Ads Top


Metode Fraktal, Alam Semesta Terdiri Dari Struktur Serupa Diri?

Fraktal merupakan benda geometris yang kasar pada segala skala dan dapat terbagi-bagi dengan cara radikal. Beberapa fraktal bisa dipecah menjadi beberapa bagian yang semuanya mirip dengan fraktal asli, dalam matematika fraktal juga dikatakan memiliki ukuran dan detail tak hingga serta dapat memiliki struktur serupa diri (self-similarity) pada tingkat yang berbeda. 

Bagaimana jika alam sebenarnya terbentuk berdasarkan metode geometri fraktal? Dan benarkah nenek moyang terdahulu sudah lebih dahulu menggunakan metode fraktal dalam mebangun peradaban? Sebuah brokoli, gunung, mungkin saja terbentuk dari struktur berbentuk segitiga yang serupa diri dengan ukuran atom dan berulang-ulang sehingga membentuk pegunungan indah, begitupula brokoli. Kali ini, David Carr akan menjelaskan koneksi fraktal harmoni dalam mengukur jarak planet, bahkan mungkin saja metode ini bisa mengukur alam semesta.

Mengukur Alam Melalui Metode Fraktal Geometri


Pada tahun 1975, Benoit Mandelbrot pernah menulis sebuah buku berjudul 'The Fractal Geometry of Nature' dimana dia menggunakan contoh serupa diri (self-similarity) dalam berbagai bentuk alam. Mandelbrot menjelaskan bagaimana metode fraktal geometri dapat digunakan secara tepat untuk mengukur bentuk alam, seperti danau, sungai, pepohonan, buah, bahkan benda luar angkasa.

metode fraktal, fraktal geometri

Metode fraktal digunakan oleh para ilmuwan dengan tujuan mencari data alam, menggunakan kemiripan secara akurat dapat memperkirakan asupan karbon dari seluruh pohon hanya dengan menggunakan sampel satu daun. Proses ini dibawa ke tingkat berikutnya dengan menggunakan geometri fraktal untuk menemukan asupan seluruh hutan. Brian J Enquist dari University of Arizona bersama Geoffrey dan James H Brown, menyimpulkan bahwa fraktal merupakan elemen kunci untuk mencari hubungan antara massa dan penggunaan energi pada hewan.

Begitu pula dengan teknologi video game dan efek khusus pada film yang dibuat menggunakan metode fraktal geometri, metode ini menjelaskan bagaimana film terlihat lebih realistis. Desainer grafis menggunakan pola berulang dari bentuk yang sama seperti segitiga untuk menggambarkan pegunungan. Segitiga akan dipecah menjadi empat segitiga kecil yang juga akan dipecah lebih kecil, metode ini diulang dan menciptakan gambaran gunung terlihat realistis. 
Mungkinkah alam memproses massa dengan menggunakan partikel dalam kelompok ukuran berbeda yang tercipta bersama melalui dua kekuatan terpisah?
Pola ini juga digunakan pada antena fraktal ponsel untuk mengakses panjang gelombang berbeda pada waktu yang sama. Setiap panjang gelombang mengontrol fungsi berbeda seperti GPS, Bluetooth atau Wi-Fi tanpa mengganggu satu sama lain. Antena ini menunjukkan bagaimana fraktal dan gelombang bekerja secara berdampingan, dimana metode ini diungkap oleh Nathan Cohen dari Fractal Antena Systems dan digunakan di hampir semua ponsel saat ini.

Mengukur Jarak Dengan Metode Fraktal Harmoni


Suara dapat dipecah menjadi dua belas catatan berbeda pada skala yang berulang, dalam hal ini menggunakan metode fraktal. Skala oktaf yang berbeda dimulai dari yang sangat rendah dan terus naik sampai tidak dapat terdengar telinga manusia. Sebagai contoh ketika seseorang memetik senar gitar, maka suara yang timbul akan bervariasi dari yang terendah hingga tertinggi. Setiap kali naik satu oktaf, maka akan memotong panjang gelombang setengah. Dengan menggunakan metode ini dapat dilanjutkan untuk menemukan titik tengah hingga mencapai panjang gelombang ukuran sinar gamma.
Jika melanjutkan pola ini dalam arah yang berlawanan, panjang gelombang bisa berlanjut hingga mencapai ukuran seluruh tata surya dan seterusnya. Dengan menggunakan metode pemotongan panjang gelombang setengah sebagai referensi maka akan terlihat koneksi ke tata surya, jika mengambil jarak dari empat planet yang jaraknya lebih dekat daripada gas raksasa.


