengumpulkan mereka ke dalam sebuah Kalacakra Mandala dan tanpa menganugerahkan pembayatan Kalacakra pada mereka.

Dalam memahami teks Kalki, para penyerbu Non-India dalam Kalacakra bukan seluruhnya merupakan bangsa Arab Abbasiyyah sendiri atau keseluruhan umat muslim. Para penyerbu itu adalah para pengikut aliran Mesianis Islam, aliran sesat, dimana Islam itu tebagi menjadi 70 golongan (setelah Muhammad) yang masing-masing menganggap kelompoknya benar. Semua peperangan ini dimulai pada saat pemerintahan Kekaisaran Abbasiyyah, dan kebanyakan golongan/sekte/aliran berniat untuk menetapkan Mahdi mereka sebagai penguasa dunia. Aliran-aliran Islam yang mengakui Mahdi dari kelompoknya pada waktu itu telah memulai peperangan, semua untuk kepentingan golongan bahkan politik.

Banyak pemimpin yang telah menyelewengkan dan memanfaatkan konsep jihad atau perang suci demi kekuasaaan dan pencapaian, hal sama juga berlaku pada Shambhala tentang perang melawan pasukan asing. Agvan Dorjiev, asisten Dalai Lama Ke-13 yang berasal dari Buryat Mongol, menyatakan bahwa diakhir abad ke-19, Rusia adalah Shambhala dan Kaisar Rusia adalah seorang Kalki. Dia berupaya meyakinkan Dalai Lama Ke-13 untuk bergabung dengan Rusia melawan orang Inggris 'mleccha' dalam perjuangan menguasai Asia Tengah. Konsep ini juga terlihat mangatas-namakan perang suci demi tujuan tertentu. Jadi, kata 'mleccha' sebenarnya bukan ditujukan untuk 'Mekkah' melainkan bahasa yang tidak dimengerti Kalki pada waktu itu.

Kalachakra Thangka

Di lain pihak, beberapa penafsir tidak memahami titik waktu yang diramalkan Kalacakra secara harfiah dan menganggapnya sebagai titik waktu yang mengacu pada awal abad ke-21. Penafsiran ini mungkin saja berlandaskan pada ramalan Nostradamus atau pandangan Milenarian, bahwa 2000 tahun setelah Kristus merupakan angka tahun yang bermakna.

Menurut penghitungan yang diberikan di dalam naskah Tantra, pertempuran antara Kalki Raudrachakrin dan Mahdi di Akhir Kaliyuga tidak akan segera terjadi. Kalacakra meramalkan pertempuran akhir zaman akan dimulai sekitar tahun 2017 hingga 2424 Masehi. Setelah itu ajaran Kalacakra akan tumbuh subur selama 12 kurun waktu sepanjang 1800 tahun, dimana setiap kurun waktu akan berlaku disetiap 12 pembagian wilayah Benua Selatan. Dalam teks Kalacakra, 1800 adalah angka bermakna yang muncul berulang kali di seluruh ajaran Kalacakra dengan beberapa makna ilmu angkasa, ilmu fa’al dan meditasi.

Referensi

  • Taking the Kalachakra Initiation, by Alexander Berzin, 1997
  • Introduction to the Kalachakra Initiation, by Alexander Berzin, 2011
  • Kalachakra thangka from Sera Monastery, Manjusrikirti King of Shambhala, image courtesey of Wikimedia Commons
Read more ...

Kelahiran Islam Tertulis Di Kalki Shambhala Abad Ke 7 SM

9 Feb 2016
Menurut pandangan literatur Buddha, Buddha telah mengajarkan Tantra Kalacakra pada abad ke-9 SM, kemudian tujuh abad setelahnya, Raja Kalki Shambhala Pertama yang menyusun Tantra Kalacakra Ringkas, dan hanya naskah kedua saja yang selamat. Penulisan Tantra Kalacakra Ringkas dilakukan antara akhir abad ke-9 dan awal abad ke-10 M, merupakan gabungan dari beberapa bagian berbeda yang mungkin disusun dibeberapa wilayah mencakup Afghanistan Timur, Oddiyana yang meliputi Pakistan barat laut, Pujab barat, dan Swat, serta Kashmir. 

