Ads Top

Letusan Gunung Berapi Di Bulan Terjadi 3,5 Miliar Tahun Lalu


Ilmuwan berhasil membuat peta baru yang tidak biasa, peta letusan gunung berapi di Bulan menunjukkan bahwa puing-puing letusan eksplosif disekitarnya jauh lebih besar daripada yang diperkirakan sebelumnya. Pemetaan berdasarkan analisis unsur radioaktif thorium yang dimuntahkan selama letusan. Para ilmuwan menemukan bahwa dengan bantuan gravitasi rendah bulan, puing-puing letusan gunung berapi di bulan mampu menutupi area seluas Skotlandia atau sekitar 70,000 kilometer persegi.

Kali ini, tim astronom dan ahli geologi dari Institute for Computational Cosmology dan Durham University-UK, tengah mempelajari area permukaan bulan di Compton-Belkovich Volcanic Complex. Hasil analisa ini ditulis oleh Jack Wilson, dan disajikan dalam acara ke-46 'Lunar And Planetary Science Conference' di Texas pada tanggal 19 Maret 2015.

Analisa Letusan Gunung Berapi Di Bulan


Berdasarkan hasil riset, penelitian ini menggunakan data yang diperoleh dari NASA Lunar Prospector, yang mendeteksi keberadaan situs gunung berapi pada tahun 1999. NASA mendeteksi deposit yang terisolasi thorium di sisi Bulan terjauh, diantara dampak kawah Compton dan Belkovich. Berdasarkan temuan ini, deposit sulit dipelajari karena tersembunyi dibawah puing-puing dampak meteorit. Tetapi Lunar Prospector tidak mendeteksi sinar gamma yang terancar dari thorium yang dapat menembus satu meter. 
Letusan gunung berapi di Bulan diperkirakan terjadi 3,5 miliar tahun yang lalu. Akibatnya, gunung itu melontarkan batu dari aliran batuan cair Piroklastik dan gas panas, lima kali lebih jauh daripada yang pernah mengubur kota Pompeii-Romawi.

Letusan Gunung Berapi Di Bulan

Berdasarkan data ini, tim ilmuwan menggunakan teknik perbaikan citra yang disebut "Pixon". Tehnik ini awalnya dirancang untuk menelusuri ke alam semesta, untuk mempertajam peta dan mengungkap besarnya deposit thorium pada letusan gunung berapi di bulan. Dengan memetakan isi radioaktif pada lava gunung berapi di bulan, ilmuwan mampu menjelaskan cairan itu berupa batu radioaktif yang terlempar jauh melampaui lereng gunung berapi, mencapai ratusan mil pada satu arah. 

Jack Wilson, mengatakan bahwa gunung berapi ini aktif di awal kehidupan bulan dan bahkan sisi gelap bulan terisi air lautan, kaya zat besi, lava membanjiri daerah yang luas, mengisi kawah dan daratan rendah. Letusan kental berwarna terang, miskin besi, lava menciptakan kerucut vulkanik, hal ini merupakan kondisi langka dan terdapat hanya dibeberapa situs gunung berapi. Letusan eksplosif lava tidak diketahui juga pernah terjadi diwilayah lain.

Tim peneliti berencana menerapkan teknik pemetaan terhadap gunung berapi terbesar dalam sistem surya, mereka menyebutnya Olympus Mons yang berada di Mars. Selain unsur radioaktif thorium, para ilmuwan juga akan mencari hidrogen dan kemungkinan sisa-sisa air es dari gletser yang berada di lereng tinggi Planet Mars.

Referensi


Extent of Moon’s giant volcanic eruption is revealed, 18 March 2015, by Durham University.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.