Ads Top

Menguak Permadani Indah Dibalik Hutan Amazon


Sebuah permadani indah tersembunyi terbentang di dataran rendah hutan Amazon, Peru. Permadani ini adalah sebuah pemaparan dari pemetaan atas variasi kimia tanaman-tanaman yang tumbuh di wilayah hutan Amazon. Setiap tanaman dari daerah yang berbeda menghasilkan berbagai bahan kimia yang mengubah seluruh topografi dari wilayah tersebut. Hal ini lah yang menyebabkan pencitraan menjadi lebih indah seperti sebuah permadani yang tersembunyi di balik keanekaragaman hutan Amazon.

Selama ini kita selalu berpikir bahwa hutan Amazon tersebut hanyalah sebuah hamparan hijau dengan segala sesuatu yang terkandung di dalamnya tumbuh secara acak dan random. Namun hasil temuan ini telah membuktikan bahwa dataran rendah hutan Amazon ternyata jauh lebih geografis dengan keanekaragaman hayatinya. Temuan ini dijelaskan oleh Carnegie’s Greg Asner beserta timnya dalam sebuah jurnal yang diterbitkan oleh Nature Geoscience.




Hutan Amazon adalah hutan hujan yang berada di wilayah Amazon, Amerika Selatan yang memiliki luas hutan sebesar 5.5 juta kilometer persegi yang terletak di sembilan negara. Hutan ini termasuk hutan tropis paling luas di dunia dan memiliki dua nama lain, yaitu paru-paru dunia karena menghasilkan 30% dari seluruh oksigen di Bumi,dan 'neraka hijau' karena setiap tahun sungainya selalu meluap. Tigapuluh persen dari jumlah seluruh binatang dan setengah dari seluruh spesies tanaman ada di hutan ini. Dan kini hutan Amazon memiliki julukan baru yaitu permadani indah dibalik liarnya belantara.

Keanekaragaman hayati ini merupakan portfolio kompleks bahan kimia yang memiliki fungsi beragam yang masing-masing memiliki tujuan untuk hidup dan bertahan. belum lagi proses kimia yang terjadi dalam adaptasi perubahan iklim. Hal ini terus menambah jumlah kekayaan bahan kimia yang terkandung di dalam hutan Amazon. Banyak universitas-universitas internasional dan peneliti berupaya untuk terus mengungkap kekayaan yang tersembunyi di balik hutan Amazon.

Menurut Asner, memahami bagaimana aktivitas kimia pada tanaman secara geografis merupakan hal yang sangat penting dalam memahami sebuah ekosistem bekerja dalam skala besar. Topografi yang bervariasi akan mempengaruhi air, nutrisi, dan sumber daya tanaman lainnya. Sebuah mozaik geologi yang terbentang luas dan tersembunyi di balik keragaman hayati hutan Amazon. Bahkan keragaman ini juga mempengaruhi fungsi kimia dari setiap tanaman.

Dalam sebuah penelitian yang di lakukan oleh Asner dan timnya, hutan Amazon berhasil dicitrakan dengan menggunakan sebuah perangkat teknologi tinggi. Teknologi ini memetakan hutan dengan menggunakan resolusi tinggi untuk menangkap gambar kimia dari hutan. Sebuah langkah pendekatan teknologi yang berhasil dilakukan dalam mengambil data dan mengumpulkannya yang dilakukan oleh Carnegie Airborne Observatory (CAO). Teknologi yang menggunakan kombinasi antara spektrometer pencitraan tingkat tinggi dan pemindai laser, berhasil memetakan empat wilayah lanskap hutan besar dengan dua sistem sungai Amazon. Instrumen ini memungkinkan para peneliti untuk menangkap ciri khas dari kimia tanaman yang sebelumnya tersembunyi dibalik spesies hijau hutan hujan.

Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan sebuah pola sifat kimia dan perubahan yang terjadi disepanjang jalur dua sistem sungai tersebut, sungai de Dios Madre dan sungai Tambopata. Pada topografi lanskap terjadi perubahan kecil pada ketinggian sehingga menyebabkan perbedaan pada tanaman yang ada di situ. Hal ini merupakan pertama kalinya ilmuwan menangkap peta dengan begitu banyak bahan kimia dalam ekosistem hutan.

Studi semacam ini sangat membantu ilmuwan untuk lebih memahami tentang keanekaragaman hayati yang terkandung di bumi serta dapat memahami pola geografis dari setiap hutan. Dari kedua hal tersebut diharapkan para ilmuwan dapat memahami evolusi atau masa depan sebuah spesies di dunia yang terus berubah. Dengan melihat pemetaan detail ini yang seperti permadani indah yang terbentang, kita seperti bisa kembali ke masa lalu dan memahami topografi yang terbentuk pada jutaan tahun yang lalu. Melalui hal ini masa depan dapat dilihat dan ilmuwan dapat memprediksi seberapa cepat aktivitas manusia dalam mengubah keanekaragaman hayati yang telah terbentuk unik selama jutaan tahun.

Referensi

Location matters in the lowland Amazon,  May 25, 2015,  by Carnegie Institution.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.