Ads Top

Inti Bumi Berupa Kristal Kuarsa Raksasa, Sumber Medan Magnet


Sains modern menganggap inti bumi sebagian besar dari bola besar yang terdiri dari logam cair berada di 3000 km di bawah permukaan, dikelilingi oleh mantel batu panas. Di kedalaman ini, inti dan mantel bertekanan sangat tinggi dan suhu sangat panas. Aliran mantel bumi berupa batu apung panas bergerak lambat beberapa sentimeter per tahun, membawa panas dari inti ke permukaan bumi. Sehingga menghasilkan pendinginan bertahap dari waktu ke waktu. 

Inti Bumi Kristal Raksasa

Tetapi, kapan inti bumi telah didinginkan sejak pembentukannya merupakan salah satu perdebatan yang tak kunjung habis diantara para ilmuwan Bumi. Tahun 2013 lalu, Kei Hirose dari Tokyo Institute of Technology menjelaskan bahwa inti bumi mungkin telah turun 1000 derajat Celsius sejak pembentukannya 4,5 miliar tahun yang lalu. Pendinginan ini diperlukan untuk mempertahankan medan geomagnetik, kecuali ada sumber energi lain yang belum ditemukan. 

Inti Bumi Berupa Kristal Kuarsa Raksasa


Pendinginan inti Bumi dan sumber energi pada bidang geomagnetik bukan satu-satunya masalah yang sulit dihadapi oleh ilmuwan. Diantaranya ketidakpastian tentang komposisi kimia dari inti bumi, sebagian besar berupa besi dan nikel, juga mengandung sekitar 10 persen logam ringan termasuk silikon, oksigen, sulfur, karbon, hidrogen, dan senyawa lain. Begitupun, ilmuwan masih saja tidak tahu berapa proporsi masing-masing elemen.

Saat ini para ilmuwan menggunakan presisi berlian yang dipotong untuk memeras sampel debu berukuran kecil dengan tekanan yang sama seperti di inti bumi. Suhu tinggi pada interior bumi diciptakan melalui sampel yang dipanaskan dengan sinar laser. Eksperimen dikerjakan dengan berbagai kemungkinan komposisi di bawah berbagai kondisi. Sehingga bisa mengidentifikasi perilaku unik kombinasi yang berbeda, sesuai dengan lingkungan berbeda pada inti bumi.

Di masa lalu, sebagian besar penelitian tentang paduan besi di inti bumi hanya terfokus pada besi dan paduan tunggal. Tapi dalam percobaan ini menggabungkan dua paduan yang berbeda yang mengandung silikon dan oksigen, karena paduan ini terdapat pada inti bumi. 
Sebagian paduan silikon dan oksigen membentuk kristal silikon dioksida, komposisi yang sama seperti kuarsa mineral yang ditemukan di permukaan bumi.

Hal ini membuktikan bahwa kristalisasi berupa kristal silikon dioksida pada inti bumi bisa memberikan sumber energi baru yang sangat besar untuk mendukung medan magnet bumi. Tambahan dorongan yang menumbang banyak energi untuk memecahkan paradoks Olson. Implikasi dari studi ini juga akan digunakan untuk memprediksi pembentukan Bumi dan kondisi awal Tata Surya. 

Perubahan komposisi kristalisasi inti bumi dengan cara menghilangkan silikon terlarut dan oksigen secara bertahap dari waktu ke waktu. Pada akhirnya proses kristalisasi berhenti ketika inti bumi kehabisan persediaan silikon ataupun oksigen. Walaupun silikon masih tersedia, tanpa oksigen juga tidak dapat menciptakan kristal silikon dioksida. 

Referensi

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.