Ads Top


Nubuat Kitab Henokh, Kejahatan Lebih Hebat Setelah Banjir Nuh

Kitab Henokh merupakan sebuah karya agama Yahudi kuno, dianggap berasal dari tradisi Henokh, kakek buyut Nuh. Sarjanawan modern memperkirakan kitab ini merupakan bagian catatan tertua (Buku Para Pengawal) sekitar 300 SM, dan bagian terakhir (Kitab Perumpamaan) mungkin sampai akhir abad 1 SM. Henokh juga disebut Nabi Idris, salah seorang rasul yang pertama kali diberikan tugas untuk menyampaikan risalah kepada kaumnya, dia diberikan hak kenabian oleh Allah setelah Adam dan Syits.

Kitab Henokh bukan bagian dari Alkitab Canon, kebanyakan denominasi dan tradisi Kristen dapat menerima Kitab Henokh sebagai sejarah atau kepentingan teologis, umumnya menganggap kitab ini sebagai non-kanonik. Tetapi kitab ini dianggap kanonik oleh Ethiopian Orthodox Tewahedo Church dan  Eritrean Orthodox Tewahedo Church. Dalam tradisi Ethiopia menyatakan bahasa asli menggunakan Ge'ez, sedangkan sarjana non-Ethiopia cenderung menegaskan bahwa Kitab Henokh pertama kali ditulis dalam bahasa Aram atau Ibrani. Tidak ada versi Ibrani yang selamat, dan kitab ini diyakini ditulis Idris sebelum kedatangan banjir besar Nuh.

Nubuat Kitab Henokh Terjadi Setelah Banjir Besar


Dalam catatan yang tertulis dalam Kitab Henokh berisi beberapa risalah tentang kehidupan pada zaman itu dan sesudahnya. Kitab ini terdiri dari lima bagian berbeda yaitu Kitab Para Pengawal, Kitab Perumpamaan (Similitudes of Henokh), Kitab Benda Terang Surgawi (Kitab Astronomi), Penglihatan Mimpi (Kitab Mimpi), dan Surat Henokh. 

kitab henokh, Banjir Besar Nuh

Nubuat yang tertulis dalam Kitab Henokh tentang dunia, kehidupan manusia setelah banjir besar Nuh, kejahatan akan terjadi jauh lebih hebat dibanding pada zamannya. Teks ini tertulis dalam percakapan antara anaknya, Metusalah dan Henokh (Idris):

