Ads Top


Benarkah Serangan Ke Yaman Alasan Merebut Tabut Perjanjian?

Maka kita melihat dalam beberapa bulan terakhir, berita seputar serangan ke Yaman terus memanas. Yaman, salah satu negara termiskin di jazirah Arab meskipun dalam sejarah wilayah Arab kaya minyak, tetapi Yaman tampaknya terlalu jauh ke selatan sehingga tidak beruntung mendapatkan bagian sumber daya alam ini. Orang-orang Yaman sebagian besar masih berasal dari suku asli selama berabad-abad, sehingga masih ada tersisa kisah masa lalu yang mungkin akan terangkat untuk terakhir kalinya.

Pada tahun 2001, seseorang pernah menemukan bukti kuat keberadaan Tabut Perjanjian yang dimakamkan disebuah situs tua yang disebut Marib. Gary Vey memang bukan seorang arkeolog, dia seorang sarjana komputer yang bekerja di instalasi jaringan listrik Timur Laut Amerika. Ketika itu dia diminta untuk membantu mengungkap Petroglyphs yang terukir diatas batu disebuah kota Colorado, LaJunta. Menurut petunjuk, bahasa yang terukir termasuk bahasa kuno sehingga dia membutuhkan seorang ahli penerjemah bahasa.

Tabut Perjajian Terkubur Di Yaman?


Awalnya Petroglyphs ini dicat dengan bubuk alumunium sebelum di foto, kemudian dengan hasil editing Photoshop warna bubuk dipermukaan batu itu semakin terang dan bisa terbaca. Bebatuan ini awalnya tertutupi patina hitam, mineral yang terbentuk selama berabad-abad. Petroglyphs ini menggambarkan simbol berulang-ulang seperti alfabet, hingga satu tahun simbol ini belum terjemahkan, sebuah tulisan yang diduga juga berasal dari padang pasir Negev, Israel. 

Dr James Harris sering mengunjungi Timur Tengah, dia tertarik pada sebuah tambang yang runtuh mengandung prasasti dengan tulisan yang sama berasal dari tahun 1500 SM. Menariknya, tulisan dan bahasa yang ada Colorado menceritakan refernsi Cannan dan Yawyeh, bagaimana mungkin bahasa kuno ini bisa sampai ke Colorado selama ribuan tahun?

Sebelum tahun 1948, populasi Yahudi yang sangat besar hidup dan berkembang di Yaman dimana wilayah itu terdapat Kuil dan lingkungan Yahudi berada disamping masjid. Anak-anak dan orang dewasa dari kedua agama serta tradisi menikmati persahabatan dan perdagangan. Pada tahun 1948 negara Israel dibentuk ditanah yang diduduki selama ribuan tahun oleh Palestina. Orang Yahudi ingin pulang ke tanah air mereka dan sebagian besar orang Yahudi meninggalkan Yaman, sebagian orang-orang Yaman dan ekonomi negara berjuang menyesuaikan perubahan tiba-tiba, dimana pada saat itu Yaman terkenal dengan perhiasan perak yang diproduksi pengrajin Yahudi.

Di Yaman dapat ditemukan contoh Bintang Yahudi yang tak terhitung jumlahnya tergabung dalam arsitektur bangunan batu dan makam, sebuah bukti ketika tidak ada konflik agama. Tapi itu semua berubah ketika negara baru Israel berperang melawan orang-orang Palestina, membakar, meratakan pertanian dan perkebunan dan terus memusuhi negara tetangga. Secara bertahap, seperti kebanyakan negara-negara didunia saat ini, mereka tumbuh toleran dan bermusuhan.

Arsitektur kuno di Yaman berutang banyak pada penduduk Yahudi masa lalu, kota Sana'a terkenal unik dalam desain dan penampilan, desa-desa sekitarnya yang terkait dengan penemuan batu dan artefak mengandung bahasa kuno. Masyarakatnya ramah dan memiliki keluarga dan ikatan suku yang sangat kuat, jauh melebihi kesetiaan pada negara. Bahkan di daerah utara dekat situs arkeologi Ratu Sheba (Ratu Saba) di Marib, pemerintah nasional sebagian besar tidak signifikan. Sebagian besar negara diluar wilayah pegunungan, desa-desa kecil yang dibangun pada masa Tentara Salib diatas tanjakan curam dan menyerupai istana. Biasanya hanya terdiri dari satu pintu masuk yang dapat dengan mudah dipertahankan dari serangan dan hampir semuanya terbuat dari batu.

