Ads Top


Lempeng Pasifik Menyusut, Bergerak Ke Barat Laut

Baru-baru ini ilmuwan Rice University dan University of Nevada mengungkapkan fakta bahwa lempeng Pasifik tidak kaku, tetapi mengalami penyusutan. Efek yang paling menonjol berada dibagian litosfer termuda, diperkirakan usianya lebih kurang 2 juta tahun dan telah membentuk beberapa dasar Samudera Pasifik. Para ilmuwan memprediksi tingkat kontraksi menjadi 10 kali lebih cepat dibagian yang tua pada lempeng tektonik Pasifik yang terbentuk sekitar 20 juta tahun yang lalu, dan 80 kali lebih cepat dibagian sangat tua yang terbentuk sekitar 160 juta tahun yang lalu.

Richard Gordon seorang ahli geofisika dan dibantu oleh Corne Kreemer, profesor dari University of Nevada, mereka menentukan bahwa pendinginan litosfer (lapisan terluar Bumi) membuat beberapa bagian lempeng Pasifik mengalami peningkatan perubahan lebih cepat daripada bagian yang lain, hal ini menyebabkan kerusakan pada lempeng Pasifik. Efek ini dijelaskan Gordon dalam sebuah makalah yang diterbitkan pada jurnal Geology edisi bulan Agustus 2014.

Deformasi Lempeng Pasifik Terjadi Setiap Tahun


Lempeng tektonik dunia saat ini menutupi permukaan bumi, termasuk daratan dan dasar laut yang berada dalam gerakan konstan. Seiring waktu, lempeng Pasifik terkikis, melawan dan bertabrakan satu sama lain, bahkan lempeng membentuk pegunungan, lembah ataupun palung dan fitur geologi lainnya. Pada skala lokal, gerakan ini mencakup kurang lebih 1 inchi per-tahun dan sulit untuk melihat perubahannya. Formasi ini telah diuraikan ilmuwan sebelumnya, tetapi studi terbaru kali ini menghasilkan data berbeda, ketika iluwan menjumlahkan ukuran lempeng Pasifik justru menjadi signifikan secara statistik.
Perhitungan baru menunjukkan bukti bahwa lempeng Pasifik menarik diri (terpisah) dari lempeng Amerika Utara sekitar 2 milimeter per-tahun. Para ilmuwan menyebutnya sebagai teori lempeng kaku, dimana secara keseluruhan lempeng Pasifik bergerak ke arah barat laut, sekitar 50 milimeter per-tahun.
Menurut Gordon, diasumsikan bahwa sentral dalam lempeng Pasifik merupakan lempeng yang kaku, namun studi mereka selama beberapa dekade terakhir menunjukkan bahwa asumsi ini hanyalah perkiraan. Mereka menegaskan bahwa lempeng Pasifik tidak kaku, kontribusi ini berguna untuk memprediksi sifat dan laju perubahan formasi diseluruh lempeng Pasifik. Ilmuwan menduga, pendinginan berperan dalam pengamatan pada 25 bagian besar dan kecil pada lempeng yang membentuk bumi ternyata tidak sesuai dengan model kaku yang diungkapkan studi terdahulu. Analisis ini membuktikan bahwa litosfer berusia 2 juta tahun lebih lunak daripada litosfer keras seusia 170 juta tahun.

perubahan lempeng, gerakan lempeng pasifik

Pertama kali ilmuwan ini menunjukkan bukti 5 tahun yang lalu, dijelaskan bahwa tingkat kontraksi horisontal berbanding terbalik dengan usia lapisan dasar laut. Jadi, bagian litosfer termuda bergerak menuju ke sisi timur lempeng Pasifik, dimana wilayah ini mendapatkan dampak terbesar. Petunjuk deformasi pada rangkaian metrik menggambarkan gerakan relatif dimana setidaknya 3 lempeng bertemu. Jika lempeng benar-benar kaku, maka kecepatan sudut dipersimpangan akan berjumlah Nol. Tetapi ketika lempeng Pasifik, lempeng Nazca dan Cocos, bertemu di Kepulauan Galapagos, maka kecepatan Nonclosure adalah 14 milimeter per-tahun. Data metrik ini cukup membuktikan bahwa ketiga lempeng mengalami deformasi.

Ilmuwan sudah lama memahami bahwa peningkatan dasar laut disebabkan pendinginan dan kontraksi termal. Tetapi jika sesuatu mendingin, tidak hanya satu arah dan setidaknya sekitar isotropik, mengecil ke segala arah dan bukan hanya secara vertikal. Studi ini sebelumnya juga dilakukan Gordon untuk menghitung efek kontraksi termal pada kolom vertikal litosfer samudera, dan menentukan dampaknya pada bidang horizontal. Tetapi lempeng Pasifik secara keseluruhan menuntut pendekatan berbeda, dimana sifat-sifat litosfer terintegrasi secara vertikal.

Ilmuwan menentukan berapa banyak kontraksi yang akan terjadi, rata-rata pada permukaan horizontal. Mereka membagi lempeng Pasifik ke dalam grid dan menghitung tekanan masing-masing yang hampir mencapai 198,000 bagian berdasarkan usia lempeng. Sebagai bukti lebih lanjut, gempa bumi baru-baru ini terjadi di lempeng Pasifik juga meredakan kekakuan. Hal ini menunjukkan bahwa deformasi lebih banyak terjadi pada litosfer lempeng Pasifik yang lebih muda. 

Referensi


Pacific Plate Shrinking As It Cools, 27 August 2014, by Rice University. Journal Ref:  Pacific plate deformation from horizontal thermal contraction. Geology, 2014.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.