Ads Top


Misteri Geometri Suci, Metode Konstruksi Alam Semesta

Mungkin, bagi Anda yang kurang menyukai Matematika ataupun menghitung berbagai ukuran, Geometri dianggap sangat memosankan karena terdiri dari bilangan tak berujung, aksioma, definisi, dalil dan bukti-bukti arsitek dari masa ke masa cukup membingungkan. Pada kenyataannya, dengan metodologi Euclids Elements, bentuk dan struktur eksposisi mengagumkan membuat kita berpikir logis disertai pelatihan mental, khususnya terkait arsitektur sejarah. 

Bagaiman penjelasan Carlson tentang geometri suci, kali ini dia akan menjelaskan keterkaitan alam pada angka dan sejarah. Randall Carlson, seorang ahli bangunan dan desainer arsitektur, guru, geometrician, geomythologist, explorer geologi dan dianggap sarjana yang keluar dari jalurnya. Dia menganalisa dan mengeksplorasi misteri kuno dan ilmu pengetahuan modern, dan telah menjadi anggota Freemason aktif selama 30 tahun. Carlson telah menerima pengakuan akademis sebagai mahasiswa geologi, karyanya menggabungkan Mitologi, Astronomi, Ilmu Bumi, Paleontologi, Simbolisme, Geometri Suci dan Arsitektur, Geomancy, tradisi misterius dan ilmiah lainnya. Carlson telah membuka kelas, kuliah, terkait geometri selama lebih dari 25 tahun. 

Geometri Suci Dalam Konstruksi Dan Arsitektur Sejarah


Pada saat ini, pendekatan akademis dalam studi geometri mengkajinya sebagai perwujudan rasionalisme dan otak kiri, proses intelektual, memang semua itu telah mengabaikan otak kanan, intuitif, dan merupakan dimensi artistik suatu objek. Tetapi 'Geometri Suci' atau 'Geometri Sakral' (Sacred Geometry) berusaha menyatukan dan menyaring dua aspek dinamis serta saling melengkapi geometri menjadi suatu integrasi. Menurut Robert Lawlor, alam secara fundamental terdiri dari geometri dualistik dalam berbagai studi yang tertulis dalam sebuah buku 'Sacred Geometry – Philosophy and Practice' terbit tahun 1982. Intinya mengacu pada representasi geometri sebagai abad pertengahan dimana digambarkan bahwa seorang wanita sedang duduk di meja disertai kompas ditangannya dan dikelilingi peralatan seni, disebutkan:
"Geometri sebagai praktek kontemplatif dipersonifikasikan oleh seorang wanita elegan dan halus, geometri berfungsi sebagai sintesis, aktivitas kreatif namun intuitif pikiran terkait dengan prinsip feminin. Tapi ketika hukum-hukum geometri diterapkan dalam teknologi kehidupan sehari-hari, kesemuanya diwakili secara rasional, prinsipnya maskulin dimana geometri kontemplatif berubah menjadi geometri praktis."
Lawlor mengungkapkan ide penting dalam definisi Geometri Suci yang memiliki kedua sisi kontemplatif dan sisi praktis, dan sisi intuitif dan intelektual, kesemuanya merupakan kegiatan otak kanan dan kiri. Untuk membedakan Geometri Suci dari geometri biasa yang diajarkan dalam studi dimana pelajar mempelajari hubungannya dengan jumlah dan simbol, maka perbedaan ini telah diekspresikan oleh Miranda Lundy dalam bukunya yang berjudul 'Sacred Geometry' terbit tahun 2001 yang menyebutkan bahwa:
"Grafik Geometri Suci mengungkapkan misteri jumlah dalam suatu ruang. Ini berbeda dari geometri duniawi murni, artinya gerakan dan konsep yang terlibat dianggap memiliki nilai simbolis, seperti musik yang terdengar bagus sehingga mampu memfasilitasi evolusi jiwa."
Geometri Suci mengungkap jumlah ataupun angka dalam ruang dan memiliki nilai simbolis, dengan demikian telah diberikan kedalamnya sebuah status kualitatif dari geometri umum. Pembesar kekuatan inheren dari Geometri Suci merupakan kenyataan dan hal tersebut juga mengungkap grafik masa lalu.

Geometri Suci

Ketika peradaban manusia mulai berkembang di permukaan Bumi, para ilmuwan mulai mengamati keberadaan dan pentingnya geometri. Geometri sangat jelas dipahami dan dimanfaatkan oleh peradaban kuno sekitar 4000 hingga 1500 tahun yang lalu. Bukti ini terlihat dalam struktur megalitik Eropa kuno, Piramida dan kuil Firaun Mesir serta Ziggurats Sumeria. Geometri terus digunakan selama berabad-abad dari awal peradaban hingga catatan sejarah terakhir menyebutkan demikian. 

