Ads Top

Adima Dan Heva Hidup Di Adlantis, Peradaban Tertua Di Hindia?


Kisah tentang Ad dan keturunannya sudah tertulis dalam berbagai literatur semua ras paling kuno yakni Ibrani, Arab, Kasdim, Hindu, Persia, Mesir, Ethiopia, Meksiko, dan Amerika Tengah. Bukti kisah legenda semua ras ini dapat ditelusuri, semua mengarah pada sebuah negeri yang disebut Adlantis. Begitupula literatur Hindia mengisahkan tentang nenek moyang manusia berasal dari Adima dan Heva yang hidup disebuah pulau, kisah yang mirip dengan Adam dan Hawa.

Beberapa buku telah mengupas legenda dari Hindia, khususnya Adima dan Heva yang ditulis oleh Louis Jacolliot, Hubert Howe Bancrof, dan Daniel Garrison Brinton. Brahma menciptakan manusia yang diberi nama Adima dan pendampingnya, Heva. Dikisahkan, keduanya hidup disebuah daratan yang disebut Pulau Ceylon. Legenda Hindu menceritakan pertempuran besar antara Rama dan Rahwana, matahari dan komet, berlangsung di Pulau Lanka, dimana Rama membangun jembatan batu sepanjang 60 mil untuk mencapai pulau. 

Adima Dan Heva Di Negeri Adlantis


Phaeton adalah anak Merops, dan Theopompus mengisyaratkan bahwa orang-orang yang mendiami Atlantis termasuk keturunan Merope, atau rakyat Merou. Dalam tradisi Yunani, telah dijelaskan bahwa ras manusia yang dikeluarkan dari Upa-Merou, dimana Mesir mengklaim nenek moyang mereka berasal dari Pulau Mero, diantara tanah orang-orang Hindu dan para Dewa adalah Meru. Dalam legenda disebutkan, bahwa negeri ini berguncang hebat, tenggelam daratan turun sedikit di laut, sementara Gothic dan nenek moyang Inggris atau Druid juga mengisahkan perjalanan menuju ke Eropa Barat pada waktu yang sama.

Dalam legenda Norwegia disebutkan bahwa Asgard terletak disebelah barat Eropa, kisah mereka juga menyinggung jembatan. Disebutkan bahwa Gylfe pergi untuk mengunjungi Asgard, sama seperti Herodotus dan Solon pergi mengunjungi Mesir yang melihat peradaban besar. Gylfe mengatakan; "Bumi itu bulat, dan sekelilingnya tanpa laut dalam". 

Adima dan Heva, Adlantis India

Dalam buku The Fooling of Gylfe, The Creation of the World, dan The Younger Edda, disebutkan; bumi Ovid adalah Asgard, sebuah pulau dikelilingi oleh lautan. Sepanjang untaian luar laut, mereka memberi lahan kepada ras raksasa untuk tinggal dan melawan serangan dari raksasa liar yang membangun 'Burg' dalam laut dan mengelilingi bumi. Hal ini membuktikan bahwa dengan 'Bumi' tidak berarti seluruh dunia, karena mungkin berada disekitar bahwa laut yang mengelilingi Asgard. Pemimpin negara itu telah memberikan tanah untuk koloni ras raksasa putih, besar, ras bermata biru di Utara dan Eropa Barat dianggap merepotkan atau pengganggu.

Edda mengklaim bahwa orang-orang Utara adalah ras raksasa, raja mereka dari darah Asas sebagai orang-orang maju yang pernah hidup di tanah perunggu mencapai wialayah barat daya Skandinavia. Legenda ini tidak mengacu kepada beberapa pulau mitos di Laut India atau Pasifik, tapi menceritakan ke wilayah Laut Atlantik. Untaian kepulauan disepanjang pantai barat Eropa dimana koloni raksasa putih berdiam di Atlantik, wilayah ini adalah Atlantis, yang juga diduga sebagai Lanka dan Asgard. Dan legenda bangsa Norwegia menggambarkan Asgard sebagai tanah suci, tanah garapan dan ras perkasa. Dalam buku Du Chaillu berjudul 'Land of the Midnight Sun' disebutkan bahwa Gylfe, orang dari Asgard berkeliling untuk belajar dan menceritakan tentang Ragnarok, seperti Solon yang belajar dari para imam tentang kisah Atlantis.

Dalam kisah Bagaveda-Gita Krishna disebutkan bahwa Bumi ditutupi dengan bunga-bunga, pohon-pohon membungkuk yang buahnya ke bawah, ribuan hewan diatas daratan dan udara, gajah putih dibawah naungan raksasa hutan, dan Brahma merasa bahwa waktunya telah tiba untuk menciptakan manusia yang menghuni tempat ini. Brahma menciptakan manusia yang diberi nama Adima dan pendampingnya, Heva. Dikisahkan, keduanya hidup disebuah pulau yang disebut sebagai Pulau Ceylon. Dalam buku Jacolliet berjudul 'The Bible in India' disebutkan;  
Adima dan Heva tinggal selama beberapa waktu dalam kebahagiaan yang sempurna, tidak ada penderitaan mengganggu ketenangan mereka, mereka memiliki segalanya tapi melepaskannya dengan memetik buah paling lezat, tetapi pada akhirnya mereka membungkuk dan mengumpulkan beras dengan kualitas terbaik.

