Ads Top

Penduduk Pulau Paskah, Rapa Nui Keturunan Polinesia


Dalam sejarah migrasi manusia mungkin telah menelusuri sekitar Pulau Paskah (Easter Island) hingga ke Amerika, bahkan jauh sebelum kedatangan komandan Belanda, Jakob Roggeveen, dengan pasukan dan armada kapal pada tahun 1722. Dalam hal ini, sebuah studi genom yang baru-baru ini terbir menyebutkan bahwa orang-orang Rapa Nui yang paling terisolasi kehidupannya di pulau-pulau terpencil memiliki kontak signifikan dengan penduduk asli Amerika, populasi ratusan tahun sebelumnya. 

Penemuan ini mengingatkan bahwa populasi manusia awal sangat luas mengeksplorasi permukaan bumi. Menurut versi teks sejarah peristiwa kolonisasi manusia, penempatan penduduk Amerika perlu dievaluasi kembali menggunakan data genom, kemungkinan telah menjelajah jauh diluar pulau asal mereka. Hasil studi ini diterbitkan dalam Current Biology edisi 23 Oktober, analisis genetik pertama untuk mencari rute eksplorasi Pacific awal antara Polinesia dan Amerika, perjalanan selama lebih dari 4000 kilometer.

Analisis Genom Rapa Nui, Suku Asli Pulau Paskah


Artikel kedua yang akan muncul dalam edisi yang sama di jurnal Current Biology dikeluarkan oleh Malaspinas bersama dengan Eske Willerslev dan rekan-rekan tim peneliti. Mereka memeriksa dua tengkorak manusia yang mewakili adat Botocudos dari Brasil, dimana ilmuwan menemukan jejak keturunan genom berasal dari Polinesia dan tidak mendeteksi komponen asli Amerika sama sekali.

Bukti arkeologis ini menyarankan, bahwa 30 sampai 100 orang Polinesia, wanita dan anak-anak pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Paskah. Mereka menggunakan dua perahu kano Polinesia atau lebih sekitar tahun 1200 Masehi, budaya ini kemudian dikenal sebagai Rapa Nui. Setelah menetap di pulau terpencil, Rapanui dikenal dengan pembangun batu raksasa lebih dari 900 patung, beberapa diantaranya berbobot 82 ton.

Botocudos Chief Brasil, penduduk pulau paskah, rapa nui

Bahkan orang-orang Polinesia mencapai pulau-pulau terdekat, beberapa petunjuk ditemukan adanya kontak dengan dunia yang lebih besar. Contohnya, temuan tanaman asli Amerika di Polinesia termasuk ubi jalar Andean, jauh sebelum pertama kali adanya kontak dengan penjelajah Eropa diwilayah Amerika. Analisis genome dari 27 penduduk asli Rapanui menegaskan kontak signifikan antara penduduk pulau Paskah dan penduduk asli Amerika, terkadang menegaskan jejak genom dimulai antara tahun 1300 dan 1500 Masehi. 
Populasi Rapa Nui mulai bercampur dengan orang Eropa beberapa generasi kemudian sekitar tahun 1850. Menurut data analisis, keturunan Rapa Nui saat ini memiliki 76 persen genom Polinesia, 8 persen genom penduduk asli Amerika, dan 16 persen genom Eropa.

Bukti baru tentang genom asli Rapa Nui menegaskan salah satu dari dua skenario, baik penduduk asli Amerika yang berlayar ke Rapa Nui atau Polinesia berlayar ke Amerika dan kembali. Ilmuwan mengatakan bahwa tampaknya lebih mungkin bahwa orang-orang Rapanui di pulau Paskah berhasil membuat rute perjalanan bolak-balik. Hal ini ditunjukkan dalam simulasi yang diungkap dalam studi sebelumnya, bahwa semua pelayaran yang sengaja menuju timur dari Rapa Nui akan selalu mencapai Amerika, dimana perjalanan berlangsung dari dua minggu hingga dua bulan. 

Sementara itu, perjalanan dari Amerika ke Rapa Nui jauh lebih menantang yang berdamapak cenderung gagal atau kehilangan tujuan. Perjalanan dari Amerika, Rapa Nui memang dianggap sebagai target kecil dan mungkin menjelaskan mengapa penjelajah Eropa butuh waktu lama menemukannya.

Referensi

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.