Ads Top


Kapal Nuh Terbuat Dari Logam, Atau Berbentuk Pulau?

Mungkin tak banyak orang yang meyakini bahwa Kapal Nuh terbuat dari logam Titanium, yang terdampar di gunung Ararat. Kapal itu diduga berada di salah satu tempat, entah itu di puncak gunung atau mungkin telah menjadi daratan. Sama halnya beberapa sejarawan tidak meyakini tentang Golden Ratio (1,6180) atau bilangan Phi tidak dikenal 5000 tahun yang lalu. Yang menjadi pertanyaan jika masyarakat kuno tidak mengenal Golden Ratio, bagaimana Pythagoras mempelajari Piramida Besar?

Ada beberapa penemuan yang disebut-sebut sebagai bahtera Nuh, diantaranya berbentuk kapal dan sisa-sisa jangkar yang telah membatu. Tetapi ada juga yang mengakui bahwa pemerintah mereka membantu dan menyarankan untuk berhenti meneliti, karena bahtera ini terlalu canggih dan tidak bisa dibangun pada zaman sekarang. Bukti ini berdasarkan uji radioaktif terhadap sampel artefak, yang selama ini disembunyikan dari publik.

kapal nuh, bahtera nuh

Ada argumen yang menceritakan kedatangan para Dewa kuno dan membangun sebuah bahtera untuk perlindungan seluruh bentuk kehidupan di permukaan Bumi. Jika benar, sebesar apa bahtera itu? Sebuah bahtera yang tidak mungkin dibangun saat ini dengan seukuran kapal induk terbesar yang pernah dibuat manusia modern. Lalu, bagaimana mungkin Nuh membangun kapal dari logam yang sebagian besar adalah Titanium? Siapa yang membangunnya, apakah dia dibantu makhluk utusan Tuhan?

Kapal Nuh Terbuat Dari Logam Titanium


Dalam literatur Islam, disebutkan Nuh menikah dengan seorang wanita yang namanya tidak disebutkan dalam Al Quran. Beberapa sejarawan Islam seperti Al-Tabari telah menyebut nama istri Nuh adalah Umzrah binti Barakil, tapi tidak dapat dibuktikan darimana asalnya. Kebanyakan Muslim hanya memanggilnya dengan nama Naama. Nuh memiliki empat anak yang bernama Ham, Sem, Yam dan Yafet. Menurut Quran, salah satu putra Nuh termasuk seorang kafir yang menolak untuk menaiki bahtera, memilih untuk mendaki gunung dan tenggelam, dialah Yam.

Fakta ilmiah menyebutkan, sekitar 5000 tahun yang lalu, sebuah bola berukuran 3 mil menabrak laut lepas pantai Madagaskar. Bencana alam menyebabkan serangkaian tsunami setinggi 600 kaki dan menabrak garis pantai seluruh dunia, melepaskan debu-debu uap air panas dan aerosol partikulat ke atmosfer. Dalam beberapa jam, uap panas dan suhu lembab menyebabkan badai super yang menghantam sisi lain di planet ini. Selama sekitar satu minggu, material yang terlempar keluar dari atmosfir tertarik kembali ke Bumi dan menyebabkan kegelapan. Sekitar 80 persen populasi dunia mungkin telah tewas, bencana yang paling mematikan dalam sejarah dunia.

Banyak bukti arkeologi berupa ukiran dinding tentang kedatangan makhluk asing, astral, atau sebutan lainnya yang sekarang tidak muncul di zaman modern. Mungkin juga mereka telah membantu membuat lubang dan mencetak batuan menggunakan teknologi ultrasound atau laser seperti di Piramida Besar Mesir. Tak akan mungkin sanggup manusia membuat Piramida tanpa teknologi, sangat jelas peradaban kuno telah mengenal akrab tehnik Geometri dan Golden Ratio.

