Ads Top


Ameno-Ukifune, Kendaraan Anti Gravitasi Jepang Kuno

Tidak hanya di Mesir, Sumeria, Babilonia, bahkan Jepang juga memiliki cerita menarik tentang peradaban kuno. Dalam naskah kuno jepang, Dokumen Takenouchi menceritakan tentang keberadaan kenderaan anti gravitasi yang disebut Ameno-Ukifune dan digunakan Sumera-Mikoto untuk mengelilingi dunia selama puluhan tahun.

Artikel ini melengkapi uraian naskah kuno Jepang yang dietulis para dewa, Dokumen Takenouchi, yang telah dijelaskan dalam posting sebelumnya berjudul 'Dokumen Takenouchi, Misteri Naskah Kuno Jepang Ditulis Dewa' dan posting kedua 'Benarkah Alexander Agung, Adam, Musa Dan Isa, Pernah Kunjungi Jepang?'. Ulasan ini berdasarkan sebuah buku yang diterbitkan ulang oleh Wado Kosaka, sebuah naskah kuno yang menceritakan sejarah awal alam semesta hingga memasuki awal tahun Masehi. Sayangnya, Dokumen Takenouchi disita pemerintahan Jepang dan sampai saat ini keberadaannya masih misterius, sehingga tidak semua naskah selesai diterjemahkan.

Kendaraan Anti Gravitasi, Ameno-Ukifune


Sumera-Mikoto sering melakukan perjalanan keseluruh dunia, menggunakan kenderaan anti gravitasi yang disebut Ameno-Ukifune (kenderaan mengambang). Dokumen Takenouchi menyebut wilayah yang pernah disinggahi dan diberi nama Hane (angin). Banyak tempat di Jepang memiliki nama yang menyertakan kata Hane, bahkan saat ini salah satu bandara di Tokyo diberi nama Haneda.

Dokumen Takenouchi juga menyinggung piramida, baik struktur buatan manusia atau bukit manusia yang didirikan Sumera-Mikoto digunakan untuk berkomunikasi dengan para Dewa Surgawi. Teks menyebutkan pembangunan Hiramito (kuil) untuk menyambut kedatangan Dewa Matahari.
Ketika melewati masa ke-3 milar tahun pemerintahan Amehinomoto-hinohimi-Nushi Sumera-Mikoto, Sumera-Mikoto memerintahkan agar Ohunabara-norifunetsurishi, Ametoyonori-funetsukurishi, Amehitatsu-funeuetsushi-Nushi, untuk membuat kapal besar dan kecil. Delapan kapal besar dan enam belas kapal kecil dibangun untuk keliling dunia, Sumera-Mikoto sendiri naik Ameno-Ukifune dan mendarat di Zhentaing-Cina. Mereka mengunjungi Baoding dimana Dewa Banho menawarkan masakan Cina kepada Sumera-Mikoto, kemudian Sumera-Mikoto menunjuk dia menjadi Raja China. Dia juga menunjuk Raja masing-masing wilayah pada saat kunjungannya.
Rute perjalanan dunia yang pernah dilakukan oleh generasi ke-3, Amehinomoto hinohimi nushikami Sumera-Mikoto, tertulis dalam dokumen tersebut antara lain:

  • Cheng yang (dekat Nanking, Cina)
  • Baotin (dekat Peking dan Ten-shin, Cina)
  • Uenetia Italia (Venice, Italia)
  • Neneahoma pelabuhan Afrika (dekat Gennea Homa)
  • Melbourne, Australia
  • Rapurata, Amerika Selatan
  • Nitoaku, Amerika Utara Kanada (Ahioamakuri, tanah Kanashi)
  • Otsuki, tanah Hitachi, Jepang
  • Tenshin-Jinso-Isshin-gu di Toyama, (Kuil Dewa Surgawi dan Leluhur Manusia)
Ameno-Ukifune adalah salah satu elemen yang memungkinkan Sumera-Mikoto untuk memerintah seluruh dunia sendirian. Ameno-Ukifune memiliki empat bentuk kenderaan anti gravitasi berbeda yaitu disk, roket, kapal dan jet, digunakan tergantung pada tujuan. Lima ras manusia antusias menyambut Sumera-Mikoto saat mereka turun dari langit, seperti menyambut kedatangan Tuhan.

Ameno-Ukifune

Ameno-Ukifune adalah objek yang paling penting yang menunjukkan bahwa Sumera-Mikoto adalah keturunan langsung dari manusia, seperti Dewa dari Surga (Hidama). Sementara bentuk kenderaan anti gravitasi yang lebih praktis digunakan oleh pejabat pemerintah untuk menjalani tugas administrasi. Perjalanan kesemua bangsa berlangsung selama bertahun-tahun dan termasuk banyak menteri yang mendukung pemerintahan Sumera-Mikoto, dimana Jepang merupakan pusat kantor pemerintahan pada masa itu. 

Ketika Sumera-Mikoto keliling dunia dengan membawa beberapa menteri, Jepang kekurangan tenaga dan pertahanan melemah. Pada saat itu Jepang sedang mengalami masa transisi dan ketidakstabilan, begitupun Sumera-Mikoto terus berjalan tanpa merasa cemas. Jenis jet Ameno-Ukifune digunakan untuk kecepatan maksimal, dan selama keliling dunia beberapa model Ameno-Ukifune merapat ke kapal induk dan siap untuk digunakan. 

Referensi



Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.