Ads Top


17 Monumen Misterius Stonehenge Ditemukan Dibawah Tanah

Sebuah projek yang dipimpin oleh University of Birmingham, Stonehenge Hidden Landscapes Project, berhasil menemukan beberapa monumen baru arkeologi yang sebelumnya tidak diketahui telah ditemukan disekitar monumen Stonehenge. Temuan ini sebagai bagian dari proyek pemetaan digital, tehnik yang belum pernah terjadi sebelumnya dan diharapkan akan mengubah sejarah tentang lanskap monumen Stonehenge, Durrington Walls.

Mereka menggunakan teknik penginderaan jarak jauh dan survei geofisika, arkeolog menemukan ratusan fitur baru bagian dari peta digital arkeologi paling rinci pada lanskap monumen Stonehenge. Hasil survei ini diresmikan dalam sebuah Festival Sains Inggris, termasuk 17 monumen ritual tak dikenal dan sejak akapn dibangun, juga akan ditampilkan pada seri BBC berjudul Operation Stonehenge: What Lies Beneath. 

Pemetaan 17 Monumen Baru Stonehenge 


Setidaknya puluhan gundukan pemakaman telah dipetakan secara detail, termasuk gundukan pemakaman sebelum periode pembangunan monumen Stonehenge yang mengungkap sebuah bangunan kayu berukuran besar. Bangunan ini mungkin digunakan untuk ritual dan tertutup gundukan tanah. Proyek ini juga mengungkap catatan baru monumen Stonehenge, diantaranya informasi yang berasal dari Walls Durrington (super henge) terletak tidak jauh dari Stonehenge. Monumen ini dianggap sebagai tempat ritual dan mungkin yang terbesar dari jenisnya, ukuran kelilingnya lebih dari 1,5 kilometer.

Monumen Stonehenge

Menurut arkeolog, monumen baru sekitar Stonehenge memiliki fase awal ketika monumen itu diapit dengan deretan tulisan besar atau batu sekitar 3 meter dan berjumlah 60 batu. Beberapa diantaranya mungkin masih bertahan dibawah bebatuan besar yang mengelilingi monumen, tetapi arkolog menggunakan teknologi mutakhir dan menambahkan dimensi lain pada struktur monumen Stonehenge saat ini. 
Arkeolog juga mengungkap jenis monumen termasuk lubang besar prasejarah, beberapa diantaranya tampak membentuk semacam peralatan astronomi dan ratusan gundukan pemakaman, Zaman Perunggu, Zaman Besi, permukiman Romawi dan gambaran detail yang tidak pernah terlihat sebelumnya. 
Ketika memasuki seratus tahun Perang Dunia Pertama, peta Stonehenge mulai berdampak pada pengetahuan sejarah tentang peristiwa penting masa lalu. Survei ini juga menghasilkan peta rinci, temuan parit sekitar monumen Stonehenge untuk mempersiapkan pasukan yang bertempur di Front barat, serta peta dari RAF/RFC Stonehenge, salah satu pangkalan udara militer pertama Inggris yang digunakan oleh Royal Flying Corps antara tahun 1917 dan 1920.

Profesor Vincent Gaffney dari Universitas Birmingham, mengatakan bahwa monumen tersembunyi sekitar Stonehenge merupakan proyek tingkat global, tak hanya merevolusi arkeolog dalam menggunakan teknologi baru untuk menafsirkan masa lalu, tetapi juga telah mengubah pemahaman situs Stonehenge dan alamnya. Proyek ini telah mengungkap bahwa daerah sekitar monumen Stonehenge penuh dengan arkeologi misterius, dan penerapan teknologi baru dapat mengubah bagaimana arkeolog dan masyarakat memahami Stonehenge sebagai salah satu situs kuno.

Profesor Wolfgang Neubauer mengatakan, dalam mengembangkan metode non-invasif untuk mendokumentasikan warisan budaya merupakan salah satu tantangan terbesar saat ini dan hanya dapat dicapai dengan mengadaptasi teknologi terbaru, seperti radar penembus tanah dan magnetometer resolusi tinggi. Dimasa mendatang, monumen Stonehenge tidak akan terlihat sama seperti saat ini dan jauh lebih berbeda.

Referensi


New digital map reveals stunning hidden archaeology of Stonehenge, 10 September 2014, by University of Birmingham. 

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.