Ads Top


Inilah Efek Letusan Gunung Berapi Misterius Tahun 1808

Letusan ini terjadi sebelum letusan gunung berapi Tambora tahun 1815 yang dampaknya menyebabkan perubahan iklim di seluruh dunia. Pada tahun 1816 letusan gunung berapi misterius ini diberi nama menarik seperti 'Eighteen-Hundred-and-Froze-to-Death', 'Year of the Beggar' dan 'Year Without a Summer', hal ini disebabkan karena curah salju, gagal panen dan kelaparan di seluruh Eropa dan Amerika Utara. Sebuah kondisi yang luar biasa dianggap telah mengilhami karya sastra seperti Byron berjudul 'Darkness' dan Mary Shelley Frankenstein.

Penelitian ini hasil kerjasama tim terpadu School of Earth Sciences dan mahasiswa PhD, Alvaro Guevara-Murua, Dr Caroline Williams, dari Department of Hispanic, Portugis dan Latin American Studies. Mereka mulai mencari arsip sejarah dan referensi letusan gunung berapi misterius tersebut. Hasil analisis ini diterbitkan dalam jurnal Climate of the Past Discussions edisi bulan September 2014.

Perubahan Cuaca Letusan Gunung Berapi Misterius


Kerusakan global yang terjadi pada tahun 1810 memasuki dekade terdingin dalam 500 tahun terakhir sejak enam tahun sebelum tahun itu dan disertai dengan letusan besar lain. Berbeda dengan letusan Tambora yang disebut letusan tak terduga tampaknya terjadi tanpa disadari, kedua lokasi dan kapan terjadinya masih menjadi misteri. Letusan gunung berapi misterius diakui pada 1990-an, berdasarkan analisis di Greenland dan es Antartika yang merekam peristiwa langka ketika ditemukannya aerosol vulkanik begitu keras akibat letusan gunung berapi yang mencapai stratosfer bumi.

Letusan Gunung Berapi misterius, Mayon

Menurut Dr Williams, dia menghabiskan waktu sebulan mencari arsip kolonial Spanyol tapi sia-sia. Sangat jelas letusan gunung berapi misterius tidak berada di Amerika Latin, kemudian beralih ke catatan ilmuwan Kolombia (Francisco Jose de Caldas) yang menjabat sebagai Direktur Observatorium Astronomi di Bogota antara tahun 1805 hingga 1810. Dari sini Williams menemukan arsip dan deskripsi tentang efek letusan gunung berapi misterius terjadi saat 'Eureka'. 

Pada Februari 1809, Caldas menulis tentang letusan gunung berapi misterius yang termasuk didalamnya pembahasan tentang konstanta, stratosfer atau awan transparan yang menghalangi cahaya matahari berlebihan di Bogota. Catatan ini menjelaskan perubahan cuaca telah terjadi pada 11 Desember 1808 dan terlihat di Kolombia. Dia memberi pengamatan rinci, misalnya bahwa warna api alami (matahari) telah berubah menjadi warna perak, banyak orang keliru menganggapnya bulan. Situasi ini diikuti cuaca yang sangat dingin, berbagai daratan tertutup es dan tanaman rusak akibat embun membeku.

Para ilmuwan terus menggali catatan pendek yang ditulis oleh dokter Jose Hipolito Unanue di Lima, Peru, dia menceritakan kondisi matahari mengalami efek atmosfer umum yang disebabkan oleh aerosol vulkanik di stratosfer pada waktu yang sama seperti yang diungkap Caldas. Catatan bersejarah ini memungkinkan para peneliti untuk memverifikasi bahwa efek atmosfer bumi akibat letusan gunung berapi misterius terlihat pada saat yang sama di kedua sisi khatulistiwa.
Kedua ilmuwan Amerika Latin yang hidup di abad ke-19 memberi pengamatan langsung pertama kali dalam sejarah yang dihubungkan dengan letusan gunung berapi misterius. Catatan yang menjelaskan tanggal letusan gunung berapi tertulis pada 4 Desember 1808.
Dr Erica Hendy juga mengatakan, mereka harus lebih menganalisis letusan gunung berapi misterius ini, misalnya dalam penentuan tanggal letusan dimana teknologi saat ini lebih mudah melacaknya dan mampu membuat pemodelan iklim gunung berapi. Selama beberapa dekade terakhir analisis letusan gunung berapi lebih akurat karena letusan menentukan bagaimana aerosol menyebar seluruh dunia dan bagaimana efek iklim yang dirasakan. 

Penelitian letusan gunung berapi misterius tak hanya menggali berbagai bidang penelitian, tetapi juga sejarah meteorologi abad ke-19 dan sejarah kolonial Spanyol, serta dibutuhkan presisi yang ketat untuk membenarkan penerjemahan kata-kata dari kedua ilmuwan 200 tahun yang lalu. Tetapi, mengapa hanya sedikit catatan sejarah ditemukan yang menjelaskan peristiwa penting dengan konsekuensi perubahan cuaca berjangkauan luas? Mungkin pada waktu itu lingkungan politik dikedua sisi Atlantik pada awal abad ke-19 memainkan peran penting dan menyita seluruh hasil analisis.

Dalam catatan sejarah, letusan gunung berapi misterius bertepatan dengan Perang Napoleon di Eropa, Perang Peninsula di Spanyol, dan perkembangan politik di Amerika Latin yang mengarah pada kemerdekaan dihampir semua kolonial Amerika Spanyol. Ada kemungkinan bahwa di Eropa dan Amerika Latin, perhatian setiap individu yang hidup pada waktu itu memberi catatan tidak biasa tentang efek meteorologi atau atmosfer. Tetapi mungkin saja waktu itu hanya membahas masalah militer dan politik saja, mengingat meletusnya Perang Dunia berkepanjangan.

Referensi


First eyewitness accounts of mystery volcanic eruption, 18 September 2014, by University of Bristol via EurekAlert!. Journal Ref: Observations of a stratospheric aerosol veil from a tropical volcanic eruption in December 1808: is this the "Unknown" ~1809 eruption? Climate of the Past Discussions, 2014. Pyroclastic flows at Mayon Volcano, image courtesy of Wikimedia Commons.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.