Ads Top


Peta Digital Alam Semesta Terbesar & Lengkap Telah Dirilis

Baru-baru ini, peta digital alam semesta terbesar di dunia telah dirilis untuk umum meliputi pemetaan miliaran bintang dan galaksi. Data-data ini telah diperoleh dari proyek Pan-STARRS internasional yang dikerjakan oleh ilmuwan dari Universitas Queen di Belfast. Studi ini juga telah meramalkan adanya penemuan benda-benda baru di alam semesta. Dalam eksplorasi luar angkasa, para astronom dan kosmolog menggunakan teleskop berukuran 1,8 meter yang berada di puncak Haleakala, Maui - Hawaii. Teleskop digital ini berulang kali menggambar tiga perempat dari langit yang terlihat selama lebih dari empat tahun.

Peta Digital Alam Semesta



Peta Digital Alam Semesta


Benda angkasa yang tertangkap peralatan Pan-STARRS1 terdiri dari tiga miliar sumber terpisah, termasuk bintang, galaksi, dan objek angkasa lain. Koleksi foto ini berukuran dua Petabyte data komputer, setara dengan satu miliar foto selfi atau seratus kali isi Wikipedia saat ini. Kemudian Pan-STARRS bersama University of Hawaii Institut Astronomi mulai merilis data yang ditemukan kepada khalayak umum. Studi ini juga didukung NASA dan didanai melalui beberapa universitas terkemuka di Amerika Serikat.

Peta digital alam semesta yang dirilis akan memungkinkan setiap orang untuk mengakses jutaan gambar bintang dan menggunakan database yang berisi pengukuran presisi dari miliaran bintang dan galaksi. Pan-STARRS telah membuat penemuan objek dekat Bumi dan Kuiper Belt di tata surya yang jauh diantara bintang-bintang. Gambar ini juga telah memetakan debu dalam tiga dimensi di galaksi Bima Sakti dan menemukan jalur bintang baru. Eksplorasi juga menemukan jenis ledakan bintang dan quasar yang terbentuk di awal alam semesta.

Setidaknya ilmuwan telah mengerjakan proyek ini selama lebih dari lima tahun dan telah menemukan ledakan paling terang di alam semesta, serta asteroid terdekat di tata surya matahari. Pada bulan Mei 2010, observatorium Pan-STARRS memulai survei digital memetakan angkasa yang terlihat dengan cahaya inframerah. Ini adalah survei pertama yang bertujuan mengamati luar angkasa, mencari benda bergerak dan benda-benda variabel termasuk asteroid yang berpotensi mengancam Bumi.

Peta digital alam semesta diberi judul 'Static Sky' yang mencakup nilai rata-rata untuk posisi benda langit, kecerahan dan warna objek yang ditangkap secara individu. Ini merupakan peta digital terlengkap dan terbesar sepanjang eksplorasi luar angkasa, data yang diberikan sangat lengkap dan konkrit berikut posisi benda langit. Secara resmi, peta digital alam semesta akan dirilis pada tahun 2017, termasuk katalog dan gambar masing-masing Snapshot. Untuk saat ini semua orang bisa mengakses secara online di website resmi Pan-STARRS.

Referensi

Astronomers release largest digital survey of the visible Universe, 16 Dec 2016, by Queen's University Belfast. 

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.