Dan setelah beberapa hari anakku, Metusalah, mengambil istri untuk anaknya Lamekh, dia hamil dan melahirkan seorang putra. Dan tubuhnya putih seperti salju dan merah bagai mawar mekar, rambut kepala yang panjang putih seperti bulu domba dan matanya yang indah. Ketika dia membuka matanya, seluruh rumah bersinar seperti matahari, dan seluruh rumah itu sangat cerah. Dan kemudian dia bangun dari tangan bidan, membuka mulutnya dan berbicara tentang kebenaran Tuhan. Ayahnya Lamekh takut padanya dan melarikan diri, dan datang kepada ayahnya Metusalah. 
Dia berkata kepadanya: "Aku punya anak aneh, berbeda dan tidak seperti manusia, dan menyerupai anak-anak Allah di surga; dan sifatnya berbeda dan dia tidak seperti kita, matanya bagai sinar matahari dan wajah-Nya mulia. Dan aku melihat, tampaknya dia tidak dari darahku tapi dari malaikat, aku takut bahwa pada hari-harinya suatu keajaiban akan muncul di bumi. Dan sekarang, ayahku, aku disini untuk mengajukan permohonan dan memohon kepadamu supaya engkau mendatangi Henokh, ayah kita, dan belajar darinya tentang kebenaran, tempat tinggalnya diantara para malaikat." 
Dan ketika Metusalah mendengar kata-kata anaknya, dia datang kepadaku sampai ke ujung bumi; karena dia telah mendengar bahwa aku ada di sana, dan dia berteriak keras, dan aku mendengar suaranya dan aku datang kepadanya. 
Dan aku (Henokh) berkata kepadanya: "Lihatlah, inilah aku, anakku, mengapa engkau datang kepadaku?
Dan dia (Metusalah) berkata: "Karena rasa cemas yang besar aku datang kepadamu, dan karena visi yang mengganggu aku mendekat. Dan sekarang ayahku, dengarkan aku: hingga Lamekh anakku memperoleh kelahiran seorang putra, tak ada yang sepertinya, sifatnya tidak seperti sifat manusia, dan warna tubuhnya lebih putih dari salju dan lebih merah dari mekarnya bunga mawar, rambut kepalanya lebih putih dari wol putih, dan matanya seperti sinar matahari, dan dia membuka matanya dan setelah itu menerangi seluruh rumah. Dia pun bangun dari tangan bidan, membuka mulutnya dan diberkati Tuhan pemilik surga. Dan ayahnya Lamekh ketakutan dan melarikan diri kepadaku, dan tidak percaya bahwa dia adalah cucuku, tetapi dia memiliki rupa malaikat surga; dan lihatlah aku telah datang kepadamu agar engkau memengetahui yang sebenarnya". 
Dan aku, Henokh, menjawab dan berkata kepadanya: 
"Tuhan akan melakukan hal yang baru di bumi, dan ini telah kulihat dalam visi, dan memberitahu kepadamu bahwa pada generasi ayahku, Jared, beberapa malaikat surga melanggar firman Tuhan. Dan lihatlah mereka melakukan dosa dan melanggar hukum, telah bersatu diri dengan perempuan dan melakukan dosa dengan mereka, dan telah menikah dengan beberapa wanita, serta telah melahirkan anak-anak keturunan mereka. Dan mereka akan mejadi raksasa di bumi tidak sesuai dengan roh, tetapi menurut daging, dan akan ada hukuman besar di bumi, dan bumi akan dibersihkan dari semua pencemaran. Ya,... akan datang suatu kehancuran besar atas seluruh bumi, dan akan ada banjir dan kehancuran besar selama satu tahun. Dan anak ini, yang telah dilahirkan bagimu akan hidup di bumi, ketiga anaknya akan diselamatkan bersamanya ketika semua umat manusia yang ada di bumi akan mati. Dan sekarang yakinkan pada anakmu Lamekh, bahwa orang yang telah lahir sebenarnya adalah anaknya, dan panggil namanya Nuh; karena dia akan diserahkan kepadamu, dia dan anak-anaknya akan diselamatkan dari kehancuran yang akan datang pada bumi atas segala dosa kejahatan, yang akan disempurnakan di bumi dalam hari-hari kehidupannya."
"Dan setelah itu akan datang kejahatan lebih daripada yang pertama kali dinikmati di bumi; karena aku tahu misteri yang suci; karena Dia, Tuhan,... telah menunjukkan dan memberitahuku, dan aku telah membaca naskah surgawi. Dan aku melihat tertulis pada mereka bahwa dari generasi ke generasi akan melanggar, sampai generasi kebenaran muncul, dan pelanggaran hancur dan dosa berlalu dari bumi, dan segala bentuk kebaikan yang datang atasnya. 
Dan sekarang, putraku, pergi dan beritahukan kepada anakmu, Lamekh, bahwa anak yang telah lahir sebenarnya adalah anaknya, dan bahwa (ini) bukan dusta."
Meskipun dikenal luas selama pengembangan Alkitab Ibrani Canon, isi kitab Henokh dikeluarkan dari Canon Tanakh dan Septuaginta, juga tulisan-tulisan yang dikenal sebagai Deuterocanon. Salah satu alasan penolakan Yahudi mungkin karena sifat tekstual dibeberapa bagian awal buku yang menggunakan isi dari Taurat. Misalnya 'En' adalah midrash Deuteronomy khususnya deskripsi rinci tentang 'malaikat yang jatuh' menjadi alasan penolakan Ibrani Canon pada periode ini . 
Penolakan ini digambarkan melalui komentar Trypho (Yahudi) ketika berdebat dengan Justin Martyr. Dalam dialog-79, Trypho menyebutkan; "Ucapan-ucapan Allah yang suci, tetapi eksposisi anda semata-mata tercipta, seperti biasa dari apa yang telah anda jelaskan; nay,... bahkan hujatan, bagi anda yang menegaskan bahwa malaikat berdosa dan memberontak kepada Allah.
Mungkin kita berfikir,... pada zaman nabi Nuh dan para nabi-nabi sebelumnya, kejahatan sangat mengancam kehidupan manusia, dimana raksasa yang disebutkan memangsa manusia, pembunuhan dan sikap tidak manusiawi terjadi dimana-mana. Tapi kita tidak menyadari bahwa kejahatan saat ini terjadi jauh lebih hebat dibandingkan pada zaman Nuh, seperti yang tertulis dalam nubuat Kitab Henokh. Dan suatu hal yang sangat mungkin, kita yang hidup saat ini akan menerima bencana jauh lebih besar daripada Banjir Nuh.

Referensi



Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.