Ads Top


Misteri Kujiki, Naskah Awal Jepang Kuno Periode Edo

Sendai Kuji Hongi atau disebut juga Kujiki, adalah teks kuno bersejarah di Jepang, umumnya diyakini sebagai salah satu naskah paling awal dalam sejarah Jepang sampai pertengahan periode Edo. Buku ini berisi nubuat, hukum, musik, risalah obat, instruksi ramalan, rencana untuk menyeimbangkan politik dan agama, kisah penciptaan alam semesta dan interaksi antara makhluk surgawi.

Kujiki ditulis dalam Buku edisi 10 volume, tetapi ada 3 dokumen palsu juga disebut Kujiki yang ditulis pada periode Edo yaitu edisi Shirakawahon Kujiki, edisi Enpohon Sendai Kuji Hongi Taiseikyo yang ditemukan pada tahun 1679, dan edisi Sazaki Denhon Sendai Kuji Hongi Taiseikyo. Menurut sarjanawan, Sendai Kuji Hongi Taiseikyo ditulis tahun 620 Masehi, zaman klasik yang dipimpin Pangeran Shotoku. Dalamkata pengantar buku, Pangeran Shotoku menulisnya setelah menemukan gulungan berisi pengetahuan kuno dalam toples tanah liat yang disimpan di kuil pedesaan. Teks itu ditulis dalam naskah yang tidak diketahui, sejak kapan dan siapa penulis asli Kujiki, tapi Shotoku menguraikan dan menulis ulang naskah kedalam bahasa Cina yang disembunyikan di kuil lain, kemudian ditemukan sekitar tahun 1672. 

Kujiki, Naskah Awal Sejarah Jepang Periode Edo


Kesepuluh volume Buku Kujiki mencakup sejarah Jepang kuno melalui Ratu Suiko, putri ketiga dari Kaisar Kimmei. Kata pengantar Sendai Kuji Hongi mungkin ditulis oleh Soga no Umako dan mencakup beberapa kutipan dari Kojiki dan Nihon Shoki. Volume 5 dan 10 berisi bahasan unik, komposisi keseluruhan telah disusun antara tahun 807 dan 936 M. Kujiki juga ditulis dalam bahasa Inggris oleh John R Bentley pada tahun 2006. Menurutnya teks yang diterjemahkan berdasarkan manuskrip Kujiki yang pernah ditulis pada abad ke-8 sebelum Kogo Shui. 

Tokugawa Mitsukuni berpendapat bahwa naskah Kujiki adalah teks tiruan berdasarkan Nihon Shoki, Kojiki dan Kogo Shui. Sejarawan yang menyelidiki naskah Kujiki berpendapat bahwa teks mengandung beberapa unsur asli, khususnya Kitab Volume 5 yang mempertahankan tradisi klan Mononobe dan Owari. Begitupula Kitab Volume 10 mempertahankan catatan sejarah sebelumnya yang ditulis Kokuzo Hongi. 

Sendai Kuji Hongi, Kujiki

Kata pengantar naskah Kujiki tertulis bahwa teks disusun oleh Menteri Soga no Umako no Sukune dan lain-lain, diduga mereka berpura-pura menjadi sejarah Shotoku Taishi dan Soga Umako yang diperintahkan untuk menulis ulang pada tahun 620 M. Naskah ini mulai dikenal sejak Nihongi Shiki dari era Johei tahun 936, dimana Kujiki dipuja sebagai catatan sejarah tertua di Jepang dan secara khusus dihormati orang-orang dari Ise Shinto di abad pertengahan, disebut salah satu kitab Tripartit Yoshida Shinto bersama dengan Kojiki dan Nihon Shoki.
Ada bagian naskah Shotoku Taishi menunjukkan gaya kaisar Cina dan kutipan Nihon Shoki muncul dibeberapa halaman, sehingga naskah ini dianggap sebagai pemalsuan. Tetapi yang jelas dalam Buku 1, Motoori Norinaga berpendapat bahwa Tenjin hongi dan Tenson hongi terdapat bagian yang tidak ditemukan dalam naskah lain, ini merupakan legenda kuno yang nyata.
Tentang penyusunan naskah, silsilah Owari dan keluarga Mononobe tercatat secara rinci dalam Tenson hongi, kemudian munculnya tradisi khusus Mononobe dalam Tenjin hongi. Hal ini mendasari Hirata Atsutane mendalilkan bahwa penyusun naskah adalah anggota Mononobe, dimana Mononobe pada zaman itu merupakan kelompok kuat yang memiliki hak atas urusan militer di pengadilan bersama dengan Otomo, dan memiliki kewenangan administratif atas festival ritual Isonokami Jingu dan harta dewa (Jinpo).

Sejarah dalam sepuluh naskah kuno Jepang tertulis dengan format kronologis, terutama sekitar peristiwa awal 'zaman Kami' hingga pemerintahan Kaisar Suiko dan bagian lain ditambahkan, seperti Kokuzo Hongi. Diyakini naskah Kujiki disusun oleh seseorang dari keluarga Mononobe sekitar akhir abad ke-9 pada awal periode Heian. Adapun 10 edisi Buku Kujiki;
  • Buku 1, Jindai hongi merupakan teks asli dari periode Kami, dan In'yo Hongi merupakan teks asli Yin dan Yang
  • Buku 2, Jingi hongi, teks asli ibadah Dewa
  • Buku 3, Tenjin hongi, teks asli Dewa Surgawi
  • Buku 4, Chigi hongi, teks asli dari ibadah duniawi
  • Buku 5, Tenson hongi, teks asli dari cucu surgawi
  • Buku 6, Koson hongi,  teks asli catatan cucu kekaisaran
  • Buku 7, Tenno hongi, teks asli dari penguasa surgawi
  • Buku 8, Shinno hongi, teks asli dari Dewa penguasa
  • Buku 9, Teiko hongi, teks asli dari penguasa duniawi
  • Buku 10, Kokuzo hongi, teks asli dari gubernur provinsi 

Menurut kata pengantar dan daftar isi silsilah terpisah termasuk dari garis keturunan Dewa, tetapi tidak ada lagi. Buku 1 sampai Buku 6 berisi peristiwa periode Kami, dan Buku 7 sampai Buku 9 berisi sejarah kronologis Kaisar Jinmu ditahun ke-29 Kaisar Suiko. Buku 10 berisi catatan tentang asal usul Pra-Taika, reformasi gubernur (Kuni no miyatsuko) di 144 provinsi seperti Yamato, Kazuraki, Oshikawachi, dan Izumi.

Buku Kujiki menceritakan kisah dewa pertama ketika langit dan bumi terbagi dan dibuka untuk pertama kalinya, dia disebut Ameyuzuruhiamanosagiri Kuniyuzurihikunisagiri, garis keturunan dewa tidak terlihat dalam teks lainnya. Kisah cucu surgawi turun dari langit, kekuatan misterius sepuluh simbol surgawi (tokusano kamudakara) yang membantu ulama memahami upacara pengamanan dimana Mononobe pernah berpartisipasi. Silsilah Owari dan keluarga Mononobe serta Kokuzo hongi merupakan sejarah Jepang kuno. Secara umum, Kujiki dikatakan penting karena mengandung makna Shinto berbeda yang ditulis oleh Mononobe dan berbeda dari karya Sendai Kuji Taiseikyo yang terkadang membingungkan.

Referensi


Sendai Kuji Hongi Taiseikyo, by Ogasawara, Haruo; Shinto Taikei Hensankai, 1999. Kujiki Book, image credit by UCLA International Institute.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.