Ads Top


Yonaguni, Piramida Peradaban Canggih Tenggelam Didasar Laut

Yonaguni Pyramid terletak di lepas pantai di sisi selatan Pulau Yonaguni, terletak pada 60 sampai 100 kaki di bawah permukaan laut. Yonaguni-jima adalah salah satu dari Kepulauan Yaeyama dan pulau paling barat dihuni Jepang. Pulau ini adalah yang terakhir dari pulau-pulau di rantai Kepulauan Ryukyu, dan terletak 108 kilometer (67 mil) dari pantai timur Taiwan, antara Laut Cina Timur dan Samudera Pasifik. Dan pada pulau tersebut telah ditemukan sebuah situs dari peradaban canggih tertua di dunia dan dianggap sebagai bagian dari pecahan peradaban MU atau Lemuria.

Pada awalnya situs ini dianggap hasil dari seleksi alam. Namun, monumen-monumen yang terbuat dari batu pasir di buat dengan sangat halus. Sebagian besar formasi Yonaguni tampak terlihat signifikan dari ukiran dan bentuk dasarnya, teras batu, blok yang menyiku, dinding, batu melingkar, kolom yang berbentuk heksagonal dan kesemuaannya menunjukkan bahwa ini merupakan hasil buatan manusia. Adanya petunjuk lain yang menunjukkan bahwa situs ini adalah buatan manusia yaitu terdapatnya jalan kecil melingkar di sekitar situs bangunan dan beberapa anak tangga kecil. Ada beberapa jejak gambar yang terukir di batu yang teridentifikasi sebagai gambar hewan dan manusia. Hal ini di perkuat juga dengan adanya tradisi stoneworking kuno di Yonaguni dan pulau-pulau lainnya di Ryukyu yang ditunjukkan oleh beberapa makam tua yang terdapat di pulau tersebut dan beberapa batu yang diperkirakan berusia sangat tua.

Banyak fitur yang terlihat di Yonaguni juga terlihat dalam formasi batu pasir alam yang ada di seluruh dunia. Banyaknya formasi aneh yang terkumpul pada satu wilayah dimana blok-blok yang ada tidak akan bisa di bentuk oleh erosi maupun oleh proses alam lainnya. Ada dua situs yang mendapatkan perhatian lebih yaitu di dekat kota Naha, Okinawa-situs okinawa, yang terlihat seperti dinding, dengan karang bertatahkan blok siku kanan. Dinding nya mirip dengan dinding kastil-istana berdasarkan perbandingan dengan istana yang terletak dekat dengan situs di pulau tersebut. Lainnya, pada ujung selatan pulau kecil Yonaguni-situs yonaguni, pulau paling selatan Jepang, dimana terdapat situs yang sangat luas, dengan lima lapisan batu teras yang tidak teratur yang terlihat seperti tempat seremonial, teras bertingkat. Ada delapan anomali yang seperti ini bawah air yang ditemukan sampai saat ini.

Yonaguni

Situs Bangunan ini adalah monumen yang dibuat oleh manusia, yang ditinggalkan oleh peradaban yang tidak diketahui, kemungkinan dari daratan Asia, rumah peradaban tertua. Monumen-monumen tersebut dibangun dan di modifikasi sekitar tahun 10.000 SM yaitu pada masa akhir dari zaman es. Dan ini merupakan peradaban canggih tertua di dunia yang pernah ditemukan.

Kesimpulan ilmiah telah membuktikan bahwa reruntuhan setidaknya berusia 6000 tahun. Bahkan bisa di kembalikan lagi pada tahun 4000 dalam hal mempertimbangkan lamanya waktu sebelum situs tersebut tenggelam ke dalam air. Selama 10.000 tahun terakhir, tingkat air laut naik sekitar 40 meter. Dan dari fakta ini, wajar kalau peradaban kuno tersebut sekarang berada dalam air. Teruaki Ishii, seorang profesor geologi di Universitas Tokyo, yakin situs ini menunjukkan tanggal 8.000 SM, kontemporer ini merujuk pada peradaban kuno Mesopotamia dan Lembah Indus. Yang lainnya telah menyarankan penanggalan 12.000 SM.

Selama Zaman Es, Laut Cina Timur merupakan teluk sempit yang terbuka ke laut di Tokara Gap. Laut Jepang merupakan laut dangkal dan tidak ada Laut Kuning. Orang dan hewan bisa berjalan ke semenanjung Ryukyu dari benua Asia. Oleh karena itu, Yonaguni merupakan ujung selatan jalan tanah yang terhubung ke Taiwan, Ryukyu, Jepang dan Asia. Fakta ini ditegaskan oleh pilar batu yang ada dalam gua yang saat ini terendam dan ditafsirkan menyatu sebagai sepasang stalaktit-stalakmit, yang hanya bisa terbentuk di atas air.

