Ads Top

Letusan Kambrium Ungkap Perubahan Benua Laurentia 4 M Tahun Lalu


Analisis ini merupakan salah satu hipotesis yang menolak teori terdahulu, dimana sebuah bencana besar disertai ledakan evolusi kehidupan. Penelitian terbaru tentang sejarah geologi akhirnya memecahkan misteri peristiwa letusan Kambrium (Cambrian), diduga mempengaruhi kehidupan hewan yang terlihat pada fosil berusia 530 juta tahun yang lalu. 

Penelitian ini justru membingungkan, tidak seperti yang dijelaskan para ilmuwan sejak zaman Charles Darwin. Ian Dalziel, ilmuwan asal University of Texas menerbitkan makalah tentang peristiwa tektonik besar mungkin telah memicu kenaikan permukaan laut dan perubahan lingkungan yang disertai ledakan kehidupan. Penjelasan terperinci disebutkan dalam makalah yang terbit dalam jurnal Geological Society of America edisi November.

Perubahan Lingkungan Peristiwa Letusan Kambrium


Letusan Kambrium merupakan salah satu peristiwa yang paling signifikan dalam sejarah terjadi sekitar 4,5 miliar tahun lalu. Ilmuwan beranggapan bahwa gelombang evolusi menyebabkan kelahiran dihampir semua kelompok hewan modern secara tiba-tiba. Fosil yang dianalisa dari dokumen letusan Kambrium sangat cepat meng-evolusi kehidupan di Bumi, tetapi penyebabnya masih menjadi misteri. 

Sebagian besar organisme berbentuk sederhana dan terdiri dari sel individu yang terkadang berkelompok. Sekitar 70-80 juta tahun kemudian, evolusi mengalami percepatan dan keanekaragaman hidup mulai mirip dengan kehidupan sekarang. Peristiwa ini mengakibatkan munculnya perdebatan ilmiah, kemunculan fosil tampak cepat pada Strata Primordial, pertama kali dikemukakakn pada pertengahan abad ke-19. Charles Darwin menganggapnya sebagai salah satu hal yang bisa dipakai untuk meruntuhkan teori evolusi berdasarkan seleksi alam.

Kehidupan yang muncul secara tiba-tiba juga disebut Dilema Darwin, karena dianggap bertentangan dengan hipotesis Charles Darwin tentang evolusi bertahap melalui seleksi alam. Menurut Dalziel, pada batas antara periode Pra-Kambrium dan Kambrium telah terjadi bencana tektonik besar yang memicu penyebaran air laut dangkal ke seluruh benua. Hal ini jelas terkait dalam sejarah kehidupan multiseluler, spesis bercangkang keras.

Selama permukaan air laut naik, perubahan geologi dan geografis kuno mungkin telah menyebabkan penumpukan oksigen di atmosfer dan perubahan kimia laut. Danziel menegaskan, kemungkinan ada beberapa bentuk kehidupan yang lebih kompleks telah berkembang saat itu. Analisa ini merupakan yang pertama kali dalam hal mengintegrasikan bukti geologi yang terdapat di lima benua yaitu, Amerika Utara, Amerika Selatan, Afrika, Australia dan Antartika, sehingga mampu menjelaskan catatan sejarah Paleogeografi.

Usulan Dalziel dalam makalahnya menyebutkan, bahwa Amerika Utara masih bersatu dengan benua selatan hingga periode Kambrium. Rekonstruksi geografi dunia selama periode Kambrium awal menunjukkan bukti keberadaan benua kuno Laurentia, asal benua Amerika Utara, sebagaimana dalam sejarah geologi terpisahn dari Superbenua Gondwana
Tetapi sebaliknya, Dalziel menjelaskan perkembangan air laut mulai memasuki daerah antara Pasifik dan Iapetus (leluhur benua Atlantik), dimana lautan Laurentia terisolasi diperiode Kambrium Awal, secara geografis telah terjadi kenaikan permukaan laut global dan ledakan evolusi kehidupan.

lmuwan lain tidak menghubungkan bukti ini karena mereka tidak melihat semua fosil batu di benua masa kini. Misalnya catatan fosil batu di Antartika yang diduga berasal dari wilayah sangat terpencil di Ellsworth Mountains. Menurut Dalziel, Amerika Utara kuno awalnya menyatu dengan benua Antartika dan merupakan bagian dari Amerika Selatan, benua ini tidak menyatu ke Eropa dan Afrika, seperti yang telah dijelaskan dalam studi sebelumnya.

benua Laurentia

Dalam studi yang dijelaskan ilmuwan sebelumnya, mereka menganggap benua Laurentia (Amerika Utara) merupakan benua Craton besar yang membentuk inti geologi kuno, saat ini benua Amerika Utara. Laurentia dianggap sebagai benua yang terpisah seperti sekarang dalam bentuk Amerika Utara, meskipun awalnya juga termasuk daerah Cratonic Greenland, dan juga termasuk bagian barat laut Skotlandia yang dikenal sebagai Hebridean Terrane. 

Laurentia telah menjadi bagian dari benua yang lebih besar, dan superbenua ini terdiri dari beberapa wilayah kecil yang kemudian menyatu di periode Proterozoikum Awal. Benua kecil dan pulau-pulau di samudra bertabrakan, sehingga menyatu dengan benua Laurentia dan membentuk craton PraKambrium Craton, craton ini pada gilirannya disebut pegunungan Laurentia.

Analisis baru yang disebutkan Danziel menambah bukti adanya pergeseran tektonik besar yang disebabkan permukaan air laut naik sekitar lebih dari setengah miliar tahun lalu. Dia berharap bahwa penelitian lebih lanjut segera terlaksana untuk menentukan peristiwa paleogeografi, sehingga bisa menjelaskan kehidupan multisel pada peristiwa letusan Kambrium, seperti yang ditemukan dalam berbagai catatan fosil.

Referensi


Massive geographic change may have triggered explosion of animal life, 31 October 2014, by University of Texas at Austin via EurekAlert! 
Journal Ref: Cambrian transgression and radiation linked to an Iapetus-Pacific oceanic connection? Geology, 2014; DOI: 10.1130/G35886.1

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.