Ads Top

Raja Richard III Tewas Setelah Menerima 11 Luka Serangan


Kerangka raja Inggris terakhir yang mati dalam pertempuran 500 tahun lalu, Raja Richard III, ditemukan dibawah tempat parkir mobil Leicester oleh arkeolog dari Universitas Leicester. Temuan kerangka Raja Richard diidentifikasi oleh tim ilmuwan dari berbagai disiplain ilmu pengetahuan. Menurut para ilmuwan kali ini berbeda dari analisis sebelumnya, Raja Richard III mengalami luka fatal dibagian kepala dan masih menggunakan armor baju zirah saat kematiannya.

Hasil penelitian ini diterbitkan dalam The Lancet, para ilmuwan menjelaskan bahwa kerangka Raja Richard III mengalami 11 luka berkelanjutan atau luka yang diderita ketika mendekati kematiannya. Diantaranya sembilan luka tengkorak tampak jelas terjadi pada saat pertempuran dan mungkin Raja Richard III menyingkirkan atau kehilangan penutup kepala (helmet), dan dua luka berada di luar tengkorak. 

Luka Kepala Sebabkan Raja Richard III Tewas


Penelitian kerangka Raja Richard III didanai oleh University of Leicester, bekerja sama dengan Leicester City Council dan Richard III Society, penggagas proyek ini adalah Philippa Langley dari Richard III Society. Tim pencitraan forensik bekerja sama dengan Unit Patologi Forensik dan Departemen Teknik Universitas Leicester. 

Dalam analisis ini, mereka menggunakan CT scan pada seluruh tubuh dan mikro-CT untuk pencitraan tulang yang terluka. Hal ini untuk menganalisis trauma pada kerangka berusia 500 tahun dan menentukan luka Raja Richard III mungkin terbukti fatal. Analisis ini juga menandai tanda-tanda adanya peralatan menusuk pada tulang, berguna untuk mengidentifikasi senjata abad pertengahan khususnya yang melukai tubuhnya.

Raja Richard III

Salah satu tim yang tergabung, Sarah Hainsworth, seorang profesor teknik material dari University of Leicester mengatakan bahwa luka Raja Richard III merupakan serangan berkelanjutan atau serangan beberapa penyerang dengan senjata dari periode akhir Abad Pertengahan. Luka pada tengkorak menjelaskan Raja Richard III tidak mengenakan helmet dan tidak ada luka defensif pada lengan dan tangan. 
Analisis ini menunjukkan bahwa Raja Richard III saat itu masih menggunakan armor-baju zirah pada saat kematiannya. Menurut Dr Jo Appleby dari Universitas Leicester, dia menduga bahwa luka selain tengkorak termasuk berpotensi fatal ke bagian panggul, mungkin saja luka ini ditimbulkan setelah kematian Raja Richard III. Dugaan ini atas dasar bahwa dia mengenakan armor jenis tertentu yang digunakan pada akhir abad ke-15 dan akan mencegah luka tersebut.

Profesor Guy Rutty mengatakan bahwa cedera yang paling mungkin menyebabkan kematian Raja Richard III termasuk dua aspek inferior tengkorak. Kekuatan senjata tajam berukuran besar menyebabkan luka, mungkin dari pedang atau tombak. Cedera kepala Richard sangat konsisten dengan beberapa catatan sejarah kontemporer yang menyatakan bahwa Raja Richard III meninggalkan kudanya setelah terjebak dalam lumpur dan tewas saat berperang melawan musuhnya. 

Catatan sejarah kematian Raja Richard III diedit oleh Tudors sekitar 200 tahun berikutnya. Setelah kematiannya, baju zirah dan senjata dilucuti dan diletakkan diatas kuda kemudian dibawa ke Leicester dimana bukti ini dipamerkan kepada publik. Menurut Hainsworth, luka di belakang tubuhnya (termasuk pantat) kemungkinan dibuat sebagai penghinaan terakhir bagi raja yang kalah.

Referensi


The Lancet: Scientists use modern forensic techniques to identify most likely cause of King Richard III’s death, 15 September 2014, by The Lancet via Alpha Galileo. Journal Ref: Perimortem trauma in King Richard III: a skeletal analysis. The Lancet, 2014. King Richard III, image courtesy of Wikimedia Commons.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.