Ads Top


Nenek Moyang Kanguru Berjalan Dengan Dua Kaki

Sekitar 100 ribu tahun lalu, Kanguru berwajah bulat mirip dengan kelinci, hewan ini berjalan seperti manusia umumnya, tidak melompat seperti yang terlihat saat ini. Christine Janis, salah seorang profesor ekologi dan evolusi biologi dari Brown University, berpendapat bahwa anggota Pleistosen dari keluarga kanguru Sthenurine yang sudah punah kemungkinan besar termasuk bipedal pejalan kaki. 

Hasil penelitian ini tertulis dalam sebuah makalah yang diterbitkan jurnal PLoS ONE edisi Oktober 2014. Makalah ini memberikan banyak contoh bagaimana anatomi sthenurines tidak sesuai untuk melompat, tapi berat tubuhnya sesuai untuk berdiri dengan satu kaki pada suatu waktu. Salah satu bukti terlihat pada pergelangan kaki sthenurines. Kanguru hampir selalu membebankan tubuhnya diatas kedua kaki, tapi sthenurines tidak demikian. 

Sthenurine, Nenek Moyang Kanguru


Penelitian ini berdasarkan analisis statistik dan biomekanik pada tulang fosil Sthenurines dan kanguru, mereka menganalisa hampir 100 pengukuran pada lebih dari 140 kerangka kanguru dari beberapa generasi dan spesies. Penyelidikan asal usul kanguru dimulai pada tahun 2005, dimana Janis (ahli anatomi hewan Australia) mengunjungi sebuah museum dengan seorang rekan. Dia melihat sebuah kerangka Sthenurine, kerangka ini kokoh daripada yang terlihat pada kanguru umumnya, tulang belakang lebih fleksibel. Apakah kanguru bergerak dengan cara yang sama seperti manusia modern?

Sthenurine, Nenek Moyang Kanguru

Pengukuran dan analisis statistik berikutnya, para ilmuwan menemukan beberapa alasan untuk berhipotesis. Stheneurines ukurannya tergolong besar seperti kanguru merah dan abu-abu modern. Statistik mencatat sifat tulang kaki belakang, sthenurines jelas terpisah dari jenis keluarganya yang melompat. Peneliti lain sudah mencatat perbedaan lain, sthenurines memiliki gigi untuk mengunyah makanan, misalnya mengunyah rumput seperti kanguru besar saat ini. Dari sudut pandang biomekanik, semua ukuran anatomi sthenurines tergolong spesies raksasa, dengan bobot tubuh sekitar 550 pon kemungkinan spesis ini sulit melompat.

Kanguru yang terlihat saat ini melompat cepat dan bergerak merangkak, tentunya tehnik ini memerlukan tulang belakang yang fleksibel, ekor kokoh, dan tangan yang dapat mendukung berat badan. Tetapi faktanya, Sthenurines tidak memiliki salah satu atribut yang disebutkan. Apakah salah satu sthenurines masih melompat untuk mendapatkan kecepatan cepat? Menurut Janis, bipedal ini berjalan dengan dua kaki, dugaan ini jauh lebih mungkin dan setidaknya modus penggerakannya berkecepatan lambat. Para peneliti menemukan beberapa bukti yang menunjukkan bahwa sthenurines lebih sesuai berdiri dengan dua kaki daripada kanguru yang masih ada saat ini. 

Sthenurines memiliki proporsional lebih besar pada pinggul dan sendi lutut. Sthenurines memiliki panggul yang luas memungkinkan otot gluteal, secara proporsional jauh lebih besar daripada kanguru lainnya. Otot memungkinkan untuk menyeimbangkan berat badan di satu kaki pada suatu waktu, seperti halnya manusia berjalan. Tangan sthenurines mendukung kanguru untuk merangkak, tapi bukan khusus untuk mencari makan. 

Ketergantungan kanguru pada kaki tidak efisien atau mampu melompat jarak jauh, hal ini menjelaskan mengapa sthenurines punah sekitar 30,000 tahun yang lalu. Mungkin nenek moyang kanguru telah berjuang menghindari manusia pemburu, atau mungkin tidak mampu untuk bermigrasi cukup jauh untuk menemukan makanan dimana iklim saat itu menjadi lebih kering.

Referensi


These Roos Were Made For Walking, Study Suggests, 15 October 2014, by Brown University. Journal Ref; Locomotion in Extinct Giant Kangaroos: Were Sthenurines Hop-Less Monsters? PLoS ONE, 2014 DOI: 10.1371/journal.pone.0109888

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.