Ads Top

Kisah Hercules Yunani Meniru Legenda Baladewa India?

Dalam artikel yang lalu telah dijelaskan tentang asal usul kerajaan Babilonia kuno, didirikan oleh seorang raja Belus dari Mesir, jauh sebelum kehadiran Nimrod dan Semiramis. Kisah ini akan menceritakan siapa sebenarnya Raja Belus yang dianggap orang-orang Mesir, Fenisia dan Babilonia sebagai dewa, sosok yang sangat mirip dengan karakter pahlawan, Hercules dari Yunani.
Jika mengikuti narasi tradisional dan mengeksplorasi hubungan simbolis, sangat jelas bahwa kisah Raja Belus dari Mesir dan Babilonia, Melqart dari Fenisia, Hercules dari Yunani, serta para dewa Bel ataupun dewa Baal orang Ibrani, sebenarnya mereka sosok yang sama, dia adalah Balarama atau Baladewa. 
Di akhir Dwapara Yuga, Krishna dan Balarama meninggalkan dunia setelah seumur hidup menjalani prestasi luar biasa. Sebuah alasan yang sangat mendukung bahwa kisah Hercules sebenarnya berdasarkan pada peristiwa sejarah dari masa lalu yang terlupakan. Bibhu Dev Misra, seorang peneliti independen mengungkapkan kisah Hercules Yunani yang meniru kepribadian Baladewa dari India.

Siapakah Sosok Hercules Yunani?


Sejarawan Yunani seperti Arrianus dan Diodorus Siculus dianggap telah mengutip karya termasuk kisah Megasthenes (seorang etnografer Yunani dan explorer dalam periode Helenistik, penulis karya Indika, 350-290 SM). Kisah ini telah mewakili Hercules sebagai penduduk asli India seperti yang digambarkan di orang-orang India, dia dipuja suku Surasena di kota Mathura sekitar tepi sungai Yamuna. Kisah ini mennceritakan bahwa Hercules Yunani merupakan Balarama, kakak dari Krishna. Sejumlah sarjana Oriental pada awal abad ke-19 termasuk Kapten Francis Wilford dan Kolonel James Tod, telah memberikan wawasan lebih lanjut yang mendukung kisah ini. 

Balarama (Baladewa, Baladeva) seringkali digambarkan berkulit putih, jika dibandingkan dengan saudaranya Krishna berkulit biru gelap. Senjatanya adalah bajak dan gada, secara tradisional Baladewa memakai pakaian biru dan kalung dari rangkaian bunga hutan. Baladewa digambarkan memiliki fisik yang sangat kuat diaman hal ini terkait dengan nama 'Bala' dalam bahasa Sanskerta berarti 'Kuat', dan sekaligus merupakan teman kesayangan Krishna.

Kisah Hercules Yunani dan Baladewa memperkenal sosok yang kuat dan berani, mereka telah membebaskan dunia dari kejahatan monster. Kedua pahlawan digambarkan dalam seni dan patung yang memegang berbagai alat seperti kulit singa, cangkir anggur, busur dan anak panah, pedang, bajak, gada dan lainnya. Eksploitasi di India, Dewa Balarama juga berbagi elemen simbolik diantaranya ular berkepala banyak, banteng ganas, burung pemakan manusia, kuda bernapas api, yang menunjukkan bahwa kisah ini muncul dari sumber yang sama. 

Menurut legenda Hercules Yunani (Hercules) pertama kali menginjakkan kaki di kota Heracleion wilayah Mesir, terletak dekat muara Sungai Nil dan sangat dekat dengan Alexandria. Sebuah kuil besar Heracles telah dibangun dan pernah dikunjungi oleh Helena dan Paris sebelum Perang Troya, karena mereka melarikan diri dari kemarahan suami Helena Menelausi. Berabad-abad kemudian, Herodotus juga mengunjungi kuil Heracles di Heracleion.

