Ads Top


Hippos-Sussita Menyimpan Rahasia Harta Tak Ternilai

Taman Nasional Hippos-Sussita, terletak sekitar 2 km sebelah timur dari Danau Galilea di Sussita, dimana University of Haifa melakukan penggalian artefak dan menemukan topeng perunggu dengan ukuran besar berwujud dewa Pan/Faunus/Satyr. Dewa yang di gambarkan sebagai dewa para gembala, musik dan kesenangan.

Topeng perunggu dengan ukuran seperti ini sangat langka dan biasanya tidak menggambarkan sosok dewa Pan atau gambar mitologi Yunani atau Romawi lainnya. Biasanya sebagian besar topeng perunggu dalam periode Helenistik dan periode Romawi berukuran kecil dan berukuran sama dengan topeng teater, terbuat dari batu atau terakota dan ritual, apotropaic, dekoratif atau makna simbolis.

Hippos-Sussita


Alam telah mengungkap rahasia harta arkeolog yang selama ini terpendam di Taman Nasional Hippos-Sussita dengan cara yang luar biasa. Pada musim dingin di tahun 2011, hujan telah membuat patung Hercules yang terpendam terungkap. Dua tahun kemudian, sebuah batu tulis basal dengan patung dimana kondisi di bagian dadanya tak lengkap telah terungkap. Dan kini satu-satunya temuan topeng perunggu dengan ukuran tak lazim, dalam bentuk dewa Pan/Faunus/Satyr.



Topeng itu ditemukan di dekat sisa-sisa struktur basalt pada dinding yang tebal dan batu yang sangat padat, yang menunjukkan struktur yang besar dari periode Romawi. Selain Topeng perunggu dewa Pan, para arkeolog juga menemukan kendaraan perang berjenis mesin proyektil, bola busur yang terbuat dari batu kapur, bahan yang berbeda dari struktur basalt yang ada di Hippos-Sussita yang di asumsikan sebagai proyektil milik musuh.

Dr Alexander Iermolin, kepala laboratorium konservasi di Institut Arkeologi di University of Haifa memimpin penggalian ini. Tim berusaha untuk mencari struktur pada koin yang di temukan untuk membantu mereka menanggalkan usia bola proyektil tersebut. Sekarang para arkeolog telah mulai mengungkap struktur basalt, dengan harapan menemukan lebih banyak petunjuk untuk tujuan pembuatannya. Para arkeolog menganggap bahwa itu digunakan untuk tujuan defensif. Mungkin diwaktu yang berbeda, selama Pax Romana, ketika benteng kota sudah tidak diperlukan lagi, beberapa bangunan kota dialih fungsi menjadi tempat ibadah untuk dewa gembala.

Semua temuan di bawa ke laboratorium untuk dibersihkan termasuk topeng perunggu. Hasil pembersihan tersebut mengungkapkan helai jenggot kambing, telinga panjang yang tajam, dan karakteristik lain yang membuat topeng tersebut diidentifikasikan sebagai bentuk yang menggambarkan Pan/Faunus /Satyr, yang setengah manusia setengah kambing - dewa para gembala, musik dan kesenangan. Senyawa ibadah yang paling terkenal untuk dewa Pan seperti minum-minum,melakukan ritual  pengorbanan dan melakukan ibadah yang gembira-bersenang-senang bahkan terkadang termasuk ritual ketelanjangan dan seks.

Pada penggalian Hippos-Sussita, para arkeolog juga menemukan serangkaian struktur yang menarik dimana pernah ada jalan kuno yang berada di punggung kota. Penggalian kali ini juga menemukan sebuah pan altar di jalan utama menuju ke kota. Hal ini mungkin bisa terjadi dimana dewa Pan di puja tidak hanya di kuil-kuil kota, tetapi juga di gua-gua dan di alam. Kota kuno Paneas, utara dari Hippos-Sussita.

Referensi:


The Largest Known Bronze Mask of Pan Was Uncovered by University of Haifa Researchers, 16 Maret 2016, by University of Haifa

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.