Penelitian Dolni Vestonici mencoba melihat paduan logam yang telah dikenal sejak 30,000 tahun yang lalu. Menurutnya, makhluk selain manusia telah mengenalkan pengetahuan ini dan telah mengajarkan bahasa yang ada di Bumi. Seperti alfabet Cuneiform dan hieroglif dan sistem penghitungan. Banjir Besar dan Bahtera Nuh telah dikenal dalam literatur agama Kristen, Yahudi dan Muslim. Tapi yang sering terjadi dengan keyakinan agama, beberapa penerjemahan mengalami keterbatasan kisah ini. Menganggap bahtera Nuh adalah sebuah kapal persegi panjang sederhana yang dibangun oleh satu orang dan keluarga besarnya yang kini terdampar di gunung Ararat. Tetapi menurut penelitian, material bahtera itu 64 persen terbuat dari logam dan lebih besar dari kapal induk Inggris modern.

Pemerintah Los Alamos secara pribadi membantu dengan tes dan pengukuran, mereka tidak percaya dengan peninggalan Bahtera Nuh di gunung Ararat. Jelas bahwa bahtera itu tidak dibangun oleh manusia 5200 tahun yang lalu, prinsip rekayasa tehnik dan melibatkan perhitungan Golden Rasio digunakan dalam pembuatannya. Sejarah menunjukkan bukti bahwa besi serta logam lain tidak mungkin dikenal hingga 3200 tahun yang lalu, misalnya Titanium dan Aluminium. Tetapi Kitab Nuh menjelaskan adanya kedatangan malaikat dengan keterampilan metalurgi luas untuk membangun Bahtera raksasa. Mereka mengajarkan umat manusia dengan tulisan paku dan kendaraan beroda, mengajarkan pengetahuan astronomi dan sistem tata surya.

Dalam beberapa pernyataan Tom Fenner John dan Baumgarten tentang WAR (Wyatt Archaeological Research And Ron Wyatt), mereka mendapat telepon untuk mewawancarai sebagian besar orang yang bekerja. Tidak satu orang pun yang melihat video percaya bahwa situs Ron Wyatt adalah Bahtera Nuh. Beberapa daintaranya marah, dimana Wyatt masih menggunakan video ini untuk meyakinkan temuannya, mereka berpendapat termuan itu merupakan formasi geologi alami. Surat-surat dari arkeolog dalam acara Denominasi Ron Wyatt menyebutkan, mereka memiliki kepentingan dalam substansi klaim Ron Wyatt yang telah menemukan sedikit, atau Tidak Ada Bukti Ilmiah untuk mendukung penemuan ini.

Organisasi Ron Wyatt menjadi non-profit dan tidak memiliki investor, tetapi saat itu ada puluhan ribu dolar diinvestasikan dalam WAR oleh pihak televisi. Dan saat ini, tidak satupun yang menginvestasikan uang karena tidak sedikit pun bukti ilmiah yang menguatkan klaim Ron Wyatt. Pada video Bahtera Nuh, semua yang disebut data ilmiah telah diduplikasi, dan data yang diberikan laboratorium adalah DATA PALSU. Sehingga orang-orang profesional yang telah melihat bukti, dan mereka yang memiliki hubungan dengan Ron Wyatt, akan menyatakan bahwa penemuan ini adalah HOAX.

Sejak laporan ini diterbitkan, Ron Wyatt kemudian meninggal. Tetapi masih banyak orang yang mempromosikan klaim temuan Ron Wyatt sebagai bahtera Nuh. Banyak yang melakukan riset ulang tentang temuan bahtera Ararat, tetapi tampaknya kapal itu hanya begaian dari sisa-sisa bencana yang terdampar, tidak jelas tujuan penelitian untuk apa, atau hanya mencari popularitas media.

Siapa Yang Membantu Pembuatan Kapal Nuh?


Kebanyakan orang berasumsi bahwa Nuh membangun Bahtera, tetapi naskah yang tertulis dalam Kitab Henokh (BAB 65: Kitab Nuh) jelas menyatakan bahwa para malaikat ikut membantu pembangunan kapal. Disebutkan hanya delapan keluarga Nuh menaiki bahtera, sedangkan pengikutnya menunggu ketidakpastian bencana yang datang.


