Ads Top


Migrasi Manusia Keluar Afrika Disebabkan Perubahan Iklim

Sejak kapan migrasi manusia keluar dari Afrika? Perdebatan seputar migrasi populasi manusia keluar dari Afrika terus berlanjut, sepertinya tak akan berakhir sampai disini. Dua hipotesis dominan mengenai kontra waktu terjadinya migrasi, dan bagaimana peran Arab serta perubahan iklim mempengaruhi migrasi ini? 

Studi ini ditulis Ash Parton, disebutkan bahwa penyebaran populasi manusia purba dari Afrika terkait dengan perubahan iklim dan kondisi lingkungan Arab. Meskipun saat ini kering, gurun Arab diduga pernah berubah menjadi danau air tawar dan sistem sungai masih aktif pada waktu itu. Situasi ini meningkat secara dramatis dimana curah hujan merupakan hasil intensifikasi dan perpindahan Monsoon dari Samudera Hindia, yang menyebabkan curah hujan mencapai beberapa wilayah di Semenanjung Arab. 

Migrasi Manusia Keluar Afrika


Salah satu hipotesis menyebutkan bahwa populasi manusia berkembang pesat dari Afrika ke Asia Selatan melalui garis pantai Saudi sekitar 50,000 hingga 60,000 tahun yang lalu. Model lain menunjukkan bahwa penyebaran manusia atau migrasi manusia keluar dari Afrika hingga ke pedalaman Arab jauh lebih awal sekitar 75,000 hingga 130,000 tahun yang lalu

Peta migrasi manusia

Migrasi manusia keluar dari Afrika terbagi dalam beberapa fase, ketika peningkatan curah hujan ikut berperan dalam menyediakan air tawar yang cukup untuk mendukung perkembangan populasi manusia. Analisis ini menyajikan catatan 'Aggradation Aluvial Fan' yang unik dari Arabia tenggara mencakup periode sekitar 160,000 tahun. Wilayahnya diduga terletak disepanjang penyebaran rute selatan, urutan aluvial fan Al Sibetah mengisyaratkan catatan yang unik dan sensitif tentang perubahan lanskap di Arabia tenggara. 

Catatan ini merupakan arsip terestrial paling komprehensif yang diperoleh dari Semenanjung Arab, dan memberi bukti untuk beberapa episode iklim lembab selama dua periode glasial dan interglasial. Bukti urutan aluvial fan Al Sibetah ditunjukkan melalui isolasi maxima, dimana peningkatan curah hujan monsun menyebabkan aktivasi sistem drainase dan berkembangnya padang rumput diseluruh wilayah, hal ini penting bagi penyebaran populasi manusia purba. 

Sebelumnya, periode peningkatan kelembaban disebagian besar wilayah terkait dengan interglasial global, iklim Saudi selama periode glasial diyakini terlalu kering untuk mendukung populasi manusia. Ilmuwan beranggapan bahwa periode peningkatan curah hujan bukan disebabkan oleh deglasiasi Lintang Pertengahan Tinggi yang terjadi setiap 100,000 tahun, tetapi disebabkan periode radiasi matahari maksimum terjadi setiap 23,000 tahun.

Terjadinya periode iklim lembab sebelumnya diidentifikasi melalui bukti endapan danau atau catatan Speleothem yang menyoroti kompleksitas dan heterogenitas Paleoklimatik Arab. Hal ini menunjukkan bahwa jalur interior migrasi melalui Semenanjung Arab mungkin layak huni setiap 23,000 tahun, dan ini juga pernah terjadi sekitar 191,000 tahun yang lalu.

Referensi


Journal Ref: Alluvial fan records from southeast Arabia reveal multiple windows for human dispersal. Geology, 2015; DOI: 10.1130/G36401.1

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.