Ads Top

Teknologi Baru Baterai Lithium-ion 10 Kali Lebih Tahan Lama


Para peneliti terus berupaya untuk menciptakan teknologi baru baterai Lithium yang memiliki siklus daya yang lebih lama dari baterai komersial pada umumnya yang banyak digunakan oleh masyarakat. Hal ini dianggap penting karena penggunaannya yang sudah mencakup bidang yang lain. Tak hanya untuk portable elektronik, tapi juga menjelajah pada bidang militer, automotif, ruang angkasa dan mungkin akan menjelajah pada bidang lainnya. 

Hasil studi diterbitkan dalam jurnal Nature Communications, dimana ilmuwan menjelaskan cairan ionik bersuhu ruangan telah menarik banyak perhatian dalam beberapa tahun terakhir karena sifat fisikakimia nya yang luar biasa, termasuk stabilitas suhu yang tinggi, ruang elektrokimia yang luas dan tekanan uap yang rendah. Karya ini memberikan ilmu baru yang berkaitan dengan stabilitas interfacial berbasis bahan silikon yang membawa eksposur positif pada  cairan ionik elektrokimia.

Riset Baterai Lithium-ion Lebih Tahan Lama


Teknologi baru baterai Lithium-ion memiliki kepadatan energi yang tinggi, tanpa efek memory, dan hanya akan kehilangan sedikit energi jika tidak di gunakan. Hal inilah yang menginspirasi para peneliti untuk melakukan riset. Para ilmuwan dari Arizona State University mengeksplorasi teknologi penyimpanan energi baru yang bisa memberikan siklus daya. Penelitian ini dipimpin oleh Prof Dan Buttry dari ASU, Jarred Olsen dan Tylan Watkins, mereka meneliti cairan ionik.

Baterai Lithium-ion


Menurut Buttry, mereka menggunakan alat yang disebut quartz crystal microbalance untuk mengukur perubahan massa yang sangat kecil dalam sebuah film tipis pada permukaan bahan baterai saat pengisian dan pemakaian. Salah satu kunci dari suksesnya bahan baterai lithium bahwa mereka mengembangkan film tipis yang melindungi permukaan elektroda baterai, yang bisa memperpanjang hidup baterai. Penelitian ini mendokumentasikan perkembangan hanya pada film dalam jenis baru formulasi baterai yang memiliki banyak fitur lebih menarik daripada baterai lithium komersial yang ada. Harapan ilmuwan dimasa mendatang bahwa formulasi teknologi baru baterai Lithium akan memberikan jalan pada penggunaan komersial.

Ini bukanlah pengukuran yang dianggap sepele karena film komposit, yang berarti film dari bahan aktif dalam matriks polimer seringkali sulit digunakan pada quartz crystal microbalance. Kebanyakan tidak seluruhnya, studi quartz crystal microbalance semacam ini menggunakan film yang sangat tipis dari bahan aktif saja, dengan kata lain metode deposisi khusus harus digunakan. Yang paling menarik, bahwa ilmuwan mampu melakukan pengukuran pada banyak Film, sesuatu yang mungkin terlihat realistis pada baterai komersial.
Dengan menggabungkan kinerja tinggi rancangan elektroda silikon dengan cairan ionik elektrolit bersuhu ruangan yang mengandung anion bis-fluorosulfonylamide yang baru, ilmuwan membuktikan sel lithium-ion yang sangat padat energi dengan daya hidup yang lebih panjang. Tehnik ini mempertahankan kapasitas lebih dari 75 persen melebihi dari 500 siklus daya penggunaan dan pengisian dengan efisiensi hampir sempurna, tidak ada elektron terbuang.

Studi ini menyatakan bahwa teknologi baru baterai Lithium sebagai penyimpanan energi masih memiliki peluang besar untuk dijelajahi, seiring dengan perubahan teknologi baru yang datang dengan cepat. Hal sangat ini penting ketika mempertimbangkan suatu hal dimana penyimpanan sangatlah penting, seperti penyimpanan media elektronik dan kendaraan listrik. Yang paling umum, banyak alasan mengapa masyarakat modern menuntut daya lebih banyak pada energi padat.

Dalam beberapa waktu kedepan, anoda silikon telah diusulkan sebagai pengganti anoda berbahan karbon yang ditemukan dengan penggunaan perangkat, karena teknologi baru baterai Lithium berpotensi memberikan kepadatan energi hampir 10 kali lipat dari anoda modern. Tehnik ini bisa membawa perkembangan energi satu langkah lebih dekat untuk mewujudkan lebih banyak baterai padat energi dengan anoda silikon.

Referensi:


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.