Ada beberapa pemikiran penyebab kenapa situs tersebut bisa tenggelam. Mulai dari mencairnya es karena di bangun pada zaman es dimana es benua mencair dan membuat permukaan laut meningkat. Atau karena posisi geografi dari situs tersebut yang terletak di wilayah cincin api sehingga aktivitas tektonik mungkin menjadi sebab dari penurunan struktur tanah. Atau mungkin kombinasi lapisan tanah dan genangan dari naiknya permukaan air laut, atau beberapa peristiwa bencana yang bisa menyebabkan turunnya struktur lapisan tanah. Meskipun bukti ilmiah telah memperkuat penjelasan mengenai reruntuhan tersebut, namun hal ini akan sulit di lakukan karena hasilnya dapat merubah sejarah yang ada.

Hipotesa  Peradaban Canggih Tertua


Penelitian terhadap situs Yonaguni menghasilkan sebuah hipotesa yang menarik dimana beberapa data perbandingan di ambil dari situs monolit lain yang ada di belahan dunia lain pada periode yang sama dimana masing-masing memiliki ciri-ciri umum sehingga para ahli menyimpulkan bahwa situs Yonaguni ini merupakan situs upacara, ritual kepercayaan pada masa itu. Hal ini diperkuat dengan tidak adanya bukti yang menunjukkan tanda-tanda tempat tinggal manusia, yaitu tidak adanya peninggalan alat, kuburan, dan tulang-tulang. Hal ini bisa terjadi jika masyarakatnya pemakai situs tinggal di tempat lain.
Mungkinkah ini merupakan suatu budaya manusia purba yang sangat canggih dimana teknologi yang berkembang di masa itu sudah sangat pesat hingga mampu membangun sebuah peradaban. Dan jika di lihat dari segi usia, peradaban ini bisa jadi merupakan peradaban canggih tertua di dunia dimana asumsi kita selama ini tertuju pada manusia homo sapiens. Kita tidak pernah menyangka bahwa teknologi sudah dikuasai oleh manusia pada zaman tersebut.

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Yonaguni Geoglyphs di bangun secara bertahap dari waktu ke waktu. Berdasarkan tata letaknya, peradaban ini sudah mengenal geografi bumi dengan baik, mereka mampu merencanakan program belahan dunia dengan presisi GPS. Bahkan memiliki pengetahuan astronomi, serta mampu memetakan belahan dunia dengan sangat presisi seperti sistem GPS yang saat ini kita gunakan. Menjadi bahan pemikiran bagi kita bahwa ternyata manusia telah melakukan perjalanan mengelilingi dunia semenjak masa millenium yang lalu.

Temuan baru-baru ini di Barat dan Tengah Amerika. Sebuah tim arkeologi, yang terdiri dari Universitas Texas A & M, The University of Illinois dan The University of Minnesota, terbit di Majalah Science, Maret 2011, bahwa mereka telah mengidentifikasi manusia situs arkeologi tertua di Amerika Utara di Buttermilk Creek, South of Kileen Texas. Situs ini dikonfirmasi sebagai tempat tertua yang telah dihuni selama 15.500 tahun yang lalu (13,500 SM). Hal ini mendukung hipotesis tentang expansi progresif Yonaguni menuju ke Amerika. Hingga saat ini sisa-sisa manusia tertua telah di temukan di Kepulauan Channel di California, Amerika Utara yang merujuk kembali ke tanggal 14.000 tahun (12,000 SM). Sangat bertepatan dengan penanggalan dari Yonaguni sekitar 10,000 hingga 12.000 SM.

Secara genetik penduduk asli di Amerika Utara memiliki gen yang sama dengan penduduk yang berasal dari Asia Timur Laut. Fakta bahwa orang Asia Yonaguni adalah orang-orang pelaut. Koridor antara dua lapisan es (Asia dan Amerika Utara) sangatlah dekat pada masa 15.000 tahun yang lalu. Dan permukaan laut pada masa itu jauh lebih rendah.

Referensi 


The Mysterious Dragon God of Yonaguni: Archaeological Mystery Thriller, by Joshua Elliot James, publish January 2015
The underwater formation or ruin called "The Turtle" at Yonaguni, Ryukyu Islands. Image courtesy of Wikimedia Commons

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.