Ads Top


Naskah Kolbrin, Wanita Berambut Merah Kawin Terlarang

Dalam sejarah, naskah Kolbrin diselamatkan dari Glastonbury Abbey pada saat terjadinya kebakaran besar pada tahun 1184 yang menghanguskan hampir semua bangunan. Dugaan yang beredar bahwa kebakaran dimaksudkan untuk menghancurkan naskah sesat yang tersimpan di perpustakaan.

Naskah Kolbrin diduga telah digunakan oleh kelompok yang disebut Culdian berasal dari komunitas Skotlandia pada abad ke-14 M. Pimpinan kelompok ini seorang pria bernama John Culdy, kelompok ini bepergian sebagai pandai besi dan pengrajin, kadang-kadang dikenal sebagai Koferils. Beberapa naskah telah ditulis pada pelat logam yang kemudian dikenal sebagai "The Bronzebook" dari Inggris, tidak diketahui secara pasti kapan penulisannya. Kemudian naskah Kolbrin ditulis kedalam bentuk buku pada abad ke-17 Masehi, dan dimodernisasi pada akhir abad ke-20 awal kemudian menggabungkan beberapa naskah Celtic yang sempat terselamatkan dan belum ditulis kedalam pelat logam. Naskah yang tidak ikut tertulis di pelat logam dikenal sebagai Coelbook, dan naskah Kolbrin dikabarkan terkubur dibawah piramida batu di pegunungan Wales.

Selama tahun 1920 dan 1930-an buku ini disimpan oleh kelompok agama, selama Perang Dunia II buku ini dibuang dan dianggap tidak berharga, tetapi lagi-lagi kemudian terselamatkan. Pada awalnya ada lima naskah dalam kotak besar yang berisi 132 gulungan dan 5 gulungan terdiri dari Buku Besar Mesir. Selama berabad-abad banyak buku telah hilang atau hancur diantaranya adalah "Lesser Book of The Egyptians, The Trial of The Great God, The Sacred Register, The Book of Establishment, The Book of Magical Concoctions, The Book of Songs, The Book of Creation and Destruction, The Book of Tribulation", kesemua buku tersebut dianggap telah menghilang dalam sejarah. 

Wanita Berambut Merah Dalam Naskah Kolbrin


Fakta dalam translasi naskah sejarah ternyata masih banyak yang salah. Beberapa fragmen naskah mungkin telah terselamatkan, beberapa ejaan kemungkinan telah salah dimengerti dan ejaan asli kemungkinan telah diganti maknanya dengan kata yang lain. Tidak ada bukti kapan perubahan ini telah dibuat, dan translasi dalam bahasa Inggris umumnya telah dimodernisasi oleh seseorang yang tidak memiliki potensi ilmiah apapun. 

Dalam naskah Kolbrin juga menceritakan awal kehidupan manusia, dimana terdapat penyebutan spesies yang berbeda di dunia. Dalam "The Book of Origins" disebutkan ada dua spesies yaitu;
  • Utusan Tuhan, dimana mereka disebutkan sebagai orang-orang yang berjuang lebih keras, lebih disiplin, karena nenek moyang mereka telah melewati kegelapan dari tempat lain yang jauh, dan mereka tidak mewarisi "kematian".
  • Spesies primitif yang disebut keturunan Bumi yang dikenal sebagai Yoslings, setengah-manusia, bukan manusia sejati, anak-anak Bothas, dan juga kerabat hewan. Mereka juga disebut "Men of Zumat" yang artinya 'mereka yang mewarisi kematian'.

Sementara dalam Kitab Mutiara (The Book of Gleanings) menyebutkan empat spesies yang ada di dunia yaitu;
  • Spesis atau makhluk yang menarik diri karena membenci manusia 
  • Spesis yang dipimpin oleh seorang pria bijak yang mengetahui Kebenaran dan hidup di tengah-tengah perdamaian
  • Spesies primitif yang hidupnya liar dan buas berpakaian kulit binatang
  • Dan yang terakhir adalah keturunan Zumat atau Yoslings yang lebih liar dari yang lainnya.

Dalam naskah Kolbrin, spesies yang berbeda pernah hidup terpisah. Dimana kisah kawin terlarang atau tabu mungkin masih ada di India. Bukti ini pernah dianalisa oleh Priya Moorjani, ahli genetika di Harvard University yang melakukan penelitian DNA menyebutkan bahwa semua orang di India mewarisi dua kelompok genetik. Mereka termasuk kelompok India Selatan yang terhubung erat dengan orang-orang di Kepulauan Andaman, dan kelompok India Utara dimana leluhurnya berasal dari Near East-Kaukasus. Kaukasus merupakan daerah yang secara tradisional dikaitkan dengan daratan taman kunoyang disebutkan dalam Kolbrin. Bisa saja kelompok leluhur ini telah melakukan kawin terlarang dengan mereka ketika bermukim diantara tempat lain wilayah India Utara. 

