Ads Top


Hot Jupiter, Exoplanet Misterius Lahir Sangat Cepat

Hot Jupiter telah ditemukan sekitar dua puluh tahun yang lalu, sebuah planet gas raksasa yang mengorbit sangat dekat dengan bintangnya masih dianggap benda misterius. Sejak penemuan itu, para astronom mulai menganalisa planet yang disebut 'Hot Jupiter' terutama di sekitar luar disk Protoplanet, dimana awan debu dan gas berasal dari bintang pusat dan planet-planet yang dilahirkan sekitarnya, dan kemudian bermigrasi ke dalam. Temuan ini menjelaskan sistem bagaimana matahari sebagai tata surya berkembang, hasil analisa ini diterbitkan 9 September 2015 dalam jurnal Royal Astronomical Society (MNRAS) dan juga dimuat pada situs arXiv.

Planet berbatu seperti Bumi dan Mars dekat dengan Matahari, sedangkan planet gas raksasa seperti Jupiter dan Saturnus letaknya lebih jauh. Hal ini sangat mengejutkan Michel Mayor dan Didier Queloz ketika mereka menemukan planet ekstrasurya pertama sekitar dua puluh tahun yang lalu. Benda ini ternyata menjadi gas raksasa seperti Jupiter, tapi mengorbit dua puluh kali lebih dekat ke bintang induknya dibanding dari Bumi ke Matahari.

Eksplorasi Exoplanet Hot Jupiter


Para ilmuwan menggunakan ESPaDOnS spectropolarimeter yang berada di Canada-France-Hawaii Telescope, dimana tim internasional ini dipimpin oleh astrofisikawan Jean-François Donati dari CNRS. Tim ini telah membuktikan bahwa benda tersebut hanya menghabiskan beberapa juta tahun untuk bermigrasi dekat dengan bintang baru. Instrumen IRAP dijadwalkan akan diirilis pada awal tahun 2017 digunakan untuk mengamati panjang gelombang inframerah, dimana bintang-bintang muda akan terlihat lebih terang. Hal ini akan memungkinkan dalam eksplorasi terperinci pembentukan bintang dan exoplanet.

Hot Jupiter

Ketika gas raksasa mendekati bintang induk, planet ini memanas dan menjadi Jupiter panas, tidak seperti Jupiter yang ada di tatasurya Bima Sakti dimana gas dingin dan jaraknya lima kali lebih jauh dari Matahari daripada Bumi. Tetapi Hot Jupiter ini bermigrasi dekat dengan bintang induk, para astronom berhipotesis bahwa kemungkinan proses telah terjadi pada tahap yang sangat awal, ketika planet muda masih terbentuk dalam disk yang asli atau yang lain. Setelah beberapa planet terbentuk dan berinteraksi dalam koreografi, planet mulai tidak stabil dan beberapa diantaranya terlempar ke dalam bintang pusat.

Saat ini tim astrofisikawan yang dipimpin oleh Jean-François Donati mungkin telah menemukan bukti yang mendukung skenario pertama. Para ilmuwan menggunakan ESPaDOnS, sebuah Spectropolarimeter, mereka mengamati bintang dalam formasi dalam pembibitan bintang yang terletak di konstelasi Taurus, sekitar 450 tahun cahaya dari Bumi. Salah satunya adalah V830 Tau yang menunjukkan kemiripan dengan Planet Jupiter berukuran 1,4 kali lebih besar, tetapi planet ini mengorbit 15 kali lebih dekat ke bintangnya dibandingkan dengan jarak Bumi ke Matahari. 

Penemuan ini menunjukkan bahwa Hot Jupiter mungkin masih sangat muda dan berpotensi lebih sering ditemukan di sekitar formasi bintang matang seperti Matahari. Bintang muda dianggap sebagai sumber informasi pembentukan planet, karena aktivitas dan magnet sangat intens didalamnya. Planet ini ditutupi dengan bintik matahari ratusan kali lebih banyak daripada Bumi yang menerima sinar Matahari. 

Hal ini menyebabkan gangguan dalam spektrum bintang lebih besar daripada yang disebabkan planet-planet lain, sehingga jauh lebih sulit terdeteksi bahkan ketika melihat Hot Jupiter. Karena hal inilah tim ilmuwan memprakarsai survei MaTYSSE yang bertujuan memetakan permukaan bintang dan mendeteksi keberadaan Hot Jupiter. Melalui pengamatan bintang-bintang muda menggunakan teknik tomografi yang terinspirasi dari pencitraan medis, hal ini untuk merekonstruksi distribusi fitur gelap dan terang pada permukaan planet serta topologi medan magnet. 

Pemodelan ini memungkinkan untuk memperbaiki gangguan sehingga mampu mendeteksi keberadaan Hot Jupiter. Seperti pada V830 Tau, ilmuwan mampu menggunakan teknik baru ini untuk menemukan sinyal mengisyaratkan adanya sebuah planet raksasa yang sampai sekarang tersembunyi. Diperlukan lebih banyak data untuk memvalidasi sinyal, analisis ini jelas menunjukkan bahwa metode yang digunakan bisa menjadi kunci memecahkan teka-teki bentuk Hot Jupiter.

Referensi


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.