Marib Yaman, tabut perjanjian

Dalam sejarah, Esimiphaios tercatat sebagai seorang pemimpin Kristen lokal yang disebutkan dalam sebuah prasasti merayakan pembakaran istana Saba kuno di Marib untuk membangun gereja diatas reruntuhannya. Tiga gereja baru dibangun di Najran saja, dan banyak suku tidak mengakui otoritas Esimiphaios. Esimiphaios kemudian mengungsi tahun 531 oleh seorang prajurit bernama Abrahah, yang menolak untuk meninggalkan Yaman dan menyatakan dirinya raja independen Himyar. Kemudian Kaisar Justinian I mengirim utusan ke Yaman yang ingin secara resmi Kristen Himyarites menggunakan pengaruh mereka pada suku-suku dibagian Saudi untuk melancarkan operasi militer terhadap Persia. 

Justinian I diberikan martabat raja pada syekh Arab Kindah dan Ghassan di pusat dan utara Arabia. Sejak awal, kebijakan Romawi dan Bizantium untuk mengembangkan hubungan dekat dengan kekuasaan pantai Laut Merah. Mereka berhasil mengkonversi Aksum dan mempengaruhi budaya mereka. Tetapi hasil yang berkaitan dengan Yaman ternyata agak mengecewakan. Kemudian Seorang pangeran Kendite disebut Yazid bin Kabshat memberontak terhadap Abrahah dan sekutu Kristen Arab-nya. 

Sebuah gencatan senjata dicapai setelah melanggar perjanjian Great Dam Marib, Abrahah meninggal sekitar tahun 555-565, tetapi tidak ada sumber terpercaya mengenai kematiannya. Kerajaan Sasanid mencaplok Aden sekitar tahun 570. Dibawah pemerintahan ini, sebagian Yaman menikmati otonomi besar kecuali wilayah Aden dan Sana'a. Era ini menandai runtuhnya peradaban Arab Selatan kuno karena sebagian besar negara itu dibawah beberapa klan independen sampai kedatangan Islam ditahun 630 M.

Naskah Lokasi Tabut Perjanjian Di Yaman


Beberapa tahun berikutnya juga ditemukan tulisan yang sama pada sebuah situs arkeologi Ratu Sheba di Yaman yang ditemukan oleh Universitas Calgary, menurut studi Ratu Sheba dimakamkan di gurun pasir selama 3000 tahun. Dalam hal ini, ada nubuat yang akan terwujud terkait perang Yaman, yang sudah diramalkan ribuan tahun sebelum semua ini terjadi.

Teks Colorado


Teks Silinder Yaman

Bahasa-bahasa ini diduga terukir mengelilingi halaman istana Ratu Sheba. Setelah diterjemahkan, beberapa kalimat (berisi titik-titik) menghilang karena rusak dan pecah, isi tulisan yang berhasil diterjemahkan berbunyi:

