Ads Top


Dugaan Ilmiah, Bulan Buatan Manusia Dan Berongga

Misteri tentang keberadaan bulan mungkin kini menjadi tanda tanya ilmuwan, mengapa pengaruh bulan begitu kuat terhadap bumi? Apakah bulan adalah salah satu satelit terbesar yang pernah diciptakan manusia masa lampau? Ataukah bulan memiliki rongga, berlapis logam, dimana selama jutaan tahun tertutupi lapisan debu?

Jika peradaban manusia masa lalu memang benar-benar sangat maju (tentunya jauh lebih maju dari sekarang), maka salah satu analisis mungkin perlu mendapat tanggapan serius untuk mengungkapkan pemahaman tentang sejarah peradaban yang pernah berkembang di bumi. Analisis dan teori itu akan menjadi perhatian serius di masa mendatang, khususnya ilmuwan yang terus mempelajari tentang keberadaan bulan dengan fenomena anehnya. 

Misteri Bulan Buatan Manusia


Lebih dari 70 pesawat luar angkasa telah dikirim untuk mengeksplorasi bulan dan setidaknya ada 12 manusia telah berjalan di permukaan bulan. Faktanya, NASA menyebutkan bahwa bulan berfungsi untuk menstabilkan bumi, dimana bulan telah menyebabkan iklim lebih stabil dan mungkin membantu dalam evolusi kehidupan. Selain itu, bulan memegang kunci jawaban tentang sejarah awal planet Bumi.

Di tahun 1969, NASA tercatat dalam sejarah berhasil mengukur gelombang seismik melalui pendaratan Apollo 12, dimana hasilnya sangat mengejutkan dan berbeda dengan fenomena seismik yang pernah tercatat di Bumi. Getaran seismik tersebut berlangsung selama satu jam dan mulai keluar kembali berupa gelombang kecil. Menurut Dr Ross Taylor yang membantu memeriksa sampel dari NASA, fenomena ini merupakan salah satu hal yang luar biasa. Gelombang kejut itu terus bergema disekitar bulan dalam jangka waktu satu jam atau lebih dan dikaitkan dengan kondisi batu permukaan bulan yang sangat kering. Sebagai contoh, ketika kita memukul pipa besi maka gaung akan bergema dan semakin mengecil, berbeda dengan memukul besi padat dimana getaran langsung menghilang.

Usia bebatuan bulan diperkirakan sangat kuno, sebagian besar usianya melampaui usia bebatuan yang pernah ada di bumi. Ilmuwan berusaha untuk menganalisa contoh batuan bulan yang dibawa antariksawan, ternyata hasilnya mengandung besi dan titanium murni, logam murni yang tidak ada secara ilmiah. Hal ini menegaskan bahwa logam tersebut merupakan bukan batuan tambang melainkan hasil peleburan yang biasa dilakukan manusia. Peleburan logam ini setidaknya membutuhkan suhu diatas 2-3 ribu derajat Celcius, tetapi faktanya bahwa bulan merupakan tempat yang dingin dimana tidak ada aktifitas gunung berapi.

Sejauh perkembangan penelitian tentang bulan, tidak ditemukan adanya kelembaban yang berguna untuk meredam getaran. Permukaan bulan tertutupi dengan puing-puing dan hanya memancarkan gelombang kejut tersebut tanpa peredam. Dan menurut Sunti Karunatilake seorang astronom Stonybrook University, mengatakan bahawa jika bulan memiliki ronggga dengan ukuran seperti itu maka tidak bisa memiliki gaya gravitasi karena isinya tidak cukup padat. 
Jadi apa yang dimaksud disini adalah, bulan selama ini tidak memiliki gravitasi kuat, terlalu ringan dan tidak padat, dan tidak seperti fenomena gravitasi yang saat ini terjadi di planet Mars. Benarkah bulan berongga?
Sementara fisikawan asal italia, Lorenzo Iorio menerbitkan artikel yang membahas perilaku anomali bulan. Disebutkan bahwa bulan memiliki sedikit perubahan dari waktu ke waktu yang tidak bisa dijelaskan dalam paradigma yang terjadi saat ini, dimana orbit bulan meningkat secara eksentrisitas (ukuran yang menggambarkan berapa banyak penyimpangan orbit lingkaran bulan sempurna).

permukaan bulan, kawah bulan

Yang paling menarik dari permukaan bulan adalah kawah yang minoritas cembung, dimana permukaan melengkung dan bulat disekitarnya, padahal jika diperhatikan kawah alami biasanya cekung kedalam atau berlubang. Misalnya, jika meteor besar jatuh kepermukaan bulan tentu akan membuat kawah cekung. Pendapat tentang kawah ini digunakan oleh beberapa analis sebagai bukti bahwa kawah bulan buatan manusia yang mungkin saja menutupi lapisan dibawahnya.

Menurut Charles A Wood dari Department of Geological Sciences at Brown University, dalam makalahnya tahun 1978 menyatakan bahwa kawah cembung kemungkinan besar tercipta akibat aktifitas lava yang meresap melalui rekahan ke permukaan. Lava yang membentuk cincin kolam (kawah) membutuhkan viskositas yang lebih tinggi atau tingkat ekstrusi rendah dari lava besar. 
Kesimpulan diatas setidaknya menggambarkan bahwa tidak ada lapisan bulan seperti yang ada di bumi (lapisan yang menghasilkan panas bumi), sehingga kemungkinan besar bahwa bulan tidak memiliki lava. Bagaimana kawah tercipta? Dan mungkin saja kawah itu sedang menutupi suatu benda atau bangunan.
Menurut Dr eric Chritian dari NASA, iklim bumi lebih stabil akibat adanya bulan dan rotasi bumi bisa diperlambat sehingga secara bertahap mampu memperpanjang peredaran waktu (hari 24 jam). Jika tidak ada bulan, mungkin waktu antara siang dan malam terlalu cepat berganti. Bulan sangat berpengaruh bagi kehidupan di bumi, naiknya permukaan air laut, pergantian kulit sebagian hewan melata, dan banyak lagi fenomena tak terjelaskan akibat munculnya bulan di malam hari.

Teori-teori yang sama saat ini banyak bermunculan di internet yang menyangkut fenomena aneh di bulan. Teori konspirasi yang ditulis dalam buku Our Mysterious Spaceship Moon, investigasi Don Wilson, dua ilmuwan Soviet berusaha menegaskan bahwa bulan merupakan pesawat ruang angkasa yang telah di modifikasi. Awal cerita bermula pada tahun 1957 ketika Rusia meluncurkan satelit pertama, dimana era persaingan penjelajahan luar angkasa dimulai. Hipotesis yang mereka ungkapkan menimbulkan kontroversi dikalangan ilmuwan, karena bulan dianggap sebagai mesin yang sangat akurat yang mampu menahan serangan meteor keras. Hal ini disebabkan permukaan bulan sangat keras terbuat dari logam murni titanium.

Kebanyakan analisis justru bersikeras pada teori konspirasi yang menyatakan bahwa bulan merupakan kunci kehidupan makhluk luar angkasa. Sejauh ini hanya ditemukan bukti gambar yang belum bisa dikategorikan memperkuat dugaan tersebut. Walaupun teori konspirasi ini hampir memungkinkan, atau kedengaran seperti nyata, dari sisi penelitian ilmiah setidaknya telah banyak menggambarkan fenomena aneh yang terjadi di bulan.

Referensi


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.