Ads Top


Misteri Liontin Raja Suku Maya Dan Ritual Dewa Angin

Baru-baru ini, arkeolog dikejutkan dengan penemuan sebuah misteri liontin Raja Suku Maya yang berharga di Nim Li Punit, Belize selatan. Penggalian situs arkeologi menemukan sepotong batu giok besar yang diukir dan kemungkinan milik seorang raja Maya kuno. Permata liontin giok dipakai di dada raja selama upacara keagamaan kunci, ini merupakan temuan pertama kali dalam penggalian situs sejak tahun 2015.

Misteri Liontin Raja Suku Maya

Liontin ini dianggap sangat luar biasa dan ukurannya yang terbesar kedua setelah temuan Maya Jade di Belize. Liontin itu selebar 7,4 inci yang tingginya 4,1 inci dan tebal hanya 0,3 inci. Menurut arkeolog Braswell, batu ini merupakan satu-satunya yang ditemukan dengan tulisan teks sejarah, liontin diukir 30 hieroglif yang menceritakan tentang pemilik pertamanya. Tulisan itu menceritakan kisah pendek tapi penting, dan mungkin akan mengubah pandangan tentang suku Maya selama ini. Selain itu, liontin tidak rusak termakan usia sejarah dan terhindar dari para pemburu harta.

Misteri Liontin Raja Suku Maya


Batu itu ditemukan di penggalian situs Nim Li Punit, merupakan situs kecil di Kabupaten Toledo Belize. Situs ini berada di punggung bukit di Pegunungan Maya, dekat desa Indian Creek. Daerah yang termasuk wilayah basah dan dihuyur hujan selama sembilan bulan dalam setahun. Situs ini berada ditepi tenggara zona kota Maya kuno, sekitar 250 mil bagian selatan dari Chichen Itza di Meksiko. Nim Li Punit diperkirakan telah dihuni dan berkembang antara tahun 150 hingga 850 Masehi.

Para arkeolog yang dipimpin Braswell telah menggali sebuah reruntuhan istana dan makam yang masih utuh dibangun sekitar tahun 400 Masehi. Di dalam makam yang dibangun sekitar tahun 800 M, ditemukan 25 tembikar, batu besar yang telah dipipihkan menjadi bentuk dewa dan batu dada terbuat dari giok berharga. Juga ditemukan beberapa gigi, tetapi tidak ditemukan sisa-sisa kerangka manusia.

situs Nim Li Punit, situs suku maya

Misteri liontin Raja Suku Maya berbentuk huruf T, merupakan aksara Maya glyph "ik" juga merupakan singkatan dari "angin dan napas". Salah satu pot ditemukan disampingnya, artefak dengan wajah berparuh, mungkin menggambarkan dewa angin suku Maya. Angin dipandang sangat penting oleh suku Maya, membawa hujan tahunan yang membuat tanaman tumbuh. Dan raja Maya sebagai penguasa ilahi bertanggung jawab untuk cuaca sekitarnya, melakukan ritual sesuai dengan kalender suci, membakar dan menghamburkan dupa agar terbawa oleh angin dan hujan yang memberi kehidupan. Menurut Braswell, prasasti liontin ini pertama kali digunakan pada tahun 672 M dengan ritual seperti itu.

Dua relief pada lempengan batu besar di Nim Li Punit menggambarkan penggunaan liontin. Raja ditampilkan mengenakan liontin berbentuk T dan melakukan hamburan dupa pada tahun 721 dan 731 Masehi, sekitar 50 dan 60 tahun setelah liontin ini pertama kali dipakai. Pada tahun 800, liontin dimakamkan tidak berdampingan dengan pemiliknya, tetapi hanya dengan benda-benda lainnya. Menurut arkeolog, liontin itu bukan perhiasan seseorang dan memiliki kekuatan besar serta sihir.

Kerajaan Maya runtuh disepanjang Belize dan Guatemala sekitar tahun 800 Masehi, dimana tingkat populasi anjlok, termasuk Nim Li Punit juga ditinggalkan. Sebuah teori mengungkapkan bahwa perubahan iklim Maya yang disebabkan kekeringan telah menyebabkan kegagalan pertanian dan runtuhnya peradaban Maya. Makam ini didedikasikan untuk Dewa Angin yang membawa hujan tahunan yang pada waktu itu sedang mengalami krisis.

Prasasti yang tertulis dibalik liontin menyebutkan; Liontin itu dibuat untuk Raja Janaab 'Oh! K'inich. Selain mencatat penggunaan pertama liontin di tahun 672 Masehi untuk upacara dupa hamburan, hieroglif menggambarkan asal usul raja. Sedangkan ibunya adalah Midas, sebuah situs yang jauh di Belize barat. Ayah raja meninggal sebelum berusia 20 tahun dan mungkin berasal dari suatu tempat di Guatemala.

Misteri liontin Raja Suku Maya dan situsnya juga menggambarkan upacara aksesi raja di tahun 647 M, mungkin menghubungkan raja ke kota Maya yang kuat dan besar dari Caracol, terletak di zaman modern Belize. Situs ini bercerita tentang politik yang berada jauh dari Nim Li Punit. Midas, tempat kelahiran ibu sang raja jaraknya 60 mil dari situs. Braswell percaya bahwa Liontin tersebut menceritakan tentang kedatangan bangsawan di Nim Li Punit, yang menceritakan berdirinya dinasti baru.

Sampai saat ini, para arkeolog masih belum menemukan alasan yang tepat, mengapa batu liontin itu dikuburkan di situs ini, jauh dari pemiliknya. Ada indikasi perdagangan bahwa batu itu berasal dari pegunungan Guatemala, sebelah barat daya dari Belize.

Referensi

  • A Pendant Fit for a King, 23 february 2017, by University of California - San Diego 
  • Maya politics and ritual: An important new hieroglyphic text on a carved jade from Belize. Ancient Mesoamerica, 2016; 27 (02): 267 DOI: 10.1017/S095653611600033X

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.