...karena anak menyadari esensi yang ada dalam dirinya...
Dan ketika kebahagiaannya teracuni oleh berita yang disampaikan Tuhan, amarah keluar ketika dia diberitahu lokasi kotak besar EL. Dan ketika kebahagiaannya diracun oleh keindahan Tuhan, yang dilakukannya bersumpah untuk melindungi kotak EL, dan berhubungan dengan Roh Tuhan. Dan kesuraman terangkat. Dia membangun ruang untuk keindahan Tuhan dan menutupinya. Dia berada di ruang Tuhan untuk berdoa dan memperoleh pemahaman, dan untuk melindungi...
...ibu mendengarkan melalui lobang di kamarnya untuk melihat apakah ia meninggalkan perjanjian dengan Tuhan... karena ibu sedih berkumpul disekitar ruang dinding tanpa mortar sehingga dia bisa menyelamatkan sang anak... Dia melihat sang anak melalui celah dan melihatnya diterangi dan mendengar guntur dan takut pada anak... Sang anak mendapatkan pengetahuan tentang masa depan, berguncang dan bergetar mendapatkan pengetahuan yang tidak diketahui... Untuk menyelamatkan anaknya karena keheningan dan karena getaran telah pindah dari celah dan kesedihannya...
Berubah dari diam untuk menilai apakah yang diramalkan sang anak, raungan ibu yang penuh kasih meragukan perjanjian dengan Tuhan... Semangat ...senang dibuat buta karena kotak dan langkah-saudara anak itu meningkat penderitaannya dan menyakitkan... Kota melingkar untuk melindungi anak miskin dan ibu kemudian perlahan-lahan mengelilingi dasar ruangan... Untuk menjaga, ibu miskin mengaburkan tempat penyimpanan kotak dan juga takut bahwa laut akan naik... Jadi cinta ibu bangga hanya untuk anaknya, membuatnya melindungi ruang kotak ketika bumi mungkin akan bergetar...
...anak juga tidak melihat waktu yang optimal untuk mengisi minuman seseorang karena kekuasaan yang tidak diketahui dalam dunia masa depannya dan dunia keturunannya akan tetap disegel... Kita berdoa agar lahan (manusia) akan dimurnikan tapi tidak (menciptakan) panen (manusia) prematur sebagai Tuhan yang akan membakar bangsa jahat dari langit, tapi biarkan sang anak berkuasa atas gandum (makhluk) dan tidak naik sampai negara-negara sahabat disini... termasuk juga menghancurkan dan membiarkan anak memprediksi pemimpin berbiji matang dan anak akan bersukacita untuk era 'kotak EL'...
...anak ibu itu bangga mencintai bangsa segar tapi menghormati tempat tinggal yang berkembang dan mentabulasikan bahaya dari air garam... dan anak tetapi tidak mengikatkan banyak Tuhan tapi menyatukan manusia dalam doa pada gundukan itu dan celakalah membiarkan teman-teman dari anak yang bersukacita dan cinta karena cinta akhirnya menjadi tinggi... tempat persembunyian nyata tetapi ingin diakui yang menyebabkan Tuhan menjauhkan diri, tetapi mengapa meneteskan air mata dalam penjara? Sang ibu membuat pembangunan tempat Tuhan menjadi halus dan memuji Sang Pencipta... anak meramalkan pemimpin... dan bangsa memang menghormati anak ini!"

Ketika itu, Gary Vey mengirim salinan terjemahan ke kantor Presiden Saleh di Yaman, dan menerima undangan untuk datang ke situs arkeologi. Dalam terjemahan, teks ini menceritakan kisah anak Ratu Seba yang mengorbankan dirinya terkubur bersama Tabut Perjanjian, yang disusun dalam bahasa dan sejarah tersyirat sebagai berikut:

Menelek adalah satu-satunya anak Ratu Saba, yaitu Ratu Sheba dan Solomon (Sulaiman), karena merasa tertekan ketika dia mengetahui bahwa kerajaan ayahnya telah dijatuhkan dan Bait Allah di Yerusalem dikeluarkan. Kesedihannya itu mendalam dan ibunya khawatir. Tak lama setelah invasi Yerusalem, Menelek menerima kabar bahwa Tabut Perjanjian (kotak EL) yang sebelumnya berada di Kuil Sulaiman harus dipindahkan.

Teks ini sebenarnya mengacu pada sumpah yang diambil Menelek untuk melindungi Tabut, tampaknya cincin yang diberikan kepada Menelek ketika dia mengunjungi Sulaiman. Menelek juga menerima peringatan dari Nathan (saudara tirinya) bahwa Tabut bisa berbahaya bagi kesehatan, telah menyebabkan masalah penglihatan dan 'rasa gemetar' ketika Nathan berusaha berinteraksi. Menelik mengambil Tabut tetapi tidak ada tanda-tanda seperti ini, kemudian dia bersemangat berinteraksi (berkomunikasi) melalui kotak El. Pada akhirnya dia membangun ruang bawah tanah khusus dimana dia menyimpan Tabut Perjanjian dan berusaha berkomunikasi dengan Tuhan.

Bahaya serangan musuh sangat nyata bagi kerajaan Saba, Menelek mengumumkan bahwa Tuhan telah memerintahkannya untuk memasuki ruang bawah tanah bersama Tabut. Seluruh konstruksi ditutupi dengan pasir untuk bersembunyi dari kekuatan musuh, Menelik mengatakan kepada ibunya (Ratu Saba), bahwa dirinya akan tetap terkubur bersama Tabut Perjanjian dalam jangka waktu yang sangat panjang, sampai bangsa-bangsa kembali berdamai.

Dalam mengikuti petunjuk anak satu-satunya dan penerus kerajaan Sulaiman, ibunya memakamnya Menelik bersama Tabut Perjanjian. Tetapi ibunya memiliki ruang yang lebih kecil yang dibangun berdekatan dengan ruang Tabut dengan lubang rahasia, sehingga dia bisa memantau kondisi sang anak. Diam-diam berencana untuk membuka ruang dan menyelamatkan anaknya yang berada dalam bahaya, dan salah satu dinding ruang dibangun tanpa mortir.

