Ads Top


Ditemukan Papirus Kuno 'Perjamuan Terakhir' Berusia 1500 Tahun

Baru-baru ini, Dr Roberta Mazza dari University of Manchester - John Rylands Research Institute, telah menemukan dokumen tertua didunia berupa liturgi Kristen Ekaristi (Eucharist). Dokumen ini dianggap sebagai papirus kuno dari pemerintahan Roma Mesir yang berusia hampir 1500 tahun dan mengacu pada Perjamuan Terakhir (Last Supper) dan 'Manna dari Surga' periode Kristen awal, sekitar 300 tahun setelah kaisar Romawi Konstantin mengkonversi agama.

Papirus kuno ditulis dalam teks Yunani dan merupakan kombinasi asli ayat-ayat Alkitab termasuk Mazmur 78: 23-24 dan Matius 26: 28-30. Penemuan ini diperkenalkan Dr Mazza pada tanggal 4 September 2014 disebuah konfrensi di Manchester, UK dengan judul 'From Egypt to Manchester: Unravelling the John Rylands Papyrus Collection'.

Jimat Dari Fragmen Papirus Kuno Perjamuan Terakhir 


Perjamuan Terakhir merupakan kisah Kristen Awal dimana menceritakan hari pertama Festival Roti Tidak Beragi atau Paskah, Yesus menyuruh dua orang muridnya kedepan dengan petunjuk yang sangat spesifik untuk mempersiapkan perjamuan Paskah. Malam itu, Yesus duduk di meja dengan 12 murid untuk makan makanan terakhirnya sebelum disalib. Saat mereka makan bersama-sama, dia mengatakan kepada kedua belas bahwa salah satu dari mereka akan mengkhianatinya.

Papirus ini awalnya ditemukan di Mesir pada abad ke-19, dan saat ini tersimpan di John Rylands Library, Manchester. Teks ini menunjukkan bagaimana orang Kristen mengadopsi praktek Mesir kuno memakai jimat untuk melindungi pemakainya dari bahaya. Penulisan teks potongan papirus kuno dilanjutkan oleh orang-orang Kristen yang menggantikan doa-doa untuk dewa Mesir dan Yunani-Romawi dengan mengekstrak dari Alkitab.

Papirus Kuno Perjamuan Terakhir

Menurut Mazza, sampai hari ini orang-orang Kristen menggunakan ayat-ayat dari Alkitab sebagai jimat pelindung sehingga 'jimat' ini menandai awal dari tren penting dalam agama Kristen. Meskipun hampir tidak diketahui siapa pemiliknya, menurut arkeolog papirus kuno ini bisa saja dimiliki oleh penduduk dari desa terdekat Hermopolis (el-Ashmunein). 

Hermopolis terletak sebuah desa kecil bernama El Ashmunein (berasal dari Shmun), merupakan ibukota ke-15 (Hare) Nome di Mesir Hulu. Ketika zaman kuno, tempat ini merupakan salah satu kota Mesir besar yang dikenal sebagai Khmunu (Shmun). Nama Shmun mengacu pada delapan nenek moyang yang menciptakan anak pertama dan diyakini sebagai matahari yang terbit pertama kali di kota ini, pada akhirnya menciptakan dunia.

Papirus ini merupakan contoh yang sangat langka dikalangan Kristen dan Alkitab, dan berkat penemuan ini, arkeolog menduga pengetahuan tentang Alkitab lebih tertanam di Mesir pada abad ke-6 Masehi. Para peneliti juga menemukan bahwa papirus kuno tersebut ditulis dalam versi kertas daur ulang dengan menggunakan teknik-teknik pencitraan spektral. 

Huruf Samar dibalik kertas dianggap sebagai tanda terima untuk pembayaran pajak gandum yang disertifikasi oleh pemungut pajak dari desa Tertembuthis, pedesaan kota kuno Hermopolis (yang modern el-Ashmunein). Pembuat jimat akan memotong bagian jertas sebagai tanda terima, tertulis di sisi lain dan kemudian papirus kuno yang dilipat disimpan dalam kalung atau liontin. 

Referensi


From Egypt to Manchester: Unravelling the John Rylands Papyrus Collection, 04 September 2014, by The University of Manchester Library.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.