Mereka memanfaatkan geometri dimulai dari budaya di Cina, Amerika Tengah dan Selatan, pra-Columbus Amerika Utara, Afrika, Asia Tenggara dan Indonesia, Roma dan Yunani kuno, bahkan dari era Megalitikum sekitar 4000 tahun yang lalu telah dan telah diekspresikan selama era Gothic melalui bangunan katedral. Geometri yang kita kenal saat ini dikaitkan dengan periode Yunani kuno dan tokoh terkenal dari masa itu diantaranya Pythagoras, Plato dan Euclid, dimana mereka menulis tentang Elemen. Geometri dianggap sebagai pengetahuan yang tinggi pada perintahan Freemason, gedung Katedral di abad ke-14.

Geometri terkait erat dengan Arsitektur, catatan sejarah umat manusia menjelaskan bahwa orang-orang terdahulu bekerja berdasarkan geometri suci, sangat erat kaitannya dengan seni, musik dan kerajinan. Sangat jelas penggunaannya pada peradaban kuno bawha geometri suci terlihat intrinsik dengan urutan alam itu sendiri, baik secara biologis dan kosmik. Saat ini, ilmuwan telah membuktikan secara ilmiah dan menyadari bahwa geometri merupakan dasar dari tingkat molekul dan penciptaan atom.

Pada tahun 1960, Grillo menyebutkan fakta penting bahwa peradaban kuno dikenal menggunakan angka dan geometri pada tingkat yang sama sekali tidak digunakan oleh pengetahuan modern saat ini. Tingkat kemajuan budaya kuno merupakan pengakuan, bahwa studi Geometri Suci memerlukan pengkajian melalui sejarah dan makna budaya kuno, untuk siapa kendaraan yang mereka ciptakan (seperti yang telukis dalam teks Mesir kuno), arsitektur simbolik dan sakral telah dipahami dan digunakan oleh pikiran dan tangan manusia. Dan pada saat yang sama juga memberi jalan untuk kesadaran spiritual yang mendalam mengenai prinsip dasar penciptaan alam semesta.

Pythagoras, geometri suci

Mereka yang belajar melalui Plato dan Euclid menggunakan alat Geometri yang berada ditepi selat dan ditandai sepasang kompas. Dengan kedua alat itu, mereka mungkin menggunakannya untuk menarik garis lurus dan lingkaran atau busur lingkaran. Dalam konseps kuno, Tuhan dipandang telah menggunakan pola garis dan busur atau lingkaran, untuk menciptakan seluruh alam semesta, dalam pengetahuan modern, mungkin kekuatan vektor dan skalar. Melalui konstruksi geometris menggunakan dua alat ini, dua baris dapat ditarik yang bersinggungan dengan sudut 90 derajat. Tehnik yang sama dapat menghasilkan persimpangan membentuk sudut 60 derajat. Kedua sudut terletak didasar dua sistem geometri Masonik, Ad Quadratum dan Ad Triangulum, dimana jika masing-masing bersatu akan muncul bentuk tak terbatas.

Filososfi Geometri Suci, Rahasia Sang Pencipta


Geometri dapat diartikan sebagai ukuran Bumi, definisi ini dikaitkan dengan fakta bahwa orang Mesir kuno memanfaatkan geometri suci untuk mensurvei ulang tanah pertanian didataran banjir sungai Nil pada akhir musim panas. Setelah batas yang ada ditemukan terkubur disebabkan pengendapan lapisan aluvium dari banjir yang setiap tahun melanda sungai Nil. Gagasan pengertian geometri (ukuran Bumi) diterapkan tidak hanya digunakan untuk ukuran sebidang lahan pertanian seperti di Mesir, tetapi juga pada skala yang lebih besar, secara harfiah sebanding dengan ukuran bumi.
Ajaran Masonik kuno beberapa abad lalu pernah menyatakan: "Jika kita mempertimbangkan simetri dan ketepatan yang mengatur semua karya ciptaan, kita harus mengakui geometri yang meliputi alam semesta... Melalui geometri kita dapat melacak alam dari relung yang paling tersembunyi, oleh karena itu kita akan menemukan bagaimana planet-planet bergerak dalam orbit masing-masing dan menunjukkan berbagai revolusi. Kita menemukan kekuatan, kebijaksanaan dan kebaikan Sang Pencipta dan melihat dengan gembira proporsi yang menghubungkan 'mesin' besar."
Dalam memperkenalkan ide dasar geometri suci, sebuah sarana yang disediakan sebagai Arsitek Agung Alam Semesta, maka dalam filosofi bahwa Sang Pencipta mampu merangkai desain penciptaan. Freemason, Hermetisme, mereka memegang rahasia ini selama berabad-abad, menguasai konsepsi alam semesta sebagai ekspresi material dari suatu realitas tersembunyi. Sebuah cetak biru tak terlihat telah ditetapkan oleh Sang Pencipta Geometri Suci, disediakan kunci dan sarana untuk membuat terlihat yang tersembunyi dari mata manusia, serta hubungan geometris dasar diwujudkan melalui bentuk, pola dan nomor, yang membentuk harmoni sangat mendasar.

