Ads Top


Penyakit Rakhitis Menjangkiti Manusia Sejak 3000 Tahun Lalu

Dalam analisa yang diumumkan pada Festival Sains Inggris di Bradford, penyakit Rakhitis teridentifikasi pada kerangka Neolitik yang ditemukan di pulau Tiree Skotlandia. Penelitian ini setidaknya telah memecahkan kasus awal penyakit itu menyebar di Inggris dan diseluruh dunia.

Menurut Dr Janet Montgomery dari Durham University, kerangka yang ditemukan ini mengalami malnutrisi atau sakit yang umumnya terjadi pada seorang anak, kekurangan sinar matahari dimasa pertumbuhan, deformitas dan kecacatan ketika dewasa dan akhirnya dimakamkan tanpa ritual yang biasa diberikan selama periode Neolitik. Ilmuwan berspekulasi mengapa penyakit Rakhitis muncul dikomunitas awal pertanian, mungkin komunitas ini enggan membudayakan makan ikan. Hasil penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the Prehistoric Society yang sebagian di danai oleh Historic Scotland.

Periode Awal Penyakit Rakhitis


Kerangka seorang wanita diperkirakan berusia antara 25 hingga 30 tahun dengan tinggi tubuh 145 hingga 150 cm, fisik ini merupakan standar Neolitik. Fosil tulang menjelaskan adanya cacat fisik yang disebabkan penyakit Rakhitis terutama dibagian dada, tulang rusuk, lengan dan kaki, semua karakteristik penyakit terlihat jelas. Sementara analisis lapisan dentin yang ditetapkan dalam gigi wanita selama masa anak-anak telah membantu ilmuwan mengungkap rincian tentang sejarah hidupnya, terutama konsumsi antara usia 3 dan 14 tahun. Tingkat perubahan isotop karbon dan nitrogen menunjukkan bahwa tampaknya telah menderita stres fisiologis, mungkin saja wanita ini kekurangan gizi ataupun kesehatan yang buruk antara usia 4 hingga 14 tahun.

Penyakit Rakhitis

Wanita ini adalah penduduk lokal, dimana hal ini dibuktikan dari tingkat strontium yang tinggi dianggap sebagai karakteristik kunci masyarakat kuno yang hidup di pulau-pulau seperti pulau Hebridean. Pulau-pulau ini umumnya tertiup angin, dimana tanaman yang dipupuk berasal dari rumput laut dan penyemprotan dari air laut. Tetapi analisis menunjukkan bahwa dia tidak makan ikan laut, menghindari makanan laut merupakan hal umum diantara petani periode Neolitik, walaupun mereka hidup didaerah pesisir dimana ikan dan kerang berlimpah.

Tentunya, bagi beberapa kalangan ilmuwan temuan ini dianggap mengejutkan karena penyakit yang disebabkan kekurangan vitamin D (Rakhitis) dikaitkan dengan pola hidup kekurangan sinar matahari, atau lebih sering terjadi di daerah kumuh perkotaan Victoria Inggris daripada dengan pedesaan. Umumnya yang terserang penyakit ini adalah masyarakat petani, seperti yang telah ditemukan pada kerangka Neolitik Skotlandia. Bukti ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana wanita secara fisik cacat akibat penyakit dan mungkin telah diobati dalam lingkungannya.

Kekurangan vitamin D seharusnya bukan masalah besar bagi siapapun yang hidup di pedesaan dengan pola hidup diluar ruangan. Menurut ilmuwan pasti ada keadaan yang membatasi akses wanita itu (kerangka) menerima sinar matahari. sangat mungkin pada waktu itu dia mengenakan kostum yang menutupi tubuhnya atau terus-menerus tetap berada didalam ruangan. Atau mungkin dia seseorang yang fanatik agama yang jarang keluar ruangan, menderita penyakit, atau mungkin saja budak.

Menurut Profesor Ian Armit dari University of Bradford, kasus paling awal pada penyakit rakhitis di Inggris sudah terjadi sejak periode Romawi. Akan tetapi penemuan ini telah mengubah hasil riset yang menduga penyebaran terjadi sejak 3000 tahun lalu. Kemungkinan kasus juga terjadi dibeberapa wilayah lain seluruh dunia di waktu yang sama, meskipun ilmuwan belum bisa memastikan kapan tepatnya kasus paling awal terjadi di dunia.

Kerangka yang ditemukan ilmuwan berada di tiga lokasi penguburan lain selama penggalian amatir pada tahun 1912. Hanya satu dari kerangka yang diambil dari pulau itu dan menjadi bagian dari koleksi University of Glasgow. Kerangka itu selalu diasumsikan berasal dari periode yang sama di dekat pemukiman Zaman Besi. Tetapi hasil analisa radiokarbon tim ilmuwan dari Universitas Bradford dan Durham menunjukkan kerangka sebenarnya ternyata jauh lebih awal, diperkirakan hidup di periode Neolitik antara 3340 hingga 3090 SM.

Referensi


Neolithic skeleton reveals early history of rickets, 10 September 2015, by University of Bradford. 
Journal Ref: Difference in Death? A Lost Neolithic Inhumation Cemetery with Britain’s Earliest Case of Rickets, at Balevullin, Western Scotland. Proceedings of the Prehistoric Society, 2015; 1 DOI: 10.1017/ppr.2015.7

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.