Ads Top


Bintang Segi Delapan, Rub el Hizb, Simbol Kemakmuran Islam?

Dalam beberapa catatan sejarah, bintang segi delapan sering digunakan beberapa budaya di seluruh dunia. Tidak hanya dalam seni budaya, bahkan simbol ini juga digunakan sebagai ikonografi religius dengan makna tersendiri. Beberapa contoh bintang segi delapan terlihat dalam arsitektur kuno, artefak, astrologi, dan di tempat ibadah.

Astrologi yang sudah berkembang sejak periode kuno juga menjelaskan bintang delapan, menggambarkan empat sudut ruang yaitu delapan garis mewakili simbolis Utara, Selatan, Timur, Barat, dan emapt sudut yang berada diantaranya. Suku Maya Quetzalcoatl menggunkan Az Tzul Ahaw, sebuah simbol yang diyakini mewakili Dewa Venus, dimana mesin terbang Venus tergambar dibagian wajahnya. 

Simbol Bintang Segi Delapan Dalam Literatur Agama


Bintang Al-Quds (Najmat al-Quds) merupakan adaptasi dari simbol Rub el Hizb yang secara khusus terkait dengan al-Quds (Yerusalem). Desain bintang berujung delapan terinspirasi oleh rencana lahan segi delapan dari Bani Umayyah berupa Kuil Kubah Batu (Dome of the Rock), dibangun untuk memperingati status Yerusalem sebagai kiblat pertama atau arah doa dalam Islam. 

Dome of the Rock, Bintang Segi Delapan


Dalam lukisan Tanah Suci (Holy Land) tahun 1455, Jerusalem terlukis sudut pandang dari barat. Dimana Kubah Batu masih mempertahankan bentuk segi delapan, dibagian kanan Al-Aqsa ditampilkan bangunan gereja.

lukisan Tanah Suci (Holy Land) tahun 1455

Dalam literatur Islam dikenal sebagai Rub el Hizb yang direpresentasikan dalam bentuk dua kotak tumpang tindih, dimana simbol ini juga ditemukan pada beberapa emblem dan bendera. Dalam bahasa Arab, Rub artinya 'yang keempat, kuartal', sementara Hizb artinya kelompok atau partai. Pada awalnya simbol ini digunakan dalam Quran yang dibagi menjadi 60 Hizb atau 60 kelompok dengan panjang kira-kira sama. Simbol ini menentukan setiap seperempat Hizb, sementara Hizb merupakan satu setengah dari juz. Tujuan utama penggunaan simbol ini sebagai sistem pemisah untuk memfasilitasi pembacaan Al-Qur'an, tidak lebih. Selain itu, simbol ini juga digunakan sebagai penanda untuk akhir bab dalam kaligrafi Arab. 

Bintang Segi Delapan, Rub el Hizb

Dalam literatur Buddha, simbol bintang segi delapan menggambarkan delapan jalur di jalan Buddha dan delapan jalur abadi. Simbolisme universal ini dianggap menarik karena berhubungan dengan keseimbangan, harmoni, dan kosmis, sebuah pola yang berhubungan dengan awal astronomi, agama, dan mistisisme. 

Berbeda dengan literatur Hindu, dimana simbol ini juga dikenal sebagai Bintang Lakshmi, mengisyaratkan Lakshmi sebagai Dewi Kekayaan yang memiliki delapan emanasi disebut sebagai Ashtalakshmi yang diwakili dua kotak membentuk Octagram. Simbol emanasi mewakili delapan bentuk kekayaan yaitu moneter, kemampuan mengangkut, kemakmuran yang tak ada habisnya, kemenangan, kesabaran, kesehatan dan gizi, pengetahuan, dan keluarga.

Dalam literatur agama kuno, Roda kehidupan Wicca digambarkan sebagai sebuah lingkaran yang berisi bintang berujung delapan, setiap titik merupakan hari libur besar yang disebut Sabbat. Budaya Wicca menekankan sistem libur secara keseluruhan, dimana setiap hari libur dipengaruhi melalui apapun yang telah datang sebelumnya dan mempersiapkan apapun yang datang berikutnya.

Sementara itu, literatur agama Mesir kuno mengakui delapan dewa (empat laki-laki dan empat perempuan) yaitu Nu, Nanet, Amun, Amunet, Kuk, Kauket, Huh, dan Hauhet. Setiap pasangan merupakan simbol dari kekuatan air, udara, kegelapan, dan tak terbatas. Secara bersamaan keempat pasangan menciptakan dunia dan Dewa Ra menciptakan perairan primordial. Kedelapan dewa ini dikenal sebagai Ogdoad, dan konteks ini juga digunakan budaya lain yang diwakili melalui Octagram.

Kemakmuran Periode Al-Andalus Dan Simbol Bintang Segi Delapan


Asal bintang berujung delapan dalam mitologi dan agama pemuja matahari. Raja matahari adalah simbol yang mendefinisikan kerajaan Andalusia tertua. Sejak zaman neolitik, Andalusia menyembah matahari yang diwakili dengan delapan sinar. Orang-orang Andalusia mewakili bintang ini dalam mata uang mereka sebagai simbol politik yang jelas pada saat kemerdekaan Andalusia. Andalusia memilih bintang berujung delapan sebagai simbol politik dan meletakkannya di koin pertama diciptakan. 