Ide dan visi dimana Allah sebagai Arsitek Agung dan ekspresi Geometri Suci telah ditemukan melalui berbagai sumber sejarah sepanjang zaman. Teolog besar Kristen St Augustine, menggenggam rahasia Pythagoras dan Plato, memahami pentingnya bentuk geometris, pola dan proporsi, dan representasi melalui simbolisme numerik, dia mengatakan bahwa: 
"Angka merupakan pikiran Allah. Pembangunan dunia fisik dan moral yang sama didasarkan pada angka-angka yang kekal". Galileo juga memahami dimensi numerik geometris suci sebagai realitas, dia menyatakan: "Matematika adalah alfabet dimana Allah telah menuliskannya pada alam semesta". Begitu pula Johannes Kepler berkata: "Geometri sudah ada sebelum penciptaan, seolah-olah kekal dengan pikiran Tuhan... Geometri Suci digunakan Allah sebagai model Penciptaan."
Para penganut teori Kepler melihat Geometri sebagai pola dasar sebelum penciptaan material, dan berguna sebagai model yang digunakan dalam arsitektur 'Yang Maha Kuasa'. Melalui studi dan praktek Geometri Suci, matriks geometris mulai menampakkan dirinya sebagai pola berada diatas material alam semesta materia. Dinyatakan melalui ruang dan waktu dan telah dibingkai melalui tangan sang Pencipta.
Pada awal abad 20, arsitek Le Corbusier sangat menghargai ide dasar pola geometri dan mengekspresikannya melalui angka, dia menyebutkan "Di balik dinding, para Dewa bermain, mereka bermain dengan angka dari dasar alam semesta." Begitupula arsitek Perancis, Paul Jacques Grillo juga menuliskan "Dunia di sekitar kita merupakan dunia angka? Angka yang membaca hidup dan keharmonisan. Mereka terbentuk dari geometri angka, semua terkait satu sama lain sesuai dengan perintah suci, menjadi simetri dinamis. Sekilas kerajaan megah ini telah membentuk dasar dari semua pengetahuan kita, dan tampaknya peradaban kuno telah menjalaninya lebih jauh dari ilmu pengetahuan modern."
Istilah 'simetri dinamis' mengacu pada konsep bahwa kita akan menggali secara mendalam, atau sedikit lebih jauh. Simetri dinamis menjelaskan cara membagi ruang sehingga hubungan tertentu diantara bagian komposisi ruang dan seluruh komposisi itu. Hubungan tertentu yang dapat dinyatakan dengan konstanta proporsionalitas, misalnya akar kuadrat dari dua atau akar kuadrat dari tiga, rasio Phi, dan sebagainya. 

Secara sederhana, simetri dinamis merupakan ide yang membagi ruang sehingga proporsi keseluruhan ditemukan dibagian tertentu. Mungkin contoh yang paling terkenal dari prinsip ini bisa ditemukan dalam rasio bilangan Phi, representasi yang paling sederhana sebagai garis lurus, dibagi asimetris sehingga segmen kecil untuk segmen besar, dan segmen besar untuk seluruh baris. 

Apa Arti Geometri Suci?


Apa arti Geometri? Mungkin, kalangan Freemason mengenal Geometri sebagai ilmu yang tepat guna. Dengan geometri manusia bisa membeli dan menjual tanah, navigasi kapal, meramalkan gerhana, dan mengukur waktu. Semua ilmu bersandar pada matematika, dan matematika merupakan hal pertama dan terakhir dalam geometri, dimana saat ini pengetahuan menyebutnya sebagai ekstensi Trigonometri, Kalkulus Diferensial, ataupun nama lainnya. Geometri Suci adalah fakta utama untuk membuka rahasia alam semesta yang terlihat sangat membingungkan.

Studi Geometri Suci dimulai dengan pengalaman langsung yang memanfaatkan peralatan lurus bertepi untuk menggambar garis, dan kompas untuk menggambar busur. Metode ini dianggap yang paling dasar dari aksioma geometris dengan mudah ditangkap oleh pikiran, sehingga latihan sederhana diikuti oleh penguasaan yang semakin meningkat berdasarkan prinsip yang lebih kompleks. Sebuah program yang komprehensif dari studi ini mengharuskan kedua kontemplasi mendalam pada bentuk, pola dan proporsi Geometri yang dihasilkan. Dengan kata lain, kemampuan untuk menerapkan pengetahuan geometri suci dalam aplikasi praktis pastinya memecahkan masalah atas dasar kerja kreatif.

Geometri suci tercatat sepanjang catatan sejarah di seluruh dunia dan terus berkembang, kita khilangan pengetahuan dan pemahaman warisan budaya masa lalu. Geometri suci memainkan peran besar dalam membuka misteri dan rahasia alam bagi manusia, inspirasi para pendahulu mencapai tingkat kemuliaan kreativitas dengan meniru proses dasar dan harmoni penciptaan alam. Sangat sulit menyampaikan kekuatan tersembunyi Geometri Suci (sakral) secara tertulis, cara terbaik dengan terjun langsung melalui proses konstruksi geometris.

Referensi


Sacred Geometry International, Cosmic Patterns and Cycles of Catastrophe, by Randall Carlson. Statue of Pythagoras, located at the harbour, image courtesy of wikimedia commons.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.