Ads Top


Menurut Stephen Hawking, Tidak Ada Lubang Hitam Luar Angkasa

Peristiwa luar angkasa yang paling menarik perhatian kalangan ilmuwan dan pelajar saat ini adalah lubang hitam, dimana tidak satupun materi dan cahaya bisa terlepas dari tarikannya. Menurut beberapa ilmuwan menyatakan bahwa luar angkasa tidak ada lubang hitam tetapi menurut fisikawan Inggris, teori lubang hitam modern tidak jauh dengan ide peristiwa cakrawala (peristiwa luar angkasa) dimana batas tidak terlihat dari luar dan tidak terpikirkan menyelimuti lubang hitam. 

Dalam teori klasik yang sudah melenceng selama 40 tahun terakhir, masih diperdebatkan ilmuwan selalu dinyatakan tidak ada jalan keluar atau melarikan diri dari tarikan lubang hitam. Tetapi menurut teori kuantum, fenomena ini memungkinkan energi dan informasi terlepas dari tarikan lubang hitam, sehingga membuat ilmuwan membutuhkan teori lain yang bisa menggabungkan gravitasi dengan gaya fundamental lainnya. Hal ini masih diperdebatkan Stephen Hawking yang tertulis dalam sebuah makalah ArXiv (Cornell University Library) terbit 22 Januari 2014. 

Teori Baru Lubang Hitam Stephen Hawking


Penjelasan terbaru Stephen Hawking merupakan bagian upaya untuk memecahkan paradoks firewall lubang hitam yang saat ini masih menjadi tanda tanya selama hampir dua tahun. Ilmuwan masih tidak mengetahui alasan pasti yang terjadi pada astronot, apa yang menyebabkan mereka tidak terjebak pada gravitasi lubang hitam. Sementara menurut hipotesis Karl Scwarzschild tahun 1915, astronot akan melewati peristiwa cakrawla dimana mereka secara perlahan akan tertarik ke dalam lubang hitam dan hancur.

Uniknya, analisis tim Polchinski menyatakan bahwa hukum kuantum yang mengatur partikel pada skala kecil akan mengubah situasi tersebut. Tetapi teori kuantum menyebutkan bahwa peristiwa cakrawala itu akan mengubah wilayah yang sangat energik (firewall) yang justru akan membakar astronot. Meskipun firewall sesuai dengan aturan kuantum tetapi menolak keras teori umum realtifitas Einstein.

Lubang Hitam

Hawking mengusulkan hipotesis baru ketiga sebagai pilihan baru ilmuwan untuk mengembangkan pemecahan misteri peristiwa luar angakasa. Dimana mekanika kuantum dan relativitas umum tetap digunakan tetapi lubang hitam tidak memiliki peristiwa cakrawala yang membakar (firewall). Efek kuantum sekitar lubang hitam akan menyebabkan ruang waktu berfluktuasi bebas pada batas permukaan yang bisa saja muncul mendadak. Disepanjang permukaan yang penuh cahaya akan menjauh dari inti lubang hiam, lubang hitam tidak berubah dan dua cakrawala ini identik karena cahaya mencoba terlapas dari tarikan lubang hitam yang seolah-olah terjebak pada dua titik. Jika pilihan itu lebih tertuju masuk kedalam lubang hitam maka peristiwa cakrawala akan membengkak dan tumbuh lebih besar. 

Tahun 1970 Hawking menyatakan bahwa lubang hitam dapat menyusut perlahan memuntahkan 'Radiasi Hawking'. Hal ini menjelaskan bahwa peristiwa lubang hitam menjadi lebih kecil, tetapi hipotesis baru disebutkan cakrawala yang jelas merupakan batas yang nyata, tidak ada cakrawala berarti tidak ada lubang hitam dimana cakrawala itu bisa terlihat sebagai cahaya yang melarikan diri hingga tak terbatas. Meskipun demikian, dirinya mempertanyakan apakah hal itu cukup menjadi dasar agar bisa melewati paradoks firewall?

Lubang Hitam Berwarna Abu-Abu


Stephen Hawking menegaskan, apapun bentuk materi yang dekat pada prinsipnya mampu keluar dari lubang hitam, meskipun dia tidak menentukan dalam makalahnya bagaimana cakrawala yang jelas terlihat akan menghilang. Ketika lubang hitam telah menyusut, dimana efek kedua mekanika kuantum dan gravitasi akhirnya digabungkan dan menghilang. Sehingga pada saat itu, apapun yang pernah terjebak dalam lubang hitam akan dikeluarkan meskipun dalam kondisi tidak utuh.

Menggabungkan konsep-konsep ini, Stephen Hawking menyatakan ide sekaligus teori baru tentang cakrawala yang jelas (apparent horizon) tanpa batas tetap, sementara penyebutan istilah 'Lubang Hitam' kurang mutlak, atau lebih mungkin 'Lubang Abu-Abu'.

Jika hipotesis Hawking kali ini benar, maka ada kemungkinan terjadi singularitas pada inti lubang hitam. Sebaliknya materi hanya sementara berada dibelakang cakrawala, secara bertahap akan bergerak ke dalam tarikan lubang hitam tetapi dipusat (inti) tidak pernah dihancurkan keseluruhannya. Salah satunya terlihat pada 'Radiasi Hawking' sehingga hampir mustahil mengethaui benda apa saja yang pernah tersedot kedalam lubang hitam.

Referensi


Stephen Hawking: 'There are no black holes', publish 24 Januari 2014 by Nature. Paper: Information Preservation and Weather Forecasting for Black Holes, publish 22 January 2014 by Cornel University Library, Arxiv. Image Simulated view of a black hole in front of the Large Magellanic Cloud via wikipedia.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.