Ads Top


Misteri Materi Gelap Membentuk Galaksi Akhirnya Terungkap

Pencarian materi gelap telah mengalami kemajuan berkat simulasi superkomputer baru yang menunjukkan bukti evolusi alam semesta sejak terjadinya Big Bang hingga saat ini. Sekelompok fisikawan asal Durham University menggunakan simulasi dimana mereka bisa meningkatkan pemahaman tentang keberadaan materi gelap, substansi misterius diyakini telah membentuk 85 persen massa alam semesta.

Profesor Carlos Frenk dari Durham University Institute for Computational Cosmology mengatakan bahwa materi gelap merupakan kunci segala sesuatu terkait galaksi, tetapi mereka masih tidak mengetahui sifatnya. Fisikawan berusaha memahami bagaimana galaksi terbentuk dari materi gelap. Penemuan ini dipresentasikan dalam pertemuan Royal Astronomical Society National Astronomy di Portsmouth pada 26 Juni, yang didanai oleh Science and Technology Facilities Council (STFC) dan European Research Council. Sementara itu, Profesor Frenk akan menerima penghargaan Royal Astronomical Society, Medali Emas ilmu Astronomi.

Cara Baru Menemukan Materi Gelap


Simulasi keberadaan materi gelap dilakukan pada 'Cosmology Machine' yang merupakan bagian dari fasilitas DiRAC National Supercomputing untuk penelitian astrofisika dan fisika partikel yang didanai oleh Department for Business, Innovation and Skills melalui STFC. Cosmology Machine berbasis di Durham University yang memiliki kekuatan lebih dari 5000 kali komputer PC pada umumnya, dan kemampuannya lebih dari 10,000 kali jumlah memori.

Materi Gelap

Ilmuwan meyakini, gumpalan materi gelap atau lingkaran cahaya yang muncul sejak awal terbentuknya alam semesta terjebak gas intergalaksi dan menjadi tempat kelahiran ribuan galaksi. Teori kosmologi memprediksi bahwa lingkungan kosmik seharusnya dipenuhi dengan jutaan Halos kecil, tetapi hanya beberapa lusin galaksi kecil yang berhasil diamati sekitar Bima Sakti.
Para ilmuwan meyakini simulasi ini akan menjawab pertanyaan seputar keberadaan materi gelap. Secara eksplisit menjelaskan bagaimana dan mengapa jutaan lingkaran cahaya disekitar galaksi Bima Sakti dan Andromeda gagal menciptakan galaksi Halos. Menurut ilmuwan, gas yang akan membuat galaksi tersebut disterilkan dengan panas yang dikeluarkan dari bintang pertama yang terbentuk di alam semesta dan dicegah dari pendinginan kemudian berubah menjadi bintang.
Beberapa Halos berhasil melewati panas kosmik dan cukup cepat dalam mempertahankan gas hingga akhirnya membentuk galaksi. Melalui simulasi pencarian materi gelap, ilmuwan menyadari bahwa jika teori partikel materi gelap benar maka alam semesta seharusnya dipenuhi lingkaran cahaya yang gagal membentuk galaksi. Mungkin suatu hari nanti, para astronom akan menemukan cara menemukannya. 

Generasi bintang pertama memancarkan radiasi intens, memanaskan gas intergalaksi dengan suhu lebih panas dari permukaan matahari. Setelah itu, gas ini menjadi jauh lebih panas dan pembentukan bintang jauh lebih sulit. Sehingga meninggalkan lingkaran cahaya untuk membentuk galaksi baru dengan kesempatan sangat kecil. Pemanasan kosmik bukanlah sekadar hal utama, tetapi sebaliknya merupakan proses seleksi ketat dan hanya lingkaran cahaya (materi gelap) yang berkembang sangat cepat yang sesuai dalam pembentukan galaksi.

Referensi


“Cosmic own goal” another clue in hunt for dark matter, 26 June 2014, by Durham University.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.