Dalam literatur Buddha mengajarkan Kalachakra Tantra di Andhra, India Selatan, pada tahun 880 SM mengunjungi Raja Shambhala, Suchandra dan rombongannya. Raja Suchandra membawa ajaran kembali ke Utara, dimana mereka telah berkembang waktu itu. Shambhala adalah alam manusia, bukan tanah murni yang diduduki Buddha, dimana semua kondisi dianggap kondusif untuk praktek Kalachakra. Meskipun lokasi sebenarnya di bumi dapat mewakilinya, Dalai Lama menjelaskan bahwa Shambhala adalah murni sebagai alam rohani. Walaupun dalam literatur tradisional, tempat ini bisa dilintasi melalui perjalanan fisik, dan satu-satunya cara untuk mencapainya adalah dengan latihan meditasi Kalachakra.

Nubuat Raja Kalki Shambhala Tentang Kelahiran Islam


Tujuh generasi setelah kekuasaan Suchandra, pada tahun 176 SM, Raja Manjushri Yashas berkumpul dengan para pemimpin agama dari Shambhala, khususnya Brahman, tujuan semua ini untuk mendapatkan dan mengumpulkan prediksi dan peringatan yang pernah ditulis oleh Raja Shambhala di abad ke7 hingga ke-8 SM. Dalam teks prediksi yang terkumpul disebutkan bahwa 800 tahun kemudian (yaitu tahun 624 M) agama Non-India akan lahir di Mekah.

Kalachakra Thangka, shambhala

Karena kurangnya persatuan diantara Brahmana dan kelemahan dalam mengikuti dengan benar perintah dari kitab suci Veda, banyak yang akan menerima agama ini ketika para pemimpinnya mengancam invasi. Untuk mencegah bahaya dimasa depan, Manjushri Yashas menyatukan rakyat Shambhala menjadi Kasta Vajra tunggal dengan cara memberi mereka pemberdayaan Kalachakra. Setelah penyatuan Kasta dan pengajaran Kalachakra, Manjushri Yashas menjadi Kalki Pertama, pemegang pertama Kasta tersebut.

Kalki Pertama telah menjelaskan agama Non-India dimasa depan memiliki garis keturunan dari delapan guru besar, yaitu Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, Mani, Muhammad, dan Mahdi. Kemudian, ayat I.154 dari Tantra Kalacakra Ringkas (Tib. bsDus-rgyud, Skt. Laghu Tantra Kalacakra) menyebutkan:

Adam, Nuh, Abraham, dan lima lainnya – Musa, Yesus/Isa, dan Ia yang Berpakaian Putih, Muhammad, dan Mahdi – dengan tamas, berkasta asura-naga. Kelak, yang kedelapan ialah dia yang buta. Yang ketujuh akan menjelma tiba di kota Baghdad di tanah Mekah, (tempat) di dunia ini dimana sebagian dari (kasta) Asura akan mengambil bentuk sebagai kaum mleccha yang berdaya dan tak kenal ampun.

Berdirinya Islam sekitar tahun 622 M, meleset dua tahun dari tanggal yang diprediksi Kalachakra. Deskripsi agama Non-India berada dalam teks Kalachakra, juga digambarkan akan mengorbankan sapi sambil membaca nama Tuhan, sunat, perempuan bercadar, dan doa lima kali sehari menghadap tanah suci. Semua ini memperkuat kesimpulan adanya agama Non-India lahir di Mekah. Dalam bahasa Sansekerta, istilah Non-India adalah Mleccha, yang berarti seseorang yang tidak dipahami cara berbicaranya berbeda dengan lidah Sansekerta. Kata 'mleccha' masih menjadi kontroversi sendiri dibeberapa penafsir, tentunya tidak lepas dari ide 'negatif' pada agama Non-India yang akan dibahas pada artikel selanjutnya.

Hindu dan Buddha sama-sama telah menerapkan Kalachakra, termasuk dalam urusan penyerbu asing dari India Utara, yang dimulai dengan orang Macedonia dan Yunani pada saat kepemimpinan Alexander Agung. Hal ini dijelaskan dengan konotasi 'barbar' yang tertulis dalam metafora teks, dimana kata-kata itu menjelaskan kebodohan dan keserakahan disetiap budaya orang-orang yang menyerang. 

Referensi

  • Taking the Kalachakra Initiation, by Alexander Berzin, 1997
  • Introduction to the Kalachakra Initiation, by Alexander Berzin, 2011
  • Kalachakra thangka from Sera Monastery, image courtesey of Wikimedia Commons
Read more ...

iSains