Ads Top


Asal Usul Planet Kepler 34 (AB) Mengorbit Pada Dua Bintang

Ilmuwan University of Bristol baru saja mengungkapkan bagaimana planet circumbinary terbentuk, planet Kepler 34 (AB) yang memiliki dua bintang sekaligus sebagai pusat tata surya. Hasil temuan ini berdasarkan penelitian yang diamati dari teleskop ruang angkasa.

Planet circumbinary tak hanya ada dalam film fiksi Star Wars, dimana dalam penggambaran film tersebut sebuah planet bisa memiliki dua surya sekaligus. Di dunia nyata ternyata fenomena ini bisa ditemukan pada planet Kepler 34 (AB) dengan orbit unik mengelilingi dua bintang sekaligus. Ada beberapa lingkungan diduga lebih ekstrim dari sistem bintang biner dimana kondisi itu mampu membentuk planet. Akibat gangguan gravitasi yang cukup kuat dari dua bintang induk menyebabkan tabrakan destruktif.

Gravitasi Dua Bintang Menarik Planet Kepler 34 (AB) 


Kepler 34 merupakan nama sebuha sistem bintang biner eclips yang berada pada konstelasi bintang Cygnus. Kedua bintang diperkirakan memiliki massa hampir sama dengan matahari sehingga keduanya termasuk dalam jajaran kelas spektral G. Bintang ini dipisahkan pada jarak 0.22 AU dan mampu menyelesaikan orbit eksentrik dalam kurun waktu 27 hari. Planet Kepler 34 (AB) juga disebut planet gas raksasa yang mengorbit pada dua bintang di sistem Kepler 34. Massa planet diperkirakan seperlima massa Jupiter dan memiliki jari-jari 0.764 dari Jupiter. Planet ini mampu menyelesaikan orbit eksentrik dalam kurun waktu 288,822 hari dari sumbu semimajor hanya lebih dari 1 AU (1 AU sama dengan jarak rata-rata bumi ke matahari, berkisar 149 juta kilometer)

Planet Kepler 34 (AB)

Sebenarnya para ilmuwan masih mempertanyakan, bagaimana mungkin exoplanet tersebut bisa menjelaskan asal usul dan bagaimana mungkin bisa masuk ke dalam orbit dua bintang? Tidak banyak informasi yang bisa didapatkan ilmuwan astronomi untuk mengungkap keberadaan sistem bintang Kepler 34 dan planetnya. Saat ini astronom hanya mampu memperkirakan dan menduga hipotesis dengan teleskop ruang angkasa, karena sistem orbit yang sangat menarik tentunya membuat ilmuwan lain terus berusaha memecahkan misteri sistem bintang Kepler 34. 

Dalam penelitian yang dipublikasikan Astrophysical Joournal Letters, Dr Zoe Leinhardt dan rekan-rekannya dari University of Bristol menjelaskan simulasi komputer dari tahap awal pembentukan planet di sekitar bintang biner. Simulasi ini menggunakan model canggih yang mampu menghitung efek gravitasi dan tabrakan fisik antara satu juta blok bentuk planet.

Penelitian itu menegaskan bahwa sebagian besar planet seharusnya terbentuk dalam jarak lebih jauh dari bintang biner pusat dan kemudian bermigrasi ke lokasi saat ini. Dr Leinhardt mengatakan, simulasi semata-mata menunjukkan bahwa disk circumbinary merupakan lingkungan yang tidak bersahabat untuk sebagian besar benda dengan gravitasi sangat kuat. 

Ilmuwan juga memperkirakan temuan data sebelumnya tentang tabrakan serta tingkat pertumbuhan fisik planet, sehingga planet Kepler 34 (AB) mungkin telah mempertahankan keberadaannya hingga sekarang. Proses ini sangat kuat, atau menekan sebuah benda dimana planet mungkin saja tidak bisa bertahan dalam orbit dua bintang. 

Kesimpulan tersebut setidaknya memberi gambaran tentang planet Kepler 34 (AB), atau semua planet circumbinary yang saat ini sudah ditemukan juga mengalami migrasi dari lokasi pembentukan semula. Salah satu sistem yang memiliki multi surya juga ada pada exoplanet di gugus bintang Messier 67. Dr Leinhardt menambahkan, kemungkinan itu tidak termasuk untuk planet Kepler 47 (AB)c yang lebih jauh jaraknya dari bintang biner tetapi masih termasuk planet circumbinary. 

Referensi


One planet, two stars: new research shows how circumbinary planets form, 31 January 2014  by University of Bristol. Journal: Forming circumbinary planets: N-body simulations of Kepler-34. Astrophysical Journal Letters, 2014. Image: David A Aguilar, Harvard-Smithsonian Centre for Astrophysics.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.