Ads Top


Ngarai Kuno 2,5 Juta Tahun Terkubur Di Tibet Selatan

Sekelompok ilmuwan telah menemukan sebuah ngarai kuno yang tertimbun disepanjang sungai Yarlung Tsangpo, Tibet Selatan, tepatnya dibagian utara timur Himalaya. Ahli geologi mengatakan, ngarai kuno berkedalaman ribuan meter berada ditempat tertentu dan memperlihatkan sifat umum yang dapat digunakan untuk menjelaskan bagaimana ngarai besar dan indah seperti Himalaya terbentuk sangat cepat dan curam.

Hipotesis ini juga mempengaruhi model yang telah digunakan ilmuwan selama 15 tahun terkahir yang disebut aneurysm tektonik. Tim ilmuwan menerbitkan hasil analisa dalam jurnal Science edisi November 2014. Pengangkatan yang cepat terlihat pada massif Namche Barwa, dipicu oleh goresan aliran sungai intens. Menurut hipotesis terdahulu (aneurysm tektonik), sungai tercipta melalui kerak bumi sehingga menyebabkan kerak memanas, menciptakan lembah pegunungan dan memfasilitasi peningkatan permukaan tanah.

Temuan Ngarai Kuno Tibet Selatan


Lembah merupakan wilayah bentang alam yang dikelilingi pegunungan atau perbukitan yang luasnya beberapa kilometer persegi hingga mencapai ribuan kilometer persegi. Lembah bisanya terbentuk dari beberapa proses geologis, lembah gletser umumnya berbentuk U dan terbentuk puluhan ribu tahun yang lalu akibat erosi gletser. Ngarai atau disebut canyon adalah sebuah lembah dalam bersisi terjal yang terbentuk akibat erosi aliran air sungai.

Menurut Jing liu-Zeng dan Dirk Scherler, bukti ini sangat mengejutkan ketika mereka menemukan tanda-tanda sebuah ngarai kuno di Tibet Selatan. Ketika pertama kali melihat data tersebut, para peneliti sangat takjub bahwa sungai telah memotong cekungan cukup dalam ke Dataran Tinggi Tibet di masa lalu. Para ahli geologi sangat tertarik menganalisa tektonik, mereka menggunakan peralatan GPS dan seismologi untuk mempelajari perubahan kerak bumi yang sedang berlangsung. Mereka tertarik untuk mempelajari perubahan yang terjadi jutaan tahun lalu, dan peralatan tersebut tidak berguna sama sekali. Dalam kasus ini, sungai menjadi sumber bukti utama karena didalamnya terdapat tanda-tanda geomorfik yang dapat digunakan ahli geologi. 

ngarai kuno tibet

Semua ini bertujuan untuk mempelajari tentang bagaimana sungai berinteraksi dengan tanah, sangat membantu untuk menjelaskan seberapa banyak tanah mengalami perubahan. Dalam penelitian bidang lempeng tektonik, ilmuwan dapat mengandalkan sungai sebagai sumber informasi perubahan tanah. Dalam hal ini mereka menggunakan jejak Paleocanyon yang pernah terukir oleh sungai. Dengan mengembalikan geometri dari bagian bawah ngarai kuno, ilmuwan bisa menjelaskan berapa lapisan yang bergerak naik dan sejak kapan mulai bergerak.

Pada tahun 2013, Jing Liu zeng, seorang insinyur sipil China mengumpulkan inti bumi melalui pengeboran dasar lembah di lima lokasi sepanjang sungai Yarlung Tsangpo. Liu-Zeng dan Scherler menganalisis data inti dan menemukan bahwa beberapa lokasi kaya sedimen berupa kerikil dan batu-batu besar yang berkaitan dengan aliran sungai dikedalaman 800 meter atau lebih. Titik catatan batuan dasar sangat jelas, menunjukkan bahwa sungai diukir dari dataran tinggi.

Dalam menentukan sejak kapan sungai beralih, mereka menganalisa goresan batuan dasar untuk menyimpan sedimen, mengukur dua isotop (berilium-10 dan aluminium-26) pada lapisan sedimen terendah. Isotop menunjukkan hasil batuan dan sedimen yang terkena sinar kosmik dipermukaan dimana tingkat kerusakan berbeda. Sehingga memungkinkan ahli geologi untuk menentukan bahwa Paleocanyon mulai terbentuk pada sedimen sekitar 2,5 juta tahun yang lalu.

Rekonstruksi ini membuktikan bahwa kemiringan sungai telah meningkat secara bertahap dari Gangga Plain ke Dataran Tinggi Tibet tanpa adanya perubahan mendadak atau Knickpoints. Saat ini sungai seperti pada ummnya yang memiliki knickpoint curam dimana semua itu memenuhi Himalaya, Namche Barwa. Wilayah ini terjadi ketika pegunungan terangkat sangat cepat, sekitar 1 sentimeter pertahun. Sedangkan didaerah lain berkisar5 milimeter pertahun dan aliran sungai menurun sekitar 2 kilometer, mengalir melalui Tsangpo Gorge atau dikenal sebagai Yarlung Tsangpo Grand Canyon.
Dengan menggabungkan data kedalaman, usia Paleocanyon, dan geometri lembah, para ahli geologi menduga bahwa sungai telah terbentuk sebelum 3 juta tahun yang lalu. Pada waktu itu wilayah ini tidak terpengaruh oleh Himalaya, tetapi lempeng India dan Eurasia terus bertabrakan dan pegunungan mendorong ke utara sehingga menimpa sungai. Kemudian sekitar 2,5 juta tahun yang lalu, bagian bawah mengangkat pegunungan dan membentuk aliran sungai, ngarai kuno, dan terisi sedimen. 

Semua ini terjadi ketika massif Namche Barwa mulai terangkat dan jurang terbentuk. Pada umumnya ahli geologi meyakini bahwa sungai berasal dari dataran tinggi, mengalir dari tepi dan perlahan-lahan membuat aliran dari waktu ke waktu. Tetapi sungai-sungai yang mengalir di Himalaya semua memiliki Knickpoints yang kuat dan belum terbukti berasal dari Dataran Tinggi Tibet. 

Referensi


Caltech Geologists Discover Ancient Buried Canyon in South Tibet, 20 November 2014, by California Institute of Technology. 
Journal Ref: Tectonic control of Yarlung Tsangpo Gorge revealed by a buried canyon in Southern Tibet. Science, 2014; 346 (6212): 978 DOI: 10.1126/science.1259041

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.