Al-Andalus adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia, yaitu Spanyol dan Portugal yang diperintah oleh pemerintahan Islam, atau orang Moor antara tahun 711 dan 1492. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, ketika pasukan Umayyah pimpinan Thariq bin Ziyad mengalahkan pemerintahan Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah tahun 711 hingga 750, kemudian berubah menjadi sebuah keamiran ditahun 750-929. Kekhalifahan berdiri tahun 929-1031 yang akhirnya terpecah menjadi Taifa atau kerajaan kecil pada tahun 1031-1492.

Kekhalifahan Al-Andalus menggunakan simbol bintang segi delapan telah membawa kemakmuran Islam, bahkan terlihat di beberapa koin mereka yang tersebar hampir keseluruh Eropa. Kerajaan Nazari juga termasuk dalam beberapa wilayah yang menggunakan simbol dalam dekorasi tambahan. Mozarabic dan Moor Andalusia pernah menggunakan bintang berujung delapan di wilayah semenanjung utara, dan tersebar di seluruh Maghreb dan Timur Tengah. Pembangun gedung menempatkan simbol bintang segi delapan di gereja-gereja dan di ubin masyarakat waktu itu. 

Penggunaan bintang berujung delapan waktu itu tidak eksklusif bagi Andalusia pro-Muslim, tetapi diyakini bahwa orang Kristen juga menggunakannya dalam bangunan, baik didalam dan luar wilayah Andalusia. Historiografi menyebutkan bahwa banyak orang Andalusia bermigrasi ke utara karena ketidakstabilan politik, agama, ekonomi Al-Andalus, terutama di pertengahan dan akhir abad ke-9 M. Banyak ulama menghasilkan seni mereka ke tempat baru di utara, membawa simbol-simbol termasuk bintang berujung delapan yang diaplikasikan kedalam bentuk dekoratif berbeda. Beberapa fitur bintang segi delapan dalam seni Andalusia berbentuk lengkungan di beberapa relief mawar pada gereja San Miguel de Lillo (Oviedo), di pintu Santa Maria de Ripoll (Girona) yang diterjemahkan dari karya-karya Al-Andalus.

Sejarah Kuno Octagram


Octagram terbentuk dari kontak bertumpang tindih yang sering menekankan dualitas yaitu Yin dan Yang, jantan dan betina, serta spiritual dan material. Kedua kotak dikaitkan dengan dunia fisik yang memiliki empat unsur, empat arah mata angin, secara bersama-sama menjelaskan aspek positif dan negatif dari empat elemen, termasuk menyeimbangkan sesuatu yang ada di alam semesta.

Temuan pada abad ke 17 oleh seorang bangsawan Italia bernama Pietro della Valle menjelaskan penggunaan sebuah bintang segi delapan sebagai segel di reruntuhan kota kuno Ur, Tell al Muqayyar, sebuah kota yang berkembang sekitar tahun 2000 SM. Dia menemukan beberapa potongan marmer hitam yang tampaknya menjadi semacam Segel. Segel ini hanya ditulis berupa huruf atau kata-kata. Diantara naskah lain yang ditemukan menjelaskan pesan singkat menjelaskan bintang segi delapan.

Abraham atau Ibrahim, merupakan nabi dalam agama Yahudi, Kristen, dan Islam, diduga dia tinggal di kota Sumeria Ur. Penggalian kota Ur mengungkap misteri asal mula penggunaan bintang segi delapan dalam bentuk delapan kelopak dan digunakan dalam perhiasan atau logam dekorasi.

Sejarah Sumeria menunjukkan asal mula bintang segi delapan sebagai refleksi dari pengamatan astronomi di salah satu peradaban tertua di dunia. Dalam tradisi Sumeria, simbol bintang segi delapan menggunakan susunan garis sebagai simbol untuk menghubungkan kepada bintang dan Tuhan. Bintang segi delapan mewakili Dewi Inanna, Ishtar (Astarte), dan Dewi Babilonia (The Lightbringer). Sementara lingkaran ditengahnya merupakan simbol Dewa matahari. Budaya Yunani tahun 400 SM meyakini bahwa bintang pagi dan sore merupakan entitas berbeda, mengakui Venus sebagai bintang pagi dan bintang malam. 

Simbol bintang segi delapan terkait dengan sinar yang merupakan salah satu tema yang paling lazim dalam hubungan mistik. Esoteris simbol ini karena energi kesadaran yang digunakan dalam ritual magis serta digunakan dalam alkimia. Diantaranya Elixir atau Quintessence adalah hasil dari pemisahan dan kombinasi dari beberapa aksi dan bentuk pasif dari Roh, sebuah bentuk energi kesadaran yang digunakan dalam ritual magis dan alkimia yang dilambangkan dengan delapan roda.

Referensi

  • Al-Andalus, Oxford Dictionary of Islam. By John L. Esposito, Oxford University Press 2003.
  • Un Simbolo Esencialmente Andaluz, La Estrella De Ocho Puntas. By Paco Albaduli
  • Invoking Lakshmi: The Goddess of Wealth in Song and Ceremony. By Constantina Rhodes, State University of New York Press 2011.
  • Medieval concept of the cosmos, 1455 painting of the Holy Land, image courtesy of Wikimedia commons

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.