Ads Top


Belajar Bahasa Asing Dari Film Sci-Fi 'Arrival'

Belajar bahasa asing yang tidak kita mengerti, bagaimana kita menerjemahkan apa yang dikatakan mereka biasanya melihat pola gerakan dari awal hingga akhir. Para pendatang yang kita anggap asing tampaknya juga melakukan hal yang sama, sebuah konsep melingkar.

Salah satu hiburan yang cukup mengajarkan, bagaimana manusia bisa berinteraksi dengan yang lain, bahasa asing yang tidak di mengerti, kita bisa menonton Sci-Fi berjudul 'Arrival' yang diperankan Amy Adams dan Jeremy Renner. Sebuah ide yang menjelaskan bahwa hubungan intim antara bahasa kita dan bagaimana cara melihat dunia, semesta. Kisah ini juga menjelaskan cara manusia berpikir melalui bahasa yang berbeda menyebabkan pola pikir berubah.

Teori Linguistik Belajar Bahasa 'Asing'


Menurut Ives Goddard, seorang kurator dan ahli bahasa yang bertugas di  National Museum of Natural History’s Department of Anthropology, bahwa hubungan antara bahasa dan ucapan yang dibicarakan seseorang sebenarnya memiliki akar. Bagaimana manusia bisa belajar bahasa asing dengan mengikuti pola teori.
Teori ini disebut Hipotesis Sapir-Whorf yang menyatakan bahwa bahasa tidak hanya memberi petunjuk kepada manusia, tetapi juga mengarahkan bagaimana cara mengungkapkan pikiran mereka untuk mempengaruhi atau bahkan menentukan pikiran. 

Pendapat lain juga menegaskan bahwa evolusi bahasa terbentuk melalui budaya dan lingkungan asli, dimana manusia tinggal lebih lama atau bukan sekedar singgah. Sekarang sebagian besar ahli bahasa memasukkan 'sedikit' hipotesis ini. Hipotesis Sapir-Whorf sampai sekarang dianggap kontroversial diberbagai tingkatan, Benjamin Lee Whorf dan Edward Sapir, keduanya adalah ahli bahasa yang berkolaborator diawal abad ke-20. Anehnya, mereka mereka tidak pernah benar-benar menerbitkan hipotesis bersama tentang bahasa dan kognisi. 

trailer film, belajar bahasa asing

Menurut catatan terakhir, Edward Sapir tidak sepenuhnya mengusung ide hipotesis tersebut. Setelah dia meninggal pada tahun 1939, muridnya (Lee Whorf) meneruskan pengetahuan yang diajarkan Edward menjadi lebih ekstrim dan kemudian diabadikan dalam teori Sapir-Whorf. Whorf pernah menulis di MIT Technology Review pada tahun 1940, setahun setelah kematian Sapir. Teori Whorf sebagian berasal dari studi tentang kosakata Eskimo, menurutnya orang Eskimo hidup begitu erat dengan wilayah bersalju di Arktik. Orang-orang Eskimo jauh lebih banyak mengembangkan 'istilah' untuk menggambarkan sesuatu daripada budaya lain.

Tata bahasa dari 'setiap bahasa' bukan hanya sebagai alat reproduksi untuk menyuarakan ide, melainkan sebagai pembentuk ide. 
Relativitas linguistik dikemas dan dipopulerkan pada tahun 1950 oleh beberapa mahasiswa yang dekat dengan Sapir. Sayangnya, teori ini dikritik dan dihentikan oleh pengikut ahli linguistik, Noam Chomsky. Menurut Chomsky, bahwa semua bahasa memiliki karakteristik tata bahasa tertentu, evolusi manusia dan otak telah membantu menentukan bagaimana bahasa terbentuk.

Kemudian mulai banyak kritikus teori Whorf dan Relativitas Linguistik, menganggapnya salah menafsirkan bahasa Eskimo secara keseluruhan. Diantaranya linguist Steven Pinker, pada tahun 1994 menerbitkan buku 'The Language Instinct'. Di tahun 1991, sebuah paper berjudul "The Great Eskimo Vocabulary Hoax" ditulis oleh Geoffrey Pullum, dia membandingkan bahasa Eskimo dengan film Alien yang isinya konyol dan mengejek teori Whorf.

Jadi, untuk memahami bagaimana meresapi dan belajar bahasa asing yang sama sekali kita tak pernah mengenalnya, tampaknya harus banyak belajar dari film 'Arrival'. Sebuah contoh pemikiran tentang hubungan yang terpisahkan bahasa, sangat sedikit yang diketahui tentang cara kerja pemahaman satu sama lain. Ada banyak metode berbeda sesuai dengan lingkungan dan seberapa lama manusia berinteraksi dengan orang asing.

Referensi

  • Ives Goddard, curator and linguist in the National Museum of Natural History’s Department of Anthropology, via Smithsonian Magazine, 2016.
  • Image screenshot trailer 'Arrival' 2016

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.