  • BAB 65-67: Naskah Kitab Nuh
  • 65.1 Dan pada hari-hari itu, Nuh melihat bumi telah miring, dan bahwa kehancuran sudah dekat. Posisi Bumi relatif terhadap acaman jalur komet.
  • 65.6 ... Karena mereka telah belajar semua rahasia Malaikat... dan semua rahasia kekuasaan mereka, dan semua kekuatan mereka yang melatih seni sulap/sihir, dan kekuatan pesona, dan kekuatan mereka yang melemparkan gambar cair untuk seluruh bumi (menyiratkan logam cair).
  • 66.1 Dan setelah ini, Dia menunjukkan padaku Malaikat penghukum, yang siap untuk datang dan melepaskan semua kekuatan air yang berada di bumi, dalam rangka untuk membawa penghakiman, dan kehancuran, pada semua orang yang tinggal dan berdiam di tanah kering.
  • 67.1 Dan pada hari-hari itu, firman Tuhan datang kepadaku, dan Dia berkata: "Nuh, lihatlah; banyak yang telah datang, tanpa cela, banyak cinta dan kejujuran.
  • 67.2 Dan sekarang para Malaikat membuat struktur kayu, dan ketika para Malaikat selesai dari tugas itu, Aku akan meletakkan tangan-Ku di atasnya, dan tetap aman. Dan perubahan akan terjadi, sehingga tanah yang kering mungkin tidak lagi kosong.
  • 67.4 Dan mereka akan menutup mulut Malaikat yang menunjukkan kejahatan, di lembah terbakar... di barat, dekat pegunungan emas dan perak, besi dan logam lunak serta timah.
  • 67.5 Dan aku melihat lembah itu, di mana ada gangguan besar, dan naik-turun dari perairan.
  • 67.6 Dan ketika semua ini terjadi, dari logam cair yang berapi-api, dan gangguan, yang mengganggu perairan di tempat itu, berbau belerang, dan itu terkait dengan perairan. Dan lembah Malaikat, yang memimpin orang-orang sesat, membakar dibawah tanah.
  • 67.7 Dan melalui lembah-lembah wilayah yang sama, mengalir keluar sungai api, dimana Malaikat itu akan dihukum, yang menyesatkan orang-orang di tanah yang kering agar berharap Dewa datang dari bawah air.

Siapakah malaikat yang dimaksud, malaikat yang melanggar firman Tuhan. Naskah Laut Mati juga menggambarkan jatuhnya 200 malaikat yang disebut Vigilant, mereka turun di Gunung Hermon (utara Palestina). Salah satu Vilagant terkutuk disebut Azazel yang mengajarkan orang bagaimana untuk membangun senjata dan armor, dan bagaimana cara memanipulasi logam. Sementara Vigilant lainnya mengajarkan seni magis seperti awan, meteorologi, tanda-tanda bumi dan astronomi. Mengajarkan penggunaan rempah-rempah makanan juga tinta dan kertas, juga memperkenalkan cara menulis.

Komposisi Logam Artefak Kapal Nuh


Ini merupakan salah satu bukti bahwa Bahtera Nuh memiliki berbagai komposisi logam. Analisis kimia melaporkan adanya Oksida karena kebanyakan logam mengoksidasi selama ribuan tahun. Residu logam menunjukkan tidak hanya pada peninggalan Kapal Nuh, tetapi juga pembangunannya diduga melibatkan makhluk lain (malaikat), sama seperti yang dijelaskan dalam buku Nuh. Ditemukan logam dalam bentuk paku keling (terdiri dari kepala dan batang yang dipakai untuk mengikat penyambungan dari pelat besi dengan cara dikeling), pencuci, pengurung, serta relik pemberat/jangkar.