Ketika Heracles tiba di Mesir, raja yang memerintah Mesir pada waktu itu adalah Busiris, dimana peramal Oracle juga pernah menyarankan untuk membuat pengorbanan tahunan di altar Zeus untuk mengakhiri bencana kelaparan yang melanda Mesir. Kehadiran Hercules di Mesir ditangkap dan menyebabkan Mezbah, tetapi dia memecahkan rantai dan membunuh Busiris bersama-sama dengan anaknya Amphidamas.

Menurut catatan Diodorus Siculus, sebuah catatan yang dibuat sekitar tahun 50 SM berkaitan dengan kisah Hercules, dimana kisah itu menceritakan banjir besar Sungai Nil yang menenggelamkan seluruh Mesir. Prometheus merupakan pengawas dari sebuah distrik tertentu di Mesir, dia berusaha untuk menghentikan banjir tapi tidak berhasil dan bunuh diri karena putus asa. Hercules kemudian tiba tepat pada waktunya dan menghentikan banjir.

Begitupula Baladewa dikisahkan pernah mengalihkan aliran sungai Yamuna menggunakan bajak, sementara Hercules mengalihkan aliran sungai Alfeus untuk membersihkan kandang Augean. Tindakan menghentikan banjir sungai sesuai dengan kemampuan super yang secara tradisional dikaitkan dengan Hercules dan Baladewa.
Sejak zaman Yunani kuno, penyebutan Yavanas atau Yonas dalam teks Sansekerta telah mengambil bagian cerita dalam kisah Perang Mahabharata. Beberapa kisah Yunani juga ada di India selama zaman itu, terutama di Mathura, tempat kelahiran Baladewa dan tampaknya,... sangat mungkin bahwa Yunani telah mengidolakan Baladewa untuk mengeksploitasi sosok heroik Hercules Yunani dan mengubahnya menjadi pahlawan dalam budaya mereka.

Raja Belus, Hercules Dari Mesir Dan Babilonia


Diodorus Siculusxii pernah menyebutkan, Raja Belus dari Mesir pergi meninggalkan Mesir bersama koloninya dan menetap didekat sungai Efrat. Pausanias seorang ahli bahasa Yunani dan geografi tahun 110 M, menyatakan bahwa Raja Belus (Babilonia) menggunakan namanya di Mesir. Sejarawan Romawi Eusebius menuliskan bahwa Belus dianggap sebagai raja kuno yang mendirikan Babilonia, dimana awalnya semua wilayah Babilonia merupakan air dan disebut laut. Dia membangun Babilonia yang dikelilingi dinding hingga pada waktu yang ditentukan dia menghilang.

Hercules Yunani Dan Mesir

Di Mesir, Hercules (Baladewa) memainkan peran sangat signifikan yang sebagian besar tetap belum diselidiki. Sesuai dengan teks kuno, dia telah digulingkan dari seorang raja tiran bernama Busiris dan mengangkat anaknya Ramses diatas takhta Mesir, hal ini dianggap sebagai fase baru dalam sejarah Mesir. Demikian pula kisah kehidupan akhir dari Dwapara Yuga sekitar tahun 4000 SM, sesuai dengan Periode Predinastik Mesir khususnya terkait Naqada I atau Periode Amratian dari tahun 4000 SM hingga 3500 SM.

