Ads Top

Bumi Mengalami Anomali Suhu Ekstrim Lebih Cepat


Selama ini ilmuwan menganggap bahwa suhu rata-rata bumi telah meningkat drastis, tetapi menurut para ahli geografi Indiana University mennganggap bahwa pola spasial anomali suhu ekstrim yang terjadi permukaan bumi lebih cepat daripada rata-rata. Menurut profesor Scott M Robeson, mereka memiliki dampak pada pasokan air, produktivitas pertanian dan faktor-faktor lain yang berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan manusia.

Rata-rata suhu tidak menunjukkan gejala perubahan iklim, tetapi suhu ekstrim dingin dan ekstrem hangat merupakan faktor yang paling penting bagi manusia. Studi ini diterbitkan dalam jurnal Geophysical Research Letters, melibatkan Cort J Willmott dari University of Delaware dan Phil Jones D dari University of East Anglia.

Anomali Suhu Ekstrim


Ilmuwan menganalisis catatan perubahan suhu ekstrim yang terjadi pada tahun 1881 hingga 2013 diperoleh dari HadCRUT4. Data ini mencakup daratan dan lautan yang disusun oleh University of East Anglia dan Met Office Inggris. Mereka menggunakan suhu rata-rata bulanan pada titik-titik diseluruh dunia, memilahnya menjadi spasial yang mewakili bagaimana tidak biasa berdasarkan ukuran geografis.
Analisis ini meliputi suhu dingin dan hangat meningkat lebih dari total keseluruhan suhu rata-rata di Bumi. Rekor selama 130 tahun, anomali dingin meningkat lebih tinggi daripada anomali hangat yang mengakibatkan penurunan keseluruhan suhu bumi. Dalam waktu 30 tahun terakhir pola berbalik, dimana anomali hangat meningkat pada tingkat yang lebih cepat daripada anomali dingin. Suhu bumi menjadi lebih homogen seiring waktu, tapi sekarang tidak.

Studi ini mencatat hasil yang terpisah di kutub Utara dan Selatan, dimana suhu ekstrim kutub Utara lebih tidak stabil. Dan massa tanah lebih sedikit di kutub Selatan sehingga mempengaruhi kompleksitas sistem cuaca. Penelitian ini juga meneliti anomali selama jeda pemanasan global, ilmuwan telah mengamati periode jeda sejak tahun 1998. Sementara saat ini periode tahun ke-16 merupakan waktu yang terlalu pendek untuk menyimpulkan tren pemanasan suhu ektrim. 

Anomali Suhu Ekstrim

Ilmuwan menemukan bahwa pemanasan global dilanjutkan disebagian besar wilayah planet terjadi selama beberapa tahun, tapi pemanasan yang diimbangi dengan pendinginan yang kuat dan selama berbulan-bulan musim dingin terjadi di belahan bumi utara. Jones mengatakan, bahwa penelitian ini memberi pengetahuan kepada ilmuwan pemahaman yang lebih baik tentang apa yang sedang terjadi dengan iklim bumi. Peningkatan pemahaman tentang pola perubahan spasial selama tiga periode dipelajari, dan dianggap sangat penting untuk memahami penyebab perubahan cuaca baru-baru ini.

Analisis ini mungkin tampak berlawanan dengan intuisi sebelumnya, bahwa pemanasan global akan disertai dengan cuaca musim dingin dibeberapa wilayah. Robeson mengatakan, pengamatan sejalan dengan teori tentang perubahan iklim yang berpendapat bahwa pemanasan diperkuat di wilayah Kutub Utara menghasilkan perubahan aliran arus. Hal ini tentunya mengakibatkan perpanjangan masa cuaca dingin dibeberapa wilayah yang terletak di lintang pertengahan utara.

Sementara itu, laju suhu ekstrim telah meningkat dalam 16 tahun terakhir, dan hal ini tidak berhenti. Bahkan organisasi Meteorologi Dunia mengumumkan bahwa bulan Desember 2014 merupakan salah satu jalur suhu terpanas, analisis ini dibandingkan dengan catatan suhu rata-rata global. Di Amerika Serikat, wilayah Timur telah mengalami suhu dingin dan bersalju dalam beberapa tahun terakhir. Tetapi wilayah Barat telah terjadi pemanasan luar biasa dan telah mengalami kekeringan. Apa yang terjadi dibeberapa lokasi tidak selalu mencerminkan kondisi seluruh permukaan bumi.

Referensi


Journal Ref: Trends in hemispheric warm and cold anomalies. Geophysical Research Letters, 2014; DOI: 10.1002/2014GL062323

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.