Analisis Besi Paku Keling

Ron mendekati Bahtera Nuh dari ujung selatan, dia melihat sebuah benda yang berbentuk yang sangat besar dengan mesin di sekitarnya. Sampel keling lainnya ditemukan menunjukkan 8.35% besi, 8.35% aluminium, dan 1,59% titanium. Temuan ini menyiratkan suatu pengetahuan yang sangat maju dibidang metalurgi dan rekayasa. Karakteristik dari paduan besi-aluminium telah diteliti di Russian Chemical Bulletin pada tahun 2005 dan mengungkapkan bahwa paduan ini membentuk lapisan tipis aluminium oksida yang melindungi bahan dari karat dan korosi.

kapal nuh

Mangan Dan Spesimen Pemberat/Jangkar

Mangan ditemukan dalam konsentrasi yang sangat tinggi dalam spesimen pemberat. Di saat ini, lebih dari 95% mangan digunakan untuk membentuk Ferroalloys oleh industri logam, terutama untuk pembuatan baja, tanpa mangan baja akan memecah ketika Hot-Rolled. Dalam uji mikroskop elektron menampilkan produk slag (arang besi), jenis produksi logam yang dihasilkan tidak dapat disimpulkan. Bahkan orang awam dapat dengan mudah memahami bahwa ini seperti produk metalurgi modern.

Bintil Mangan

Mengabaikan karbon anorganik, sangat kontras dengan kayu yang membatu, tetapi jumlah mangan dioksida 80%, 84% dan 87%, sangat luar biasa. Los Alamos menentukan bahwa spesimen menunjukkan adanya hubungan dengan produksi aluminium aloid.

Besi Tempa

Los Alamos juga menganalisis sampel besi dari Kapal Nuh, hasil tujuh sampel bervariasi mulai dari 60% hingga 91.84% adalah Fe2O3. Pembacaan tertinggi diperoleh dari sudut braket yang mirip besi tempa.

Pemberat/Jangkar, Kaya Titanium

Bahan aneh ditemukan tersebar di seluruh bagian bawah Kapal Nuh dan di lokasi yang jauh berada di sisi gunung. Sangat identik dengan materi aneh yang ditemukan di lambung ujung utara, dan jumlahnya sangat banyak. Sangat kontras dengan kayu yang membatu, tapi mengandung mangan dioksida yang luar biasa lebih dari 80%, dan Titanium.

jangkar kapal nuh

Pada salah satu analisis dari bahan pemberat, John Baumgardner menulis: "...bagian akhir produksi aloid aluminium". Spesimen ini mengandung 31.44% mangan, 41.95% Titanium dan TIDAK ADA BESI, 11.33% silikon, dan 7.19% aluminium. Tim peneliti Los Alamos National Laboratories hampir tidak mempercayai, bahwa manusia mampu memproduksi 40% Titanium paduan aluminium-mangan 5200 tahun yang lalu.

Mungkin ada lebih dari satu jenis paduan termasuk dalam spesimen ini, tapi yang satu ini adalah produk limbah dari produksi aluminium. Sementara spesimen lain juga mengungkapkan kandungan titanium sebesar 74%. Selain itu, spesimen ini menunjukkan bahwa itu adalah terak, atau beberapa jenis paduan logam cair identik dengan paduan Titanium modern.

Kapal Nuh Seperti Pulau Tidak Akan Ditemukan


Untuk mengangkut pasangan makhluk hidup yang ada di Bumi, benih tanaman, dan bahan pangan berhari-hari, dibutuhkan kapal yang jauh lebih besar dari bahtera di gunung Ararat. Kapal yang kuat, karena bisa saja terjangan obak bagai tsunami menenggelamkan kapal induk terbesar yang pernah ada zaman sekarang.

Lalu, dimana keberadaan kapal Nuh? Beberapa orang berpendapat, bahtera Nuh adalah kapal yang mengambang di angkasa dan berasal dari makhluk di luar Bumi. Sejauh ini, tidak ada bukti yang menguatkan keberadaan makhluk yang disebut "Alien". Semua bukti ilmiah menjelaskan bahwa Bumi merupakan planet sempurna dengan kehidupan nyata. Yang paling mungkin dan logis, bahtera Nuh lebih besar dari kapal induk modern, dia membangun sebuah pulau yang bisa mengambang ketika bencana besar datang.