Bukti yang jelas dalam bentuk seni dan teknologi selama periode Naqada I mungkin disebabkan kedatangan Raja Belus di Mesir. Periode ini juga menjelaskan mengapa Mesir Kuno mampu mencatat raja-raja Mesir seperti Belus dan Busiris kesalah satu firaun terkenal dari Periode Dinasti, terjadi hampir 1000 tahun sebelum Dinasti Mesir Awal sekitar tahun 3100 SM.
Warisan Hercules (Baladewa) masih tertinggal di Mesir kuno terutama sehubungan dengan institusi kerajaan. Analisis berbagai simbol misterius dan membingungkan terkait dengan Regalia dari firaun Mesir mengungkapkan bahwa diseluruh Dinasti Mesir, Firaun hanya mencoba meniru sosok Hercules (Baladewa) yang melambangkan kekuasaan, wewenang dan kerajaan.
Catatan Apollodorus pada tahun 180 SM mengatakan bahwa Belus menguasai Mesir dan Libya, sementara saudara kembarnya Agenor memerintah Tirus dan Sidon di Phoeniciavi. Belus memiliki dua putra, Aegyptus (Ramses) dan Danaus, Belus diangkat Aegyptus sebagai penguasa Mesir dan menempatkan Danaus di Libya. Kemudian, penulis Suidas pada abad ke-10 juga pernah menyusun ensiklopedia tebal tentang Mediterania kuno yang dikenal sebagai Suda Lexicon, dia menyatakan bahwa nama Mesir berasal dari Aegyptus, anak Belus.

Suidas mengatakan: "Ramses, anak Belus merupakan putra dari Zeuth datang ke wilayah yang disebut Mestraea (Mesir kuno) dan memperoleh kedaulatan atas penduduk negara. Dia adalah manusia yang kemudian mereka sebut sebagai Aegyptus, dan daerah itu memiliki mata uang yang mencetak dirinya". Tetapi ada juga pendapat bahwa Aegyptus adalah nama lain dari Belus, karena menurut catatan Aeschylus, penyair dan dramawan Yunani yang hidup sekitar tahun 525 SM, setelah Belus menaklukkan Misraim (Mesir) dia menata Melampodes dan sebutan Mesir mulai digunakan setelah Aegyptus.

Beberapa maksud yang pernah dinyatakan Arrianus diantaranya kisah Hercules dari India memiliki kebiasaan yang sama dengan Hercules dari Thebes, Mesir. Dan bahwa Hercules dari Thebes tak lain adalah Khonsu yang merupakan salah satu anggota para Dewa di Thebes bersama dengan Amun dan Mut. Herodotus disebut Khonsu (Heracles Khonsu) dimana sebuah kuil Heracles Khonsu ditemukan diantara reruntuhan Heracleion sekitar Abu Qir bay, Alexandria. Khonsu sama seperti Hercules dan Baladewa, dia dianggap sebagai pelindung dan pembela, dewa kesuburan, pertanian, kejantanan, penyembuh, dan dianggap sebagai Ular Besar yang mengambil bagian dalam penciptaan kosmik. 

Seperti Baladewa, Khonsu dikaitkan dengan simbol pohon palem dan penggambarannya sebagai Firaun Mesir yang diturunkan ilahi, sesuai dengan kisah Hercules dan Baladewa dimana mereka didewakan setelah kematiannya. Sementara itu, kisah Khonsu memiliki berbagai unsur simbolik dengan Hercules dan Baladewa, sumber teks Mesir kuno justru tidak menjelaskan apakah dia pernah melakukan perbuatan Heroik seperti Hercules. 

Teks kuno menceritakan kisah Belus, dimana filsuf Cicero mengatakan bahwa Hercules dari India (Baladewa) pernah tercetak dalam mata uang Belus dan dia menggunakan istilah Hercules Belus yang secara tak langsung merujuk pada Baladewa. Baladewa tak lain adalah kakak Krishna, maka dalam konteks ini istilah Hercules bertindak sebagai 'Baladewa' seperti yang disarankan Kolonel James Todd, istilah Hercules terlihat senyawa (Hari-Kula Es) yang berarti 'Hari dari ras Tuhan'.

