Ads Top


Perubahan Suhu Global Juni 2014 Tertinggi Sejak Tahun 1880

Berdasarkan penelitian NOAA, perubahan suhu rata-rata global (darat maupun permukaan laut) pada bulan Juni 2014 merupakan suhu tertinggi sejak catatan cuaca terakhir tahun 1880. Selama 352 bulan Juni berturut-turut suhu global diatas rata-rata, khususnya abad ke-20. Sedangkan temperatur dibawah rata-rata terkhir kali pada bulan Juni 1976, dan suhu global dibawah rata-rata pernah terjadi dibulan Februari 1985.

Di sebagian besar wilayah dunia saat ini telah mengalami suhu hangat bulanan melebihi rata-rata. Catatan suhu hangat terjadi dibagian Greenland tenggara, di utara Amerika Selatan, Afrika timur dan tengah, dan wilayah Asia selatan dan tenggara termasuk Indonesia. Sementara dibeberapa daerah Amerika Utara, Rusia bagian timur, sebagian wilayah kecil Eropa tengah dan timur laut lebih dingin dari suhu rata-rata.

Perubahan suhu global ini sangat mirip dengan yang terjadi di bulan Mei, dimana bagian cekungan laut besar juga mengalami peningkatan suhu. Khususnya di sebagian besar daerah barat khatulistiwa dan timur laut Samudera Pasifik serta sebagian besar Samudra Hindia, wilayah ini diketahui mengalami perubahan jauh lebih hangat daripada suhu rata-rata pada bulan tersebut. Analisa ini berdasarkan data statistik dan ringkasan bulanan yang diterbitkan NOAA.

Perubahan Suhu Global Bulan Juni 2014


Perubahan suhu rata-rata global meliputi darat dan permukaan laut pada bulan Juni 2014 kenaikan mencapai rekor tertinggi berkisar 16,22 derajat Celcius. Suhu ini diatas rata-rata yang terjadi pada bulan Juni abad ke-20 yang sebelumnya hanya mencapai rata-rata 15,5 derajat celcius. Rekor tertinggi sebelumnya terjadi pada Juni 2010 yang meningkat 0,03 derajat Celcius. Perbandingan data menunjukkan, 9 dari 10 data cuaca bulan Juni terpanas terjadi selama abad ke-21, termasuk perubahan suhu bulan Juni  lima tahun terakhir.

Suhu global daratan bulan Juni adalah yang tertinggi ketujuh diatas suhu rata-rata yang pernah terjadi abad -ke-20, dan telah terjadi dalam dekade terakhir. Perubahan ini tercatat di 31 negara setiap benua (kecuali Antartika), setidaknya negara tersebut memiliki satu stasiun dengan catatan suhu hangat di bulan Juni. 

Perubahan Suhu Global Juni 2014

Dalam catatan suhu Selandia Baru, bulan Juni dianggap terpanas sejak tahun 1909 dengan suhu diatas rata-rata, khususnya wilayah atas Pulau Utara hingga ke wilayah bawah Pulau Selatan. Departemen Prancis mengamati suhu terpanas kelima terjadi dibulan Juni dalam periode 115 tahun, tercatat kenaikan suhu 1,3 derajat Celcius diatas suhu rata-rata tahun 1981 hingga 2010. Sementara pencairan es di Greenland, catatan kenaikan suhu hangat terjadi selama Juni, wilayah Kangerlussuaq-Greenland mencapai rekor suhu tertinggi Juni 2014 maksimum 23,2 derajat Celcius dan ditetapkan sebagai suhu terhangat kedua sejak tahun 1958.

Perubahan suhu global tertinggi permukaan laut pada bulan Juni 2014 meningkat 0.64 derajat celcius, kenaikan ini diatas rata-rata yang pernah terjadi sepanjang abad ke-20. Meskipun tidak terjadi El Nino maupun La Nina digaris khatulistiwa Samudera Pasifik (timur dan tengah), selama bulan Juni 2014 NOAA memperkirakan kemungkinan 70 persen kondisi El Nino akan berkembang dibelahan bumi utara selama musim panas 2014. Dan 80 persen kemungkinan akan berkembang selama musim gugur dan musim dingin.
Perubahan suhu rata-rata Arktik, lapisan es laut pada bulan Juni abad ke-20 berkurang 220,000 mil persegi atau 4,9 persen. Nilai ini dibawah rata-rata yang terjadi dari tahun 1981 hingga 2010, es laut mengalami penurunan dibulan Juni 2014 lebih cepat daripada biasanya dan secara cepat kehilangan es menjelang akhir bulan. Sementara di Antartika kehilangan lapisan es laut sekitar 510,000 mil persegi atau 9,6 persen diatas rata-rata 1981-2010 dan dianggap sebagai pencairan terbesar sepanjang bulan Juni sejak tahun 1979.
Cuaca ekstrim basah juga diamati selama bulan Juni untuk wilayah Amerika Utara-tengah, Eropa timur dan utara. Suhu ekstrim kekeringan tersebar di berbagai belahan dunia, termasuk sebagian besar wilayah Asia Selatan dan Australia. Pola curah hujan diseluruh negara hanya rata-rata 60 persen sejak tahun 1951 hingga 2000. 

Di India, setiap daerah mengalami defisit curah hujan selama periode ini, mulai dari 43 persen di India Tengah sampai 72 persen di Semenanjung Selatan, dimana musim hujan biasanya berlangsung dari awal Juni sampai akhir September. Australia menerima 68 persen curah hujan rata-rata selama bulan Juni 2014, Australia Barat menerima 28 persen curah hujan pada bulan tersebut, nilai ini ketujuh terendah yang pernah terjadi sepanjang Juni dinegara itu.

Analisa ini menyimpulkan, sejak Januari hingga Juni 2014 suhu daratan seluruh dunia meningkat 1,04 derajat celcius. Suhu diatas rata-rata abad ke-20 dan sebagai suhu terpanas keempat selama periode tahun 1998 hingga 2005, kenaikan berkisar 0,23 derajat celcius. Suhu permukaan laut global tahun ini meningkat 0,53 derajat celcius, diatas rata-rata dan menjadi suhu tertinggi ketiga dalam periode tahun 1998 hingga 2010.

Referensi


NCDC Releases June 2014 Global Report, 21 July 2014, Global Analysis-June 2014, National Overview - June 2014, by NOAA/National Climatic Data Center. 

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.