Jika Nuh membawa seluruh makhluk hidup di bahtera raksasa, maka tidak akan sanggup memberi makan setiap makhluk yang berada disetiap ruang. Ini sangat tidak logis, dan naskah Nuh menyebutkan bahwa malaikat membantu membuat struktur kayu, bukan logam seperti yang dianalisa sejarawan. Disebutkan dalam naskah:
67.2 Dan sekarang para Malaikat membuat struktur kayu, dan ketika para Malaikat selesai dari tugas itu, Aku akan meletakkan tangan-Ku di atasnya, dan tetap aman. Dan perubahan akan terjadi, sehingga tanah yang kering mungkin tidak lagi kosong.
67.4 Dan mereka akan menutup mulut Malaikat yang menunjukkan kejahatan, di lembah terbakar... di barat, dekat pegunungan emas dan perak, besi dan logam lunak.

Sebuah pertanyaan muncul, apakah Azazel, malaikat yang terusir juga membangun sebuah kapal untuk mengangkut pengikutnya? Dia berada disuatu lembah yang dekat dengan sumber logam, mencairkan logam untuk membuat berbagai senjata berdasarkan pengetahuannya.

kapal nuh, bahtera nuh

Bentuk kapal yang aneh ini membuat orang menganggapnya sebagai orang gila, tidak seperti bentuk kapal pada umumnya. Nuh telah membuat ekosistem yang berjalan secara alami diatas bahteranya, sehingga tidak perlu memberi makanan setiap makhluk. Nuh tidak menggiring seluruh hewan memasuki perahunya, tetapi insting hewan sebelum bencana tiba telah membawa ke tempat yang paling aman. Sama halnya ketika sebelum terjadi gunung meletus, seluruh hewan turun gunung mencari tempat yang paling aman. Perahu itu dibuat sedemikian rupa seperti daratan, menampung semua tanaman besar dan yang terkecil, sehingga hewan-hewan merasakan tidak ada perbedaannya dengan hutan. Hal ini juga menjawab serangkai pertanyaan mendasar diantaranya, bagaimana hewan-hewan itu tak saling memangsa? Apakah mungkin hewan dan manusia bisa hidup bertahan, sementara ekosistem telah hancur, kekurangan makanan dan air bersih? Ekosistem buatan diatas kapal raksasa adalah jawaban yang paling masuk akal.

Bagaimana bisa membangun Kapal Nuh sebesar pulau? Pertanyaan yang sama juga akan tercetus, bagaimana peradaban terdahulu mampu membangun Piramida, Menara Babel, dan istana batu yang tidak mungkin dikerjakan manusia modern? Sampai sekarang tidak ada bukti yang pasti, bagaimana pembangunan piramid, bahkan bagaimana Nuh bisa membangun bahtera. Meskipun banyak para ahli yang menyebut adanya bantuan dari luar angkasa, atau malaikat, tetapi semuanya masih berupa naskah.

Salah satu bukti bahwa peradaban saat itu sudah maju adalah temuan bahtera besi di gunung Ararat. Bahtera ini setara dengan kapal induk terbesar yang di desain dengan akurat menggunakan ilmu pengetahuan geometri. Meskipun ada beberapa tempat yang diduga, tetapi teori kapal Nuh seperti pulau belum bisa diterima karena tak ada bukti sama sekali. Mungkin saja bahtera ini telah menjadi dataran atau bagian dari salah satu gunung, atau berada di laut lepas.

Referensi

  • NOAH'S ARK, By Dr Barry M. Warmkessel with Support From Lawrence P. Giver, Sonja M. Kawamoto and Jane Yin. Publish 10 Mar 2003, Update 29 Mar 2017.
  • Noah Ark Ararat, by Wyatt Museum
  • Descent of Noah from Ararat by Ivan Aivazovsky (1889, National Gallery of Armenia), image courtesy of wikimedia commons

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.