Ads Top


Super-Henge, Temuan Monumen Batu Dibawah Tembok Durrington

Tim ilmuwan baru-baru ini menemukan puing-puing monumen batu prasejarah yang terletak sekitar 3 kilometer dari Stonehenge. Mereka meenggunakan Cutting Edge, sebuah teknologi multi-sensor yang melatar belakangi proyek Stonehenge Hidden Landscapes telah mengungkap bukti konkrit monumen batu besar yang tersembunyi dibawah tepi Durrington Walls, merekam menyebutnya 'Super-Henge'.

Proyek Stonehenge Hidden Landscapes merupakan kolaborasi internasional antara Universitas Birmingham dan Ludwig Boltzmann Institute for Archaeological Prospection and Virtual Archaeology (LBI ArchPro) yang dipimpin Profesor Wolfgang Neubauer dan Profesor Vincent Gaffney dari University of Bradford. Para ilmuwan dari berbagai bidang dan lembaga berbeda telah meneliti daerah sekitar Stonehenge untuk mengungkap situs baru yang akan mengubah pengetahuan sejarah.

Super Henge, Monumen Batu Tembok Durrington 


Durrington Walls, salah satu temuan terbesar berdiameter 500 meter dan diperkirakan telah dibangun sekitar 4500 tahun yang lalu. Lingkaran diperkirakan berukuran lebih dari 1,5 kilometer yang dikelilingi parit hingga selebar 17,6 meter. Situs ini dikelilingi beberapa ruang kecil dan lingkaran kayu dari periode Neolitik.

Super Henge, Tembok Durrington

Dalam studi intensif sebelumnya, daerah sekitar Stonehenge telah membuat pemikiran arkeolog meyakini hanya ada Stonehenge dan struktur Super-Henge kecil. Tetapi survei kali ini menjelaskan bahwa tetangga terbesar Stonehenge, Durrington Walls, setidaknya memiliki fase sebelumnya yang termasuk deretan batu berdiri mungkin berasal dari lokal, batu-batu ini luar biasa dan konfigurasinya unik untuk penelitian arkeologi di Inggris.

Tim ilmuwan menggunakan prospeksi geofisika non-invasif dan teknologi penginderaan jauh. Mereka menemukan bukti deretan 90 batu dengan posisi berdiri, beberapa diantaranya mungkin berukuran 4,5 meter. Situs ini tersembunyi selama ribuan tahun, hanya teknologi canggihyang paling memungkinkan dan membantu arkeolog untuk mengungkapkan sejarah situs tanpa perlu penggalian. Lebih dari 4500 tahun yang lalu di Durrington, terjadi tekanan alami didekat sungai Avon. Dasar situs berbentuk arena C, monumen ini mungkin dikelilingi jejak mata air dan lembah kering yang mengarah ke sungai Avon. Meskipun tidak ada batu yang digali, lokasi ini menunjukkan bahwa batu-batu lain mungkin saja berasal dari sumber lokal.

Penemuan baru ini berimplikasi signifikan bagi pemahaman sejarah tentang Stonehenge dan pengaturan alamnya. Ruang di Durrington Walls dibangun sekitar satu abad setelah lingkaran Stonehenge selesai pada abad 27 SM, tapi barisan batu bisa jadi lebih awal dibangun. Bukti ini tidak hanya menunjukkan fase awal arsitektur monumental salah satu situs upacara terbesar prasejarah Eropa, tetapi juga memunculkan pertanyaan signifikan tentang lanskap pembangun Stonehenge dan bagaimana mereka merubahnya dengan monumen selama periode milenium ke-3 sebelum masehi.

Setidaknya radar menemukan 90 batu berdiri yang selamat, dibagian timur ditemukan hingga 30 batu berukuran sekitar 4,5 meter X 1,5 meter X 1 meter, dengan kondisi selamat. Sedangkan di tempat lain batu dalam kondisi fragmentaris atau pondasi berlubang besar. Menurut Dr Nick Snashall, lanskap Stonehenge telah dipelajari oleh Antiquaries dan arkeolog selama berabad-abad. Tetapi pekerjaan tim ilmuwan kali ini mengungkap temuan tak terduga dari periode kuno. 

Referensi


The Stonehenge Hidden Landscapes Project reveals traces of standing stones beneath Durrington Walls super-henge, 07 September 2015, by Ludwig Boltzmann Institute for Archaeological Prospection and Virtual Archaeology. 

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.