Ads Top


Pesan Tersembunyi Huruf Nun Dibalik Kisah Nuh Dan Yunus

Dalam bahasan terdahulu, telah dijelaskan bagaimana simbolisme ikan mempengaruhi tradisi pada aspek-aspek tertentu, terutama yang terkait dengan ikan sang juru selamat. Contoh legenda lain yang juga menceritakan tentang ikan terdapat dalam literatur Hindu, diwakili oleh Matsya-Avatara. Demikian pula simbolis ikan paus dianggap berperan sama yang merupakan pintu akses ke atas, menuju kepada kebenaran illahi.

Nun adalah huruf dalam bahasa Arab dan juga terdapat dalam alfabet Ibrani, Syiria, Aramaic, Phonecia, posisi alphabet ke-14 dengan nilai numerik 50. Dalam hal simbolis dan tradisi Islam, huruf Nun dianggap mewakili Al-Hut (ikan paus) yang selaras dengan makna simbolis dari huruf Nun itu sendiri. Sebuah surat didalam Al-Quran menceritakan tentang ikan, sebuah makna merujuk kepada Yunus yang disebut 'Dhu-n-Nun', tertulis dalam Al-Quran 21:87..."Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus),...

Simbolis Huruf Nun, Bahtera Dan Benih Suci


Dalam literatur Hindu, Wisnu mewujudkan dirinya dalam bentuk ikan (Matsya) dan memberi perintah kepada Satyavrata untuk membangun bahtera di mana benih-benih dunia akan dimasukkan kedalam bahtera. Matsya kemudian memandu bahtera diatas air selama bencana banjir terjadi, hingga air surut dan berakhir di puncak Himalaya. Peran Satyavrata sangat mirip dengan kisah Nuh, dimana bahtera Nuh selama 40 hari memuat semua unsur yang ditakdirkan untuk bertahan selama pemulihan dunia setelah banjir. Dalam kisah Yunus, ikan paus bukan hanya berperan membantu atau menyelamatkan, melainkan telah menjadi bagian dari bahtera itu sendiri, dimana Yunus berada dalam tubuh paus selama 40 hari. 

Yunus Keluar Dari Perut Ikan

Sebagai tokoh simbolis, aspek ini memiliki fungsi ganda yaitu makrokosmik dan mikrokosmik. Munculnya kisah Yunus dalam perut ikan paus telah dianggap sebagai simbol Kebangkitan yang berhubungan dengan gagasan 'Kelahiran' dengan melampirkan huruf Nun. Dalam bahasa Ibrani Kabbalah, secara rohani juga diartikan sebagai 'Kelahiran Baru' yaitu sebagai regenerasi makhluk, individu atau kosmik.

Berbeda dengan simbolis huruf Alif dan Ba, yang telah dijelaskan terdahulu. Hal ini jelas ditunjukkan melalui bentuk huruf Nun yang terdiri dari bagian bawah setengah melingkar dan titik berada di pusat lingkaran. Bagian bawah setengah lingkaran mewakili Bahtera atau perahu di perairan, dan titik ditengahnya merupakan 'benih' dalam bahtera. Posisi titik ini menunjukkan bahwa benih merupakan 'Benih Keabadian', bisa dikatakan bahwa setengah lingkaran yang dimaksud setara dengan mangkuk berisi benih. Benih belum berkembang berada didalam bahtera, identik dengan (setengah dari) dunia teresterial. 
Atau dianggap sebagai unsur transmutasi spiritual. Begitu pula Al-Hut (ikan paus) mewakili arti tertentu yang mengandung 'Benih Keabadian' didalam perutnya. Semua ini diwakili (secara simbolis) sebagai jantung, hubungan yang ketat antara simbolisme hati di dalam bahtera dan perut ikan. 

Benih spiritual yang dimaksud menyiratkan bahwa makhluk yang muncul dari bahtera ataupun keluar dari perut ikan berasal dari 'lingkungan kosmik dimana Dia berasal'. Seperti keluarnya Yunus dari perut ikan (restorasi, pensucian diri) setara dengan kelahiran makhluk dari gua suci, diwakili melalui cekungan setengah lingkaran pada huruf Nun.

Simbolis Huruf Nun, Kelahiran Setelah Kematian


Dalam alfabet, sebelum huruf Nun terdapat huruf Mim, salah satu huruf signifikan yang terkait dengan Kematian (Al-Mawt). Bentuk huruf ini menggambarkan makhluk dalam keadaan seperti sujud sesuai ritual, dalam hal sastra diartikan sebagai 'Kepunahan'. Tetapi, makhluk yang keluar dari bahtera dan perut ikan paus yang diwakili oleh sebuah 'titik' dan tidak bisa dihancurkan, karena benih yang diciptakan berada dibawah kuasa-Nya, seseorang yang akan tetap sujud sesuai ritualnya. Maka, setelah adanya 'Kematian' yang diwakili huruf Mim, maka muncul Kelahiran dari benih baru yang diwakili huruf Nun.

Huruf Nun yang membentuk setengah lingkaran, merupakan simbolisasi yang membawa benih suci yang abadi diatas sebuah perahu ataupun didalam ikan paus. Benih yang dibawa selama 40 hari diatas air, dimana air dalam berbagai sastra dan literatur melambangkan ilmu illahi tanpa batas, sebuah kelahiran di dunia baru yang membawa kebenaran dan kesejahteraan umatnya.

Referensi


Universal Dimensions of Islam: Studies in Comparative Religion, by Patrick Laude, 2011
Jonah and the Whale in the Jami' al-tawarikh, image courtesy of Wikimedia Commons

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.