Ads Top


Bencana Perubahan Iklim Akan Berlangsung 10 Ribu Tahun

Tampaknya bencana perubahan iklim kedepan akan terjadi drastis selama satu atau dua abad dengan kenaikan suhu yang sangat cepat diikuti kenaikan permukaan laut. Setidaknya perubahan daratan bumi akan terlihat 10 ribu tahun kedepan yang disebabkan oleh deposit polusi karbon selama tiga abad, dampaknya akan bertahan ribuan tahun.

Analisa baru ini mengemukakan dampak polusi karbon berkepanjangan, sebuah makalah yang diterbitkan dalam Nature Climate Change menjelaskan bagaimana karbon dioksida selama tiga abad terus membanjiri udara bumi. Menurut Shaun Marcott, asisten profesor Geosains di University of Wisconsin-Madison, kenaikan permukaan air laut hampir tak terelakkan selama ribuan tahun ke depan.

Dampak Perubahan Iklim Selama Ribuan Tahun 


Saat ini, kebanyakan proyeksi iklim menyebutkan bahwa bencana perubahan iklim akan terjadi pada tahun 2300. Studi baru kali ini merangkum seluruh dampak yang disebabkan penambahan karbon dioksida ke atmosfer 1-5 triliun ton selama tiga abad berikutnya. Kebanyakan studi justru menggambarkan proyeksi 150 tahun terakhir dan membandingkannya dengan proyeksi beberapa abad berikutnya. 

Banjir, Dampak Perubahan Iklim

Penelitian ini mengamati dampak dari empat tingkat kemungkinan disebabkan oleh polusi karbon, dimulai pada tahun 2000 dan berakhir pada tahun 2300. Para ilmuwan membuka tabir sejarah 20,000 tahun lalu dengan menggunakan bukti fosil karbon dioksida yang berhasil dikumpulkan, termasuk temperatur global dan data permukaan laut mencakup zaman es terakhir. Kemudian mereka membandingkan data masa lalu dengan hasil pemodelan selama 10,000 tahun ke depan. 

Kebanyakan studi memperkirakan bahwa suhu dan permukaan air laut akan meningkat karena terus terjadi pembakaran bahan bakar fosil. Tetapi setelah pembakaran itu dihentikan, maka peningkatan akan kembali turun. Faktanya tidak demikian, hasil pembakaran bahan bakar fosil akan mempengaruhi cuaca selama ribuan tahun, dimana karbon dioksida akan tersimpan di atmosfer dan laut, efek pada suhu dan permukaan laut akan bertahan lama.

Saat ini, diperkirakan total deposit karbon dioksida sekitar 10 miliar ton per-tahun. Dimana jumlah ini terus berkembang sekitar 2,5 persen per-tahun, dan jumlah ini dua kali lebih cepat daripada yang pernah terjadi pada 1990-an. Peradaban manusia sudah meninggalkan karbon dioksida sekitar 580 miliar ton ke atmosfer. Ilmuwan juga menemukan adanya pelepasan karbon dimasa mendatang berkisar 1280 hingga 5120 miliar ton antara tahun 2000 hingga tahun 2300. Dalam pemodelan ini, deposit karbon dioksida akan berakhir 300 tahun kedepan, dan dampaknya akan berlangsung selama 10,000 tahun.
Di tahun 2300, tingkat karbon dioksida akan melonjak, dimana perubahan yang paling ekstrim adalah kenaikan suhu berkisar 7 derajat Celsius atau lebih, dan akan turun sedikit sekitar 6 derajat Celsius setelah melewati masa 10,000 tahun.

Pencairan lapisan es di Greenland dan Antartika dengan tingkat polusi karbon tertinggi diperkirakan akan menaikkan permukaan air laut 80 hingga 170 kaki. Kenaikan ini sudah cukup untuk menenggelamkan hampir keseluruhan wilayah Florida dan sebagian besar pesisir Timur.

Pemanasan laut dan atmosfer sudah mencairkan gletser dan lapisan es, tentunya saat ini telah menimbulkan kenaikan air laut. Para ilmuwan memperhitungkan bahwa perubahan laut dari tingkat polusi karbon terendah keseluruhannya telah mempengaruhi daratan pada tahun 2010, sekitar 19 persen populasi Bumi telah merasakan dampak kenaikan air laut.

Referensi

  • Long-term picture offers little solace on climate change, 08 February 2016, by University of Wisconsin-Madison. 
  • Journal Ref: Consequences of twenty-first-century policy for multi-millennial climate and sea-level change. Nature Climate Change, 2016; DOI: 10.1038/nclimate2923
  • Flooding near Key West, Florida, United States, image courtesy of Wikimedia Commons

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.