Ads Top

Kelahiran Islam Tertulis Di Kalki Shambhala Abad Ke 7 SM


Menurut pandangan literatur Buddha, Buddha telah mengajarkan Tantra Kalacakra pada abad ke-9 SM, kemudian tujuh abad setelahnya, Raja Kalki Shambhala Pertama yang menyusun Tantra Kalacakra Ringkas, dan hanya naskah kedua saja yang selamat. Penulisan Tantra Kalacakra Ringkas dilakukan antara akhir abad ke-9 dan awal abad ke-10 M, merupakan gabungan dari beberapa bagian berbeda yang mungkin disusun dibeberapa wilayah mencakup Afghanistan Timur, Oddiyana yang meliputi Pakistan barat laut, Pujab barat, dan Swat, serta Kashmir. 

Dalam literatur Buddha mengajarkan Kalachakra Tantra di Andhra, India Selatan, pada tahun 880 SM mengunjungi Raja Shambhala, Suchandra dan rombongannya. Raja Suchandra membawa ajaran kembali ke Utara, dimana mereka telah berkembang waktu itu. Shambhala adalah alam manusia, bukan tanah murni yang diduduki Buddha, dimana semua kondisi dianggap kondusif untuk praktek Kalachakra. Meskipun lokasi sebenarnya di bumi dapat mewakilinya, Dalai Lama menjelaskan bahwa Shambhala adalah murni sebagai alam rohani. Walaupun dalam literatur tradisional, tempat ini bisa dilintasi melalui perjalanan fisik, dan satu-satunya cara untuk mencapainya adalah dengan latihan meditasi Kalachakra.

Nubuat Raja Kalki Shambhala Tentang Kelahiran Islam


Tujuh generasi setelah kekuasaan Suchandra, pada tahun 176 SM, Raja Manjushri Yashas berkumpul dengan para pemimpin agama dari Shambhala, khususnya Brahman, tujuan semua ini untuk mendapatkan dan mengumpulkan prediksi dan peringatan yang pernah ditulis oleh Raja Shambhala di abad ke7 hingga ke-8 SM. Dalam teks prediksi yang terkumpul disebutkan bahwa 800 tahun kemudian (yaitu tahun 624 M) agama Non-India akan lahir di Mekah.

Kalachakra Thangka, shambhala

Karena kurangnya persatuan diantara Brahmana dan kelemahan dalam mengikuti dengan benar perintah dari kitab suci Veda, banyak yang akan menerima agama ini ketika para pemimpinnya mengancam invasi. Untuk mencegah bahaya dimasa depan, Manjushri Yashas menyatukan rakyat Shambhala menjadi Kasta Vajra tunggal dengan cara memberi mereka pemberdayaan Kalachakra. Setelah penyatuan Kasta dan pengajaran Kalachakra, Manjushri Yashas menjadi Kalki Pertama, pemegang pertama Kasta tersebut.

Kalki Pertama telah menjelaskan agama Non-India dimasa depan memiliki garis keturunan dari delapan guru besar, yaitu Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, Mani, Muhammad, dan Mahdi. Kemudian, ayat I.154 dari Tantra Kalacakra Ringkas (Tib. bsDus-rgyud, Skt. Laghu Tantra Kalacakra) menyebutkan:

Adam, Nuh, Abraham, dan lima lainnya – Musa, Yesus/Isa, dan Ia yang Berpakaian Putih, Muhammad, dan Mahdi – dengan tamas, berkasta asura-naga. Kelak, yang kedelapan ialah dia yang buta. Yang ketujuh akan menjelma tiba di kota Baghdad di tanah Mekah, (tempat) di dunia ini dimana sebagian dari (kasta) Asura akan mengambil bentuk sebagai kaum mleccha yang berdaya dan tak kenal ampun.

Berdirinya Islam sekitar tahun 622 M, meleset dua tahun dari tanggal yang diprediksi Kalachakra. Deskripsi agama Non-India berada dalam teks Kalachakra, juga digambarkan akan mengorbankan sapi sambil membaca nama Tuhan, sunat, perempuan bercadar, dan doa lima kali sehari menghadap tanah suci. Semua ini memperkuat kesimpulan adanya agama Non-India lahir di Mekah. Dalam bahasa Sansekerta, istilah Non-India adalah Mleccha, yang berarti seseorang yang tidak dipahami cara berbicaranya berbeda dengan lidah Sansekerta. Kata 'mleccha' masih menjadi kontroversi sendiri dibeberapa penafsir, tentunya tidak lepas dari ide 'negatif' pada agama Non-India yang akan dibahas pada artikel selanjutnya.

Hindu dan Buddha sama-sama telah menerapkan Kalachakra, termasuk dalam urusan penyerbu asing dari India Utara, yang dimulai dengan orang Macedonia dan Yunani pada saat kepemimpinan Alexander Agung. Hal ini dijelaskan dengan konotasi 'barbar' yang tertulis dalam metafora teks, dimana kata-kata itu menjelaskan kebodohan dan keserakahan disetiap budaya orang-orang yang menyerang. 

Referensi

  • Taking the Kalachakra Initiation, by Alexander Berzin, 1997
  • Introduction to the Kalachakra Initiation, by Alexander Berzin, 2011
  • Kalachakra thangka from Sera Monastery, image courtesey of Wikimedia Commons

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.