Ads Top


Pemetaan Dasar Laut Bantu Ungkap Keberadaan Pesawat MH370

Baru-baru ini, dua orang ahli pemetaan dasar laut terkemuka membuat ilustrasi baru medan bawah air yang akan menjelaskan keberadaan pesawat Malaysia Airlines MH370. Pemetaan dasar laut dapat digunakan untuk menemukan pesawat yang hilang, dan lokasi puing-puing pesawat kecelakaan yang diberitakan selama ini kemungkinan tidak benar.

Titik terdalam wilayah itu berkisar 7883 meter dibawah laut Wallaby, Zenith Fracture Zone. Menurut pemetaan dasar laut, gunung dan dataran tinggi mencapai hampir 5000 meter didasar laut. Ilustrasi ini diciptakan oleh Walter HF Smith dan Karen M Marks dari National Oceanic and Atmospheric Administration Laboratory yang didukung General Bathymetric Chart of the Oceans (GEBCO). GEBCO adalah sebuah organisasi internasional yang bertujuan memberikan peta bawah laut dan bentuk medan yang digunakan untuk kepentingan umum.

Ilmuwan Publikasi Peta Dasar Laut Samudera Hindia


Topografi pemetaan dasar laut Samudera  Hindia menggambarkan dataran tinggi bergerigi, pegunungan dan fitur bawah air lainnya di bawah Samudera Hindia. Upaya pencarian terfokus diwilayah itu sejak kontak dengan pesawat Malaysia Airlines MH370 hilang pada tanggal 8 Maret. Gambar bawah laut diterbitkan hari ini di EOS dan American Geophysical Union.

Ilustrasi pemetaan dasar laut Samudera Hindia meliputi wilayah seluas 2000 kilometer dan 1400 kilometer, dimana kemungkinan pesawat berada di dasar laut sesuai dengan sinyal akustik kotak hitam terdeteksi di permukaan dua kapal. Pemetaan dasar laut juga mennggambarkan dua dataran tinggi dekat denngan sinyal Ping yang terdeteksi.

Pemetaan Dasar Laut Samudera Hindia

Satelit Altimetri menggambarkan topografi wilayah dasar laut yang dinyatakan belum terpetakan. Untuk menggambarkan topografi wilayah pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370, tim pemetaan dasar laut Samudera Hindia menggunakan data publik yang tersedia di GEBCO dan model Batimetri lainnya. Medan dan kedalaman laut yang digambarkan pada peta bisa membantu pemilihan kendaraan robot bawah air yang sesuai. Kekasaran dan bentuk dasar laut juga bisa membantu model prediksi, dimana keberadaan puing-puing Malaysia Airlines MH370.
Smith menegaskan, bahwa ilustrasi bukan map untuk menemukan pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang, dan bukan pula menandai suatu lokasi. 
Upaya pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang terfokus diwilayah Samudera Hindia Selatan Barat dari Australia. Setelah pencarian dibawah air gagal menemukan jejak pesawat, pihak berwenang mengumumkan bahwa mereka akan memperluas wilayah pencarian dan juga memetakan dasar laut didaerah tersebut.
Pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang terlihat sulit, karena sedikit tim yang mengerti tentang dasar laut Samudra Hindia. Seperti di Samudera Hindia Tenggara, hanya 5 persen dasar laut yang telah diukur dengan Sounding Echo. 
Kurangnya data pemetaan dasar laut Samudera Hindia tidak hanya menghambat upaya pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370, juga membuat ilmuwan kesulitan mengukur secara akurat model lingkungan dan iklim dunia. Data yang dikumpulkan selama mencari pesawat Malaysia Airlines MH370 akan dikontribusikan untuk keperluan data publik, dan akan menjadi awal dalam upaya memetakan dasar laut bumi dimasa mendatang.

Referensi


Seafloor experts publish new view of zone where Malaysia Airlines flight 370 might lie, 27 May 2014, by American Geophysical Union. Journal Ref: Seafloor in the Malaysia Airlines Flight MH370 Search Area. Eos, Transactions American Geophysical Union, 2014.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.