Baladewa juga membangun kota Palibothra (Patna modern) yang merupakan ibukota India kuno. Strabo mengatakan bahwa Palibothra merupakan kota terbesar di India, terletak di pertemuan Sungai Gangga dan Erranaboas. Dia mengatakan, Palibothra berbentuk seperti jajaran genjang dengan sisi panjang 8 kilometer dan lebarnya 1,5 mil. Parit yang tertutup sepanjang 600 kaki dan selebar 45 meter untuk menampung limbah kota, dikelilingi oleh tembok tinggi dengan 570 menara dan 64 gerbang, dinding bagian atas terbuat dari kayu dilengkapi lubang-lubang untuk pemanah. 
Menurut Pliny, tidak ada kota di India yang menyaingi Palibothra. Ada persamaan yang jelas antara arsitektur, tata letak dan skala kota kuno Babilonia dan Palibothra. Bukti mendukung gagasan bahwa keduanya dibangun oleh orang yang sama, secara kronologis terlihat bahwa Raja Belus dan Balarama hidup diperiode waktu yang sama.
Beberapa pendapat berbeda menjelaskan kapan periode Raja Belus pernah hidup dan berapa lama dia memerintah Babilonia. Menurut Philo, seorang filsuf Yahudi Helenistik Alexandria tahun 50 M, Belus membangun Babilonia 2000 tahun sebelum periode Semiramis, istri Ninus yang naik tahta setelah kematian suaminya dan membawa berbagai karya seni agung serta arsitektur sipil diseluruh kerajaannya. Menurut Diodorus Siculus, Ninus hidup sekitar tahun 1950 tahun sebelum Masehi, hampir bersamaan dengan waktu nabi Ibrahim. Artinya Belus hidup 2000 tahun sebelum Ninus, hampir 3950 tahun sebelum Masehi. Sangat dekat dengan periode akhir Dwapara Yuga dalam sistem India Yuga tahun 3976 SM (Kalender Saptarshi sebagai dasar Siklus Yuga). 

Dewa Baal, Sosok Hercules Ibrani Dan Kanaan


Raja Belus mendirikan kerajaan Babilonia yang memerintah selama berabad-abad setelah kepergian Belus. Nebukadnezar II (562 SM) telah membangun kembali dan menghiasi kota Babilonia dan menganggap dirinya telah menerimanya dari Belus. Di India juga demikian, cucu Baladewa memerintah selama berabad-abad di Palibothra (Patna). Seperti Hercules dan Baladewa, Raja Belus juga dianggap sebagai dewa setelah kematiannya dan dipuja oleh orang Ibrani sebagai Bel atau Dewa Baal.

Orang-orang Ibrani dan Kanaan menyembah Bel atau Baal, dia dianggap dewa pelindung Nippur dan namanya berarti 'Yang Agung'. Dewa Baal juga mengawasi Babilonia meskipun istilah Baal digunakan sebagai kehormatan atau titel beberapa dewa di Levant dan Asia Kecil, seperti Ish-Baal ataupun Hannibal.

Baladewa, Balarama

Kesamaan nama Baal dan Balarama atau Balram, dimana nama Bala-Rama berarti 'Rama Kuat', sementara 'Bala' ataupun 'Bal' (Baal) hampir identik yang mendukung hipotesis bahwa keduanya adalah orang yang sama. Istilah 'Bal' masih banyak digunakan di India seperti yang digunakan pada zaman kuno sebagai akhiran untuk penyebutan nama seperti Hannibal atau Ishbaal. Sama seperti Baladewa, Baal dianggap sebagai pemberi kemenangan (Baal Sang Penakluk), dewa pelindung hujan, pertumbuhan, kesuburan, dan hasil bumi. 

Kuil Baal selalu memiliki batang pohon suci atau tiang yang ditanam di sampingnya, dan sering digambarkan memegang batang pohon ditangannya. Pilar suci juga sering dibangun dekat dengan Shrine. Semua ini bisa kita temukan pada ajaran Hindu dan ikonografi Jain. Salah satu simbol yang terkait dengan Baladewa adalah pohon palem, dimana sebuah pilar yang merupakan simbol dari Balarama yang disebut Talanka. Pohon palm juga disimbolkan pada standar kereta Balarama yang disebut Taladhvaja.