Garis biru merupakan jarak afroksiman planet dari matahari dan garis hitam adalah jarak antara panjang gelombang setiap oktaf. Ketika menempatkan satu gambar di atas yang lain, maka kesamaan dapat dilihat. Jika orbit setiap planet diciptakan melalui ledakan dalam interior matahari, maka merupakan sumber yang sempurna pada gelombang digunakan untuk memisahkan planet dan menahannya pada posisi masing-masing. Ketika terputus jarak kedalam tiga kelompok, maka 'serupa diri' menjadi lebih jelas. Hal ini dapat diperkecil lagi menggunakan jarak antara lapisan dalam matahari, dimana lapisan ini merupakan inti, zona radiasi dan zona konveksi. Sebuah bukti bahwa alam semesta menggunakan aturan metode fraktal dalam berbagai bentuk.


Bila menggunakan metode fraktal harmonik sebagai indikator untuk mengukur posisi simpul gelombang yang berbeda, dapat terlihat kesamaan semua posisi planet. Jupiter dan Neptunus tampaknya menjadi dua planet yang sedikit keluar dari barisan, tetapi kesamaan tetap ada. Dalam gambar yang terlampir, jarak planet dari Matahari dipecah dalam ukuran kaki dan inci, selama penelitian ini David membulatkannya kedalam ukuran inci.


David memisahkan empat planet pertama dalam dua kelompok yang terpisah posisi node untuk setiap oktaf, hampir sempurna untuk mengukur jarak inner-planet. Venus digunakan sebagai titik pusat dari dua kelompok terpisah dalam ukuran, dimana kelompok pertama terdiri dari matahari, Merkurius dan Venus, sementara kelompok kedua terdiri dari Venus, Bumi dan Mars. 


Dengan membagi kelompok pertama dalam setengah, maka 25,5 sangat dekat dengan posisi Merkurius yang berada pada 27. Ketika David membagi kelompok kedua menjadi tiga, maka 19 lebih dekat ke posisi Bumi daripada 20, karena dikurangi dari 51, maka Bumi akan berjarak 1/57.

Bagaimana David menghitung jarak antar planet, maka dia menggunakan metode fraktal harmonikyang dijelaskan dengan rumus. Aturan sederhana berikut dapat digunakan untuk menemukan jarak empat planet. 
  • Jarak Merkurius: 51/2 = 25,5 atau Venus/2 = Merkurius. (Dimana V=51 dan v/2 = m)
  • Jarak Mars dari Venus: 108-51 = 57 atau Mars (jarak penuh) - Venus = Mars (dari Venus). Dimana r = 108 dan r-v = r
  • Jarak Bumi dari Venus: 71-51 = 20 atau Bumi (jarak penuh) - Venus = Bumi (dari Venus). Dimana e = 71 dan e-v = e
  • Jarak ke Bumi: 57/3 = 19 atau Mars/3 = Bumi. Dimana r/3 = e

Gambar adegan yang diambil dari Egyptian Book of the Dead, grid ini dibuat dengan mengulangi posisi empat planet ke depan dan ke belakang. Perhatikan 'Eater' dipecah menjadi tiga binatang yang berbeda dalam tiga grid terpisah. Gambar ini merupakan salah satu bukti penggunaan koneksi metode fraktal harmonik periode Mesir kuno. 


Kemudian, gambar Angkor Wat juga menggunakan tata letak dari planet pertama secara horizontal dan vertikal dalam bentuk kotak. Dan tampaknya sangat jelas, bahwa persamaan ini digunakan oleh orang dahulu pada skala global. 


Sepertinya nenek moyang terdahulu telah menggunakan rumus matematika yang tertanam dalam berbagai artefak kuno. Persamaan metode fraktal merupakan bukti bukti bahwa mereka mengetahui posisi empat planet pertama dan berbagi pengetahuan yang sama. Bagaimana manusia yang hidup di periode kuno menggunakan koneksi metode fraktal harmonik untuk menentukan posisi empat planet pertama? Satu-satunya jawaban yang masuk akal, bahwa mereka memiliki teknologi lebih maju. 

Referensi


The Fractal Geometry of Nature, by Benoit Mandelbrot. Short article Fractals by David Carr. The fractal shape form of a Romanesco broccoli, image courtesy of Wikimedia Commons.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.