Ads Top


Awan Gas Panas Dari Inti Bima Sakti Mengarah Ke Bumi 3 Juta Km Per Jam

Pusat galaksi Bima Sakti mengalami letusan titanic, mengendalikan awan gas dan bahan kimia lainnya terlempar dengan kecepatan 2 juta mil per-jam atau 3 juta kilometer per-jam, diperkirakan bersuhu 17,500 derajat Fahrenheit. Hal ini diperkirakan telah terjadi sejak nenek moyang manusia awal mulai berjalan tegak. Sekitar 2 juta tahun kemudian, para astronom menyaksikan ledakan yang membuat awan gas menggelembung dan menjulang tinggi sekitar 30,000 tahun cahaya diatas dan dibawah bidang galaksi Bima Sakti.

Lobus raksasa atau saat ini lebih dikenal sebagai Gelembung Fermi, awalnya terlihat menggunakan Fermi Gamma-ray Space Telescope NASA. Hasil deteksi sinar gamma energi tinggi menyebutkan bahwa peristiwa hebat terjadi di inti galaksi, sehingga melepaskan gas berenergi ke ruang angkasa. Tim ilmuwan berusaha menghitung massa materi yang terlempar keluar dari galaksi Bima Sakti. Massa ini sangat berpengaruh, sehingga astronom mampu menentukan penyebab ledakan sesuai beberapa teori yang diungkap. Hasil penelitian ini diterbitkan dalam jurnal The Astrophysical Journal Letters dan akan dipresentasikan pada pertemuan American Astronomical Society di Seattle, Washington.

Pergerakan Awan Gas Sejak 2 Juta Tahun Lalu


Struktur ini sangat besar, ditemukan lima tahun lalu berupa cahaya Gamma-ray diangkasa yang mengarah ke pusat galaksi. Fitur ini berbentuk seperti balon yang diamati melalui sinar-X dan gelombang radio. Para astronom pertama kali menggunakan Hubble Space Telescope NASA untuk mengukur kecepatan dan komposisi lobus. Tim ilmuwan mengusulkan dua kemungkinan asal usul lobus bipolar, yakni badai kelahiran bintang yang berada di pusat Bima Sakti ataupun letusan lubang hitam supermasif

Meskipun ilmuwan telah melihat keberadaan awan gas yang terdiri dari aliran partikel bermuatan berasal dari inti galaksi lain, tetapi mereka mendapatkan sudut pandang terdekat berupa kembang api di galaksi Bima Sakti. Menurut Andrew Fox dari Space Telescope Science Institute in Baltimore, Maryland, ketika mereka melihat pusat galaksi lain, arus jauh lebih kecil muncul yang disebabkan galaksi lain yang lebih jauh. Tapi awan gas mengalir keluar yang terlihat sekitar 25,000 tahun cahaya di galaksi Bima Sakti. 

gelembung fermi, awan gas inti bima sakti

Para ilmuwan berusaha mempelajari rincian struktur ini, menganalisa seberapa besar gelembung Fermi dan mengukur seberapa banyak angkasa yang tertutupi awan gas. Fox menggunakan Hubble Cosmic Origins Spectrograph (COS) untuk menyelidiki sinar ultraviolet dari Quasar terjauh yang terletak di belakang gelembung utara. Perjalanan cahaya yang melalui gelembung Fermi berisi informasi tentang kecepatan, komposisi, dan suhu gas yang memperluas dalam gelembung. 
Tim ilmuwan mampu mengukur gas yang berada disisi dekat gelembung Fermi bergerak menuju kearah bumi, dan awan gas yang berada disisi jauh semakin terlempar jauh. Spektrum COS menunjukkan bahwa gas bergerak cepat dari pusat galaksi Bima Sakti sekitar 2 juta mil per-jam atau 3 juta kilometer per-jam.

Menurut Rongmon Bordoloi dari Space Telescope Science Institute, fenomena ini menandakan bahwa lobus yang keluar adalah bipolar. Garis yang terdeteksi diduga berasal dari pusat galaksi dimana imuwan melihat gelembung Fermi menghembuskan angin dan energi ke luar. Untuk pertama kalinya, pengamatan COS mengukur komposisi materi yang terhanyut dalam awan gas. Ilmuwan mendeteksi silikon, karbon, dan aluminium, temuan ini membuktikan bahwa gas diperkaya elemen berat yang dihasilkan dalam bintang-bintang, dan merupakan sisa-sisa fosil dari formasi bintang.
Selain itu, COS mengukur suhu gas sekitar 17500 derajat Fahrenheit, jauh lebih dingin daripada kebanyakan gas super-panas yang bergerak di arus keluar berkisar 18 juta derajat Fahrenheit. Mungkin gas antar bintang dalam piringan galaksi Bima Sakti tersapu kedalam aliran panas. 

Asal Usul Awan Gas


Analisis ini memperkirakan jumlah massa yang dikeluarkan, tim ilmuwan kemudian membandingkan massa keluar dengan kecepatan diberbagai lokasi  gelembung Fermi. Hal ini berguna dalam menentukan jumlah energi yang dibutuhkan untuk menghasilkan ledakan, dan mungkin bisa mengungkap asal usul sumber ledakan. Salah satu penyebab pergerakan arus energi adalah banyaknya bintang yang terbentuk dekat pusat galaksi Bima Sakti yang menghasilkan supernova, fenomena angkasa yang melemparkan gas. 

Angin galaksi umumnya berasal dari pembentukan bintang galaksi, seperti galaksi Messier 82 yang melahirkan bintang di intinya. Mungkin ada hubungan antara jumlah formasi bintang, karena saat ini galaksi Bima Sakti secara keseluruhan melahirkan rata-rata 1 hingga 2 bintang dalam setahun yang berdekatan dengan inti galaksi.

Penyebab lain adalah bintang ataupun kelompok bintang ditelan lubang hitam supermasif Bima Sakti. Ketika hal itu terjadi, maka awan gas superpanas yang disebabkan ledakan lubang hitam terlempar jauh ke ruang angkasa. Karena gelembung Fermi berumur pendek dibandingkan dengan usia galaksi Bima Sakti, maka hal ini mungkin menjadi fenomena berulang dalam sejarah Bima Sakti. Kemungkinan terjadi secara episodik, atau mungkin hanya terjadi ketika lubang hitam menelan materi.

Referensi


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.