Ads Top

Pertama Kali, Astronom Temukan Badai Petir Di Lubang Hitam


Pertama kali, para astronom berhasil menemukan badai petir keluar dari lubang hitam, diikuti cahaya kilat bervariasi lebih kuat daripada sebelumnya dalam suatu objek Extragalaksi. Para ilmuwan memperkirakan adanya emisi yang dikaitkan dengan percepatan partikel pulsar seperti yang disebabkan medan listrik dicelah magnetosfer dasar semburan jet.

Jose Carlos Guirado mengatakan, penemuan ini sangat penting terkait keberhasilan perangkat canggih yang digunakan teleskop mampu menghasilkan data garis bujur yang berbeda dalam pengamatan gelombang sinar gamma dan gelombang radio. Kelompok peneliti internasional yang terdiri dari ilmuwan asal Observatorium Astronomic Universitat de Valencia, dimana hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science. Menurut astronom, penglihatan kali ini telah menjelaskan tentang fenomena sinar gamma yang sangat kuat terlihat disekitar galaksi IC-310.

Fenomena Petir Dari Lubang Hitam


Galaksi IC-310 berada di konstelasi Perseus, jaraknya sekitar 260 juta tahun cahaya dari Bumi. Astronom yang mencari tanda-tanda lubang hitam meyakini bahwa pusat galaksi memiliki lubang hitam supermasif. Di pusat galaksi IC-310 telah terjadi letusan sinar gamma yang kuat, fenomena ini terdeteksi teleskop MAGIC di pulau La Palma yang saat itu telah dilengkapi peralatan dari Eropa VLBI Jaringan (EVN).

European VLBI Network EVN merupakan kolaborasi beberapa negara Eropa, Cina, Afrika Selatan, Puerto Rico dan teleskop radio dari negara lain. Teleskop MAGIC terletak di Roque de los Muchachos, La Palma, terdiri dari dua teleskop berdiameter 17 meter yang mampu menerima energi sinar gamma kosmis antara 25 giga elektron volt dan 50 tera elektron volt. Sinar gamma kosmis ini menghasilkan pecahan partikel ketika memasuki atmosfer dan menghasilkan cahaya kebiruan yang disebut radiasi Cherenkov.

Galaksi IC-310 yang berada di konstelasi Perseo termasuk jenis galaksi aktif. Pada tahun 2009, observatorium Fermi dan teleskop MAGIC mendeteksi radiasi gamma di sekitar galaksi ini. Tentunya hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana mungkin variasi kilatan cahaya terjadi sangat cepat. Para astronom membuktikan bahwa lubang hitam di inti galaksi IC-310 berada dalam rotasi cepat dan dikelilingi sebuah magnet yang kuat. 

badai petir, lubang hitam

Astronom mencatat variasi kejutan radiasi yang berasal dari galaksi IC-310 pada skala waktu lima menit. Ketika lubang hitam beraksi, permukaan ruang waktu tidak bisa lepas dari lubang hitam dan bahkan massa menjadi lebih berat atau gaya tarik tiga kali lebih jauh dari jarak antara Bumi dan Matahari (450 juta kilometer). Menurut Eduardo Ros, seoarang peneliti dari Max Planck Institute, cahaya yang terpancar membutuhkan waktu 25 menit untuk mencapai titik aman keluar dari gaya tarik tersebut.
Objek tidak bisa mengubah kilatan cahaya ketika menembus waktu, sehingga ilmuwan berpendapat bahwa daerah sinar gamma berasal dari tempat lebih rendah, bahkan mungkin berasal dari dalam lubang hitam. Astronom telah berhasil mengamati galaksi IC-310, bahkan mendapatkan informasi lebih terinci tentang ukuran lubang hitam di pusat galaksi. Pengamatan teleskop MAGIC dan EVN menjelaskan mekanisme yang membentuk jet dan badai petir berasal dari lubang hitam.

Lubang hitam yang berada dipusat galaksi memiliki massa antara satu juta hingga beberapa miliar kali ukuran matahari. Objek mampu menghasilkan cahaya berkedip yang sangat besar diseluruh rentang spektrum elektromagnetik. Inti aktif yang berada di galaksi menghasilkan semburan jet, di mana materi yang dikeluarkan berkecepatan mendekati cahaya dan mengarak keluar galaksi. Para ilmuwan menggunakan metode radioastronomic untuk mendapatkan gambar semburan jet dengan detail unik.

Astronom meyakini daerah kutub lubang hitam terdapat medan listrik yang sangat besar. Medan listrik mampu mempercepat partikel dasar pada kecepatan relativis ketika berinteraksi dengan benda lain berenergi lebih rendah. Selain itu, medan magnet juga mampu menghasilkan sinar gamma berenergi tinggi, dimana proses ini mirip seperti badai petir disekiatr lubang hitam.

Setiap beberapa menit, medan magnet menghasilkan pelepasan listrik dan mempengaruhi wilayah tata surya Bima Sakti. Mungkin partikel yang terlihat seperti semburan jet terpancar pada kecepatan mendekati cahaya, dimana partikel akan dipercepat, berhenti, kemudian dipercepat kembali dan akhirnya berputar dibatas galaksi itu sendiri. Jika lubang hitam yang diamati berada pada energi tinggi (sinar gamma), maka akan diperoleh informasi unik pada wilayah yang dekat dengan lubang hitam. 

Referensi


Astronomers discover the first flashes of lightning from a black hole, 10 November 2014, by Asociación RUVID via Alpha Galileo.
Journal Ref: Black hole lightning due to particle acceleration at subhorizon scales. Science, 2014; DOI: 10.1126/science.1256183

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.