Apakah varna, sistem kasta kuno India dengan dalil yang tak diketahui merupakan sebuah sistem dengan akar sejarah berusia lebih dari 3000 tahun, apakah ini merupakan genetik kawin terlarang disebutkan dalam naskah Kolbrin? Ketika perkawinan terjadi digambarkan sebagai kisah kotor yang pertama, para manusia suci dan Yosling jatuh sakit. Kemudian mereka dibuang dari taman dan ditempatkan di gurun.

Kawin Terlarang, Bumi Dilanda Bencana Besar


Yosling pertama kali kawin dengan seorang wanita dari manusia suci meninggal karena penyakitnya, tetapi melahirkan seorang anak perempuan. Keturunan hibrida ini digambarkan sebagai 'anak Cuckoo'. Dia adalah perempuan yang tidak biasa dengan ciri-ciri rambut merah panjang yang tidak pernah terlihat sebelumnya, kemudian hidup sendirian di hutan sebagai penyihir dan lebih berpihak kepada Yosling. Pada akhirnya dia menikahi seorang pahlawan besar dari manusia suci di tanah Krowkasis (Kaukasus). Versi cerita ini juga terdapat di Mesir dan buku Celtic.


Perlakuan kotor berikutnya terjadi ketika wanita itu tergoda oleh kekuatan dan binatang liar yang hidup di hutan. Naskah menyebutkan: 
  • Karena kejahatan yang dilakukan, diantara laki-laki mereka ada yang berasal dari spesis Binatang, dan mereka berbeda. 
  • Versi bahasa Aram "The Book of Giants" ditemukan di Qumran (IQ23 Fragmen 1+6) disebutkan: Dua ratus keledai, dua ratus arses, dua ratus ekor domba jantan... domba, dua ratus ekor kambing, dua ratus... binatang dari setiap binatang, dari setiap burung [...] [...] untuk antar ras (perkawinan sedarah dianggap dari berbagai ras).
  • 4Q531 Fragment 2 : [...] mereka menajiskannya [...] [... mereka melahirkan] raksasa dan monster'

Naskah Kolbrin menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah wanita dan hanya dia yang bertanggung jawab telah melakukan dua kekotoran genetik dari ras yang suci. Teman pertamanya dengan Yosling, dan kawin terlarang dengan hewan hutan. Dia menajiskan rasnya, ras manusia menggunakannya sebagai budak seks dan Chattel yang dari waktu ke waktu kemudian menjadi norma seluruh ras manusia. Selama ribuan generasi dan pembauran tak berujung, perbedaan antara spesies secara bertahap menghilang dan campuran yang dihasilkan menjadi manusia yang hidupnya lebih pendek. 

Bumi mulai dihancurkan oleh api, manusia bertahan tetapi alam kemudian tidak sama. Matahari tidak seperti sebelumnya dan bulan menghilang. Sebuah kehancuran talh memisahkan pegunungan timur dan barat sehingga mereka berada di laut. Tanah orang Kerdil (Homo floresiensis di Flores), Manusia Raksasa (kerangka manusia raksasa yang ditemukan di Yunani Kuno) dimana tulang raksasa ini telah ditemukan di seluruh dunia, terutama di Amerika Utara. Kerangka manusia setinggi 9 kaki ditemukan di dekat Borjomi di Georgia (Kaukasus), dan dekat Cagliari di Sardinia, Ones Neckless, tanah Marshes dan Mist, diperkirakan semua daratan ini telah mengalami kehancuran.

Di zaman yang sangat dingin, manusia bertahan hidup dengan bersembunyi di gua-gua. Mereka diteror oleh binatang raksasa disertai pemberontakan dan kekacauan diantara makhluk suci. Bencana semakin keras di bumi dan sifat hewan semakin mengeras, kemudian bumi hancur akibat banjir Atuma yang dikenal dengan Air Bah. Catatan naskah Kolbrin menghubungkan kisah yang terdapat dalam Kitab Henokh, kisah yang hapir sama dengan versi Sumeria awal. Naskah Kolbrin menyatakan bahwa kapal besar beristirahat di Kardo (sebutan Sumeria untuk tanah Kurdi), di pegunungan Ashtar, melawan Nishim (Nisibin/Nusaybin).

Referensi

  • The Kolbrin Bible, by Janice Manning, Marshall Masters, Glenn Kimball, Your Own World Books; 2nd,Unabridged edition 2006
  • Celtic Texts of the Coelbook, by Marshall Masters, 2006
  • Egyptian Texts of the Bronzebook, by Marshall Masters, 2006

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.