Ads Top


Lempeng Tektonik Bumi Terbentuk 3 Miliar Tahun Lalu

Dalam studi ilmiah, Bumi memiliki beberapa fitur khusus dari planet yang ada dalam tata surya Matahari. Diantaranya termasuk lautan besar dan suasana atmosfer yang mendukung kehidupan seluruh makhluk. Bumi, satu-satunya planet yang memiliki lapisan luar aktif, terbuat dari lempeng tektonik besar yang berlapis sehingga menciptakan pegunungan, gunung berapi, gempa bumi dan benua besar.

Sampai saat ini, ahli geologi masih memperdebatkan proses bagaimana lempeng Bumi terbentuk pertama kali. Beberapa ilmuwan mengusulkan analisis bahwa proses pembentukan lempeng dimulai sejak 4,5 miliar tahun lalu, waktu yang cukup dekat setelah pembentukan bumi. Ada juga analisis lain yang menyebutkan bahwa semua itu terjadi sejak 800 juta tahun terakhir. 

Dalam studi kali ini, ilmuwan dari University of Maryland memberikan bukti hasil Geokimia terbaru, analisis rasio elemen yang berkorelasi dengan konten magnesium telah menunjukkan bahwa lempeng tektonik pertama kali terbentuk sekitar 3 miliar tahun yang lalu. Hasil studi ilmuwan duterbaitkan dalam Jurnal Science edisi 22 Januari 2016.

Kelahiran Lempeng Tektonik Awal


Temuan ini merupakan bukti kuat, bahwa unsur-unsur yang tidak larut berkorelasi dengan elemen utama dan memungkinkan untuk menjawab misteri sejarah Bumi. Evolusi kerak benua terkait dengan beberapa proses geologi utama di Bumi, misalnya pelapukan kerak bumi yang kaya magnesium mungkin akan mempengaruhi kimia laut zaman kuno, periode dimana kehidupan di Bumi mulai berevolusi. 

Menurut Ming Tang, dengan menghubungkan komposisi dan lempeng kerak tektonik, memberi bukti jelas tentang Geokimia orde pertama yang menciptakan lempeng tektonik. Karena lempeng tektonik diperlukan untuk membangun benua, Analisi kali ini merupakan langkah lebih lanjut dalam memahami kapan dan bagaimana benua mulai terbentuk.

Lempeng Tektonik Bumi

Penelitian ini dimulai dari angka nol pada salah satu karakteristik kunci dari kerak bumi yang membedakannya dari geokimia planet lain di tata surya. Dibandingkan dengan Mars, Merkurius, Venus, dan bulan, kerak benua yang ada di Bumi kekurangan magnesium. Awalnya kerak bumi lebih mirip palnet lain dengan proporsi magnesium yang lebih tinggi.

Di beberapa titik, kerak bumi mulai berevolusi dan mengandung lebih banyak granit, batu yang miskin magnesium membentuk dasar benua. Kebanyakan ahli geologi beranggapan bahwa lempeng tektonik awal berkembang melalui transisi ini dengan menyerap air dibawah kerak bumi, merupakan sebuah langkah penting untuk membuat granit. Roberta Rudnick mengatakan bahwa tidak ada benua tanpa granit, dan tidak akan tercipta granit tanpa penyerapan air ke dalam bumi. Jadi, di beberapa titik lempeng tektonik awal mulai menyerap banyak air ke dalam mantel. 

Rasio Magnesium Batuan Kuno Lempeng Tektonik 


Pendekatan logis akan membuktikan konten magnesium terdapat dalam batuan kuno telah terbentuk diseluruh rentang waktu. Hal ini menentukan kapan transisi magnesium berubah menjadi rendah yang akhirnya membentuk batuan kerak bumi. Hal ini terbukti sulit, karena bukti langsung adanya magnesium rendah pada batu dilapisan bawah lautan sulit sekali ditemukan di permukaan, umumnya larut terbawa air.

Para ilmuwan mengesampingkan masalah ini dengan melihat elemen yang tidak larut dalam air. Unsur-unsur ini diantaranya adalah nikel, kobalt, kromium dan seng, seluruh unsur ini masih ada setelah sebagian besar magnesium hanyut terbawa air. Rasio elemen-elemen ini memegang kunci, rasio nikel tinggi pada kobalt, kromium dan seng berkorelasi dengan kandungan magnesium tinggi pada batu asli. Rasio elemen ini berkorelasi dengan magnesium, sebuah bukti yang sangat handal untuk membuktikan konten magnesium masa lalu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 miliar tahun yang lalu, kerak bumi memiliki 11 persen magnesium oksida berat. Dalam setengah miliar tahun selanjutnya, unsur magnesium oksida turun menjadi sekitar 4 persen hingga saat ini terus turun menjadi 2 atau 3 persen. Bukti bahwa lempeng tektonik terbentuk sekitar 3 miliar tahun yang lalu, sehingga membentuk benua sampai saat ini.

Para ilmuwan mengumpulkan data jejak elemen yang diambil dari berbagai batuan kuno yang terbentuk di Arkean Eon, jangka waktu antara 4 dan 2,5 miliar tahun yang lalu. Jejak ini digunakan untuk menentukan konten magnesium dalam batu ketika pertama kali terbentuk. Mereka menggunakan data ini untuk membangun sebuah model komputer dari komposisi geokimia awal Bumi. 

Referensi


New Study Zeros in on Plate Tectonics’ Start Date, 21 January 2016, by University of Maryland. 
Journal Ref: Archean upper crust transition from mafic to felsic marks the onset of plate tectonics. Science, 2016

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.