Suatu hari, pangeran Rakchasos (Raknaros, Ragnarok) datang dan menghancurgan surga yang telah dibangun. Adima dan Heva meninggalkan pulau, mereka lolos ke wilayah tak terbatas, mereka memasuki waktu terburuk dimana pohon, bunga, buah, burung, lenyap dalam sekejap ditengah-tengah suara gemuruh hebat. Pergantian waktu telah tiba, mereka berada di dunia yang serba kesulitan, kesedihan, kemiskinan, dan harus bekerja keras.
Jacolliot menuliskan bahwa Iroquois meyakini bahwa Joskeha menciptakan dunia baru setelah pertempuran hebat dengan Kegelapan, dia belajar dari kura-kura besar cara membuat api, dan mengajarkan seni kepada orang India. Dan dalam legenda pertempuran antara 'Putih' dan 'Hitam' berlangsung diwilayah timur, dekat laut besar.

Dalam legenda Aztec, orang-orang berdoa kepada Tuhan untuk mengumpulkan air bersama-sama dan memperbesar daratan, karena mereka hanya menghuni Taman kecil dan air yang terbuang, ini adalah sebuah pulau. Dalam legenda Arab, bencana digambarkan berada di barat pulau Arabia dan membutuhkan perjalanan selama 2,5 tahun untuk mencapainya, ini adalah tanah perunggu. Dalam legenda Hindu tentang pertempuran antara Rama, matahari, dan Rahwana, komet, kisah ini diceritakan berada di Pulau Lanka.

Orang-orang Guatemala mengklaim keturunan mereka dari dewi yang disebut At-tit (nenek) yang tinggal selama empat ratus tahun. Dewi ini pertama kali mengajarkan menyembah Allah dengan cara yang benar, tetapi kemudian mereka lupa. Dalam catatan yang tertulis di batu Meksiko menunjukkan bahwa matahari biasa disebut Tonatiuh, disebut-sebut sebagai Dewa Air Bah atau Atl-tona-ti-uh, atau At-onatiuh. Dalam legenda Peru, peradaban menceritakan bahwa mereka datang dari timur, setelah hidup didalam gua. Mereka mempertahankan hubungan selama beberapa waktu dengan nenek moyang mereka yang hidup dengan cara bertani.

Aditya, Adites, Dan Para Raja Adlantis


Raja Atlantis tampaknya telah dikelompokkan bersama para Dewa kuno yang disebut sebagai Aditya. Nama 'Ad-itya' sangat mirip dengan keyakinan orang-orang Semit, dewa 'Adites'. Bukti ini bisa ditemukan dari kisah para dewa yang dikelompokkan bersama sebagai Aditya, dewa yang paling kuno dalam mitologi Hindu. Mereka semua dewa cahaya atau dewa matahari, berjumlah dua belas dewa yang masing-masing memimpin dua belas bulan perhitungan tahun. Dewa ini disebut 'anak-anak Aditi' yang merupakan metallurgists pertama, Aditi bukan seorang dewi, dia sosok yang adil. 
Aditya lebih tinggi dari semua ketidaksempurnaan, mereka tidak tidur atau mengedipkan mata. Orang Yunani menganggap dewa mereka terjaga dan maha tahu, karakter mereka adalah kebenaran, mereka membenci dan menghukum yang bersalah, hal ini juga terlihat sama dengan ciri-ciri raja Atlantis.

Matahari kadang-kadang ditujukan sebagai Aditya, diantara Aditya juga ada Varuna setara dengan Uranos yang identifikasi sebagai Atlantis, dalam Veda Varuna disebut Dewa Laut. Aditya merupakan bentuk awal dan murni dari agama, sementara Himne ke dewa lainnya menyiratkan hidup, kekayaan, kekuasaan, sementara Aditya mendambakan kemurnian, pengampunan dosa, bebas dari rasa bersalah, dan pertobatan. Aditya, seperti Adites, sosok yang diidentifikasi dengan doktrin keabadian jiwa, Yama adalah dewa tempat tinggal setelah kematian. Dalam kisah Persia, dia muncul sebagai Yima, dan diceritakan sebagai penguasa zaman keemasan dan pendiri surga. Fakta ini mengisyaratkan bahwa legenda anak-anak Ad, Adites, Aditya, semuanya mengacu pada Ad-lantis (Atlantis).

Menurut George Smith, dalam catatan legenda Kasdim tentang penciptaan yang diuraikan dari tablet Babilonia, dijelaskan bahwa ada ras asli manusia pada awal sejarah Kasdim, ras gelap, Zalmat-qaqadi, yang disebut Ad-mi atau Ad-ami, mereka adalah ras yang telah jatuh dan berasal dari Sarku atau ras cahaya. Ras yang jatuh, mungkin mengacu pada kehancuran mereka ketika banjir besar datang sebagai akibat dari penurunan moral dan kemarahan sang Pencipta. Penyebutan Adam digunakan dalam legenda ini tetapi merujuk sebagai nama ras, bukan manusia.

Legenda tentang sepasang manusia turun ke dunia telah diceritakan mengacu pada wilayah yang berada disebuah pulau, diantara laut. Pulau ini adalah Atlantis yang disebut-sebut sebagai tanah Neptunus, Poseidon, dimana Neptunus berteriak minta ampun, juga terkait dengan Atlas, Raja atau Dewa Atlantis. Banyak orang berpendapat bahwa wilayah ini adalah Adlantis yang berada di barat Eropa dan Timur Amerika. Tetapi ada juga yang berkeyakinan bahwa Adlantis diambil berdasarkan nama manusia yang turun disebuah pulau, Adima dan Heva, sebuah pulau yang kini tenggelam kedasar Samudera Hindia. 


Referensi

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.