Dia menyebutkan bahwa anaknya menerima wahyu masa depan dari Tabut Perjanjian yang terdengar seperti guntur. Saat dia melihat Menelek berinteraksi dengan Tabut, dia gemetar dan bergetar. Suara gemuruh dan gerakan anaknya berhenti, setelah membuka lubang rahasia, Ratu Saba melihat cacing merangkak keluar. Hal ini menunjukkan bahwa mungkin Menelek telah meninggal. Ratu bertekad untuk membuka ruang dan menyelamatkan anaknya tapi dia ingat imannya dan ingat kata-katanya, bahwa dia meminta untuk dikuburkan dalam jangka waktu yang sangat lama. Ratu Saba menangis, visinya tentang masa depan, termasuk wahyu yang telah meragukan firman-Nya, dia berdoa untuk memaafkan atas keraguannya.

Untuk menghormati keinginan anaknya, Ratu Saba membuat ruang yang diperkuat dengan batu dan mortar. Dia berkonsultasi dengan pembangun dan tukang batu untuk merancang sebuah benteng yang akan melindungi ruang terkubur dari gempa bumi dimasa depan, banjir, garam, dan bencana alam lainnya. Ruangan tersebut dibuat lebih kokoh dan bendungan besar dibangun disekitar ruang terkubur untuk melindungi dari air dan banjir. Bendungan oval ini tertulis dalam bahasa tua.

Bukti Catatan Tabut Perjanjian Di Museum Yaman


Di museum Yaman terdapat batu lain yang menentukan kondisi sebelum segala upaya untuk membuka ruangan tersembunyi itu. Termasuk pernyataan pendudukan oleh bangsa Yahudi dan peringatan bahwa Tabut Perjanjian tidak harus dipindahkan dan tidak boleh digunakan untuk kepentingan nasional atau pribadi. Tabut yang akan digunakan untuk kepentingan seluruh umat manusia dan permintaan khusus kepada Tuhan yang harus dibuat dengan doa bersama dilokasi pemakaman Tabut dan Menelek.

Setelah pemakaman ruang dan kuil sekitarnya, kerajaan Ratu Saba meredup dan pindah ke Etiopia dengan larangan bahwa daerah dimana Tabut dan Menelik dikuburkan harus dilupakan, agar negara-negara yang bermusuhan dimasa depan dan (pengikut) 'Nabi Buta' harus mencarinya.

Faktanya, ruang yang terkubur tidak pernah digali. Pada musim panas tahun 2001, Universitas Calgary memindai tanah dan radar menembus letak ruangan. Tapi kemudian peristiwa 11 September 2001 selamanya telah mengubah politik Yaman bahkan semua negara-negara Arab. Seiring waktu, pasir kembali menutupi situs dan berada dibawah kendali para suku.

Beberapa wisatawan Italia berusaha mengunjungi situs tersebut, mereka tewas akibat ledakan improvisasi. Pesan ini mengisyaratkan kepada semua orang bahwa situs itu terlarang, wilayah yang tunduk pada gerakan separatis Yaman dengan suku-suku lokal yang kembali ke Yaman, pengaruh suku mereka tetap dijunjung tinggi.

Lalu, siapa yang membutuhkan Tabut Perjanjian? Kuil Yahudi dibangun dengan ruang khusus yang seharusnya berisi Tabut Perjanjian. Tabut dianggap terhubung langsung kepada Allah, tanpa Tabut Perjanjian maka kuil ini hanya sebuah bangunan. Tabut diperlukan untuk pembangunan Bait Ketiga masa depan, sebuah bangunan yang terhubung dengan keyakinan bahwa Mesiah akan kembali ke bumi untuk memerintah semua orang dan akan dibangun disitus kuil masa lalu, sebuah lokasi yang saat ini juga berdiri Mesjid yang sangat penting bagi umat Islam.

Kuil Ketiga merupakan suatu keharusan dan sangat terkait erat dengan nubuat akhir zaman Yahudi. Jadi, apakah masih menganggap Tabut Perjanjian sudah ditemukan? Sama sekali belum, jika orang-orang Yahudi menemukan Tabut yang terkubur di Yaman, mereka sangat mengerti bangunan mana yang harus diratakan lebih dahulu. Maka perang dunia yang menyulut ketiga agama akan berawal dari Yaman.

Referensi


Ruins of The Great Dam of Marib, image courtesy of Wikimedia Commons

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.