Melqart, Hercules Fenisia (Phoenicia)


Perspektif lain yang menarik menyangkut saudara kembar dari Raja Belus disebut Agenor, dia memerintah Tirus dan Sidon di Phoenicia. Menurut Philipp Karl Buttmann, seroang ahli bahasa Jerman, nama asli Fenisia (Phoenicia) adalah Khna. Fenisia adalah salah satu dari beberapa manusia yang memiliki Kanaan (subkelompok dari bangsa Semit) bisa ditelusuri dari asal usul leluhur mereka yang disebut Khna atau Canaan. Wilayah Kanaan termasuk daerah pesisir Suriah, Israel dan Lebanon juga memiliki asal yang sama. Orang-orang Yunani selalu menggunakan istilah Khna untuk menyebut tanah Cannan dan Mesir menyebut daerah ini sebagai Tanah Kana'an.

Baladewa juga mempunyai adik laki-laki bernama Krishna dan mereka benar-benar tak terpisahkan seperti saudara kembar. Salah satu nama Krishna yang sangat populer adalah Kanha (Kanhaiya) yang terdengar sangat mirip artinya dengan Phoenician Khna. Nama Kanha banyak digunakan di India bahkan sampai hari ini, oleh karena itu saudara kembar Belus sebenarnya tak lain adalah rekan dari Baladewa, yaitu Krishna (Khna).

Raja Belus melakukan perjalanan ke Babilonia dan melakukan beberapa tugas seperti kisah Hercules Yunani. Ribuan tahun kemudian, pelaut Fenisia misterius mengadopsinya sebagai dewa utama, Melqart. Bukan kebetulan jika Baladewa diceritakan pernah membangun kota-kota besar dan istana megah, dimana dalam kisah Raja Belus diceritakan membangun kota Babilonia dari daratan berair dan lautan, sementara Dewa Krishna dalam kisah Balarama (Baladewa) diceritakan mengambil tanah dari Laut Arab dan membangun kerajaan Dwaraka (kerajaan yang tenggelam dibawah laut pada akhir Dwapara Yuga). 

Orang-orang Fenisia hidup dan berkembang sebagai pelaut, budaya perdagangan tersebar diseluruh Mediterania, dan mendirikan berbagai kota pelabuhan. Orang-orang Fenisia menyembah dewa bernama Melqart, dewa yg mengawasi kota Fenisia, Tirus. Melqart juga disebut sebagai 'Baal Melqart' dan 'Baal Tirus', dimana nama Melqart menandakan raja kota ataupun raja kuat. Fenisia menganggapnya sebagai dewa panen, dewa yang membawa sukacita dalam sebuah kereta. Sebuah patung perunggu yang ditemukan abad ke-15 menggambarkan dewa Melqart dengan cara yang sangat mirip dengan Baal, berjenggot, mengenakan penutup kepala berbentuk kerucut, dan tangan terangkat siap tempur.
Sejarawan Yunani Thomas Maurice menulis dalam Antiquities India pada tahun 1812, bahwa Hercules (Yunani) adalah penduduk asli India dan merupakan kakak dari Krishna. Dalam tulisannya disebutkan bahwa Hercules India, raja dewa Belus, adalah sosok yang dipuja di Tirus dan merupakan promotor besar perdagangan dan navigasi. Dia dipuja Busiris di Mesir,... singkatnya kisah Hercules diadopsi orang Yunani dari legenda Baladewa India.
Melqart juga disebut sebagai Belus, sama seperti yang digunakan Balarama. Begitupula orang Yunani mengidentifikasi Melqart sama dengan Heracles dan menyebutnya sebagai Tyrian Heracles. Sejumlah uang koin dari Fenisia menggambarkan Tirus dan menunjukkan Melqart dengan kulit singa terikat dilehernya, sisi balik koin bergambar elang dengan cabang pohon palm di atas sayap kanan. Gambar kulit singa cabang pohon palm tak lain merupakan simbol dari Balarama.

Referensi


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.