Ads Top


Partikel Subatomik Baru Baryon Berhasil Ditemukan

Baru-baru ini seorang fisikawan telah mengidentifikasi partikel yang dikenal sebagai Xi_b'- dan Xi_b * -, meskipun partikel memang sudah diperkirakan ada tetapi tidak ada yang menemukannya sampai sekarang. Partikel subatomik ini dianggap unik, dimana penemuan ini mengarah pada temuan dua partikel baryonik pernah ditemukan sebelumnya.

Steven Blusk, seorang profesor fisika College of Arts And Sciences, telah berhasil menemukan partikel subatomik yang dicari-cari selama ini, temuan ini juga mengarah pada penemuan dua partikel baryonik dan diharapkan berdampak besar pada penelitian dinamika quark. Penemuan ini berlangsung di Large Hadron Collider beauty (LHCb) eksperimen CERN di Jenewa, Swiss. Hasil temuan tertulis dalam sebuah makalah yang dipublikasikan dalam jurnal Physical Review Letters (American Physical Society, 2014).

Temuan Partikel Subatomik Baru Baryon


Sekitar 14 miliar tahun yang lalu alam semesta mulai terbentuk, materi dan anti-materi terbentuk. Tapi setelah satu detik terjadinya Big Bang, semua anti-materi menghilang. Dalam hal ini, percobaan LHCb dirancang untuk mengetahui kebenaran setelah Big Bang yang memungkinkan materi bertahan hidup dan membangun alam semesta.

Blusk termasuk tim peneliti Syracuse, Distinguished Professor of Physics Sheldon Stone, dimana saat ini dia bekerja di CERN. Dia dan timnya terlibat percobaan LHCb yang berusaha mengidentifikasi partikel subatomik baru, selain yang sudah dikenal dan dikode-kan dalam Model Standar.

Partikel Subatomik Baryon

Menurut Blusk, partikel yang telah ditemukan cukup unik, masing-masing berisi beuty [b] quark, strange [s] quark dan down [d] quark. Baryon merupakan partikel subatomik terdiri dari tiga quark yang terikat bersama gaya nuklir kuat. Dua baryon lainnya yang disebut proton dan neutron, akan bergabung dengan elektron untuk membentuk semua unsur yang dikenal dalam tabel periodik.

Materi Quark merupakan sebuah partikel dasar dan materi konstituen, dimana pada saat bergabung akan membentuk partikel komposit yang disebut Hadron, komponen atom yang paling stabil diantaranya adalah Proton dan Neutron. Quark tak pernah secara langsung ditemukan, materi baru hanya bisa diperoleh dalam Hadron, Baryon, dan Meson. Quark memiliki berbagai sifat intrinsik termasuk muatan listrik, massa, muatan warna dan spin. Quark satu-satunya partikel elementer dalam Model Standar partikel fisika untuk mengenali interaksi fundamental yang juga dikenal sebagai gaya dasar dalam elektromagnetisme, gravitasi, interaksi yang kuat, dan interaksi lemah.

Berbagai bentuk bangunan atau apapun yang kita kenal, termasuk mobil, planet, bintang dan makhluk hidup, terdiri dari materi quark dan elektron yang terikat kuat bersama kekuatan elektromagnetik. Dalam setiap partikel unik baru telah ditemukan massa, kira-kira enam kali lebih besar dari proton. Para ilmuwan yang menganalisa partikel subatomik ini memberi ukuran kelas berat 'b quark' dan momentum sudut partikel yang dikenal sebagai Spin.
Kondisi partikel subatomik menggambarkan bahwa Xi_b'-, dimana spin dari dua titik quark ringan dalam arah yang berlawanan. Sementara Xi_b * merupakan kondisi, mereka selaras. Perbedaan keduanya terlihat dimana Xi_b * - sedikit lebih berat. Massa Xi_b'- hampir sama dengan jumlah massa pembusukan. Jika sedikit lebih ringan, maka para ilmuwan tidak akan pernah menemukan partikel subatomik ini.

Penelitian Blusk dianggap mengacu pada teori Quantum Chromodynamics, sangat jelas menggambarkan interaksi quark. Dia dan rekannya telah mempelajari massa kedua partikel berikut tingkat produksi relatif, lebar dan meluruh. Fisikawan menganggap temuan ini sangat menarik diantara eksperimen yang pernah dilakukan di LHC. Sehingga ilmuwan mampu memisahkan sinyal yang kuat bersih dari background, sekaligus membuktikan sensitivitas dan ketepatan detektor LHCb.

Referensi


Physicist Helps Discover Subatomic Particles, 19 November 2014, by Syracuse University. 

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.