Ads Top

Ditemukan Lubang Misterius Di Atmosfer Venus


Bumi memang planet spesial, berbeda dari planet lain di sistem surya matahari, terutama perbedaan besar antara Bumi dan Venus. Penelitian baru kali ini menunjukkan bukti adanya lubang misterius raksasa bermuatan listrik di lapisan atmosfer Venus yang disebut ionosfer. Dalam pengamatan tersebut, lingkungan magnetik terlihat lebih rumit daripada perkiraan sebelumnya yang membantu ilmuwan lebih memahami planet Venus.

Glyn Collinson, seorang ilmuwan ruang angkasa di NASA Goddard Space Flight Center, menurutnya penelitian ini dimulai sejak ditemukannya misteri Venus pada tahun 1978. Hasil penelitian ini ini diterbitkan dalam Journal of Geophysical Research, makalah itu menuliskan analisa satelit Pioneer Venus Orbiter pindah ke orbit sekitar Venus dan menemukan sesuatu yang sangat aneh, dimana lubang di ionosfer planet Venus merupakan daerah dimana kepadatan melemah dan tak seorang ilmuwan pun melihat hal ini selama 30 tahun terakhir.

Lubang Misterius Atmosfer Planet Venus


Planet Venus dikenal dengan suasana yang terbuat dari karbon dioksida, permukaan kering serta tekanan begitu tinggi, sehingga benda apapun yang mendarat akan hancur dalam beberapa jam. Lubang misterius terlihat didalam ekor memberi petunjuk tambahan dalam memahami atmosfer Venus, bagaimana planet Venus berinteraksi dengan serangan konstan angin surya dan mungkin menuju ke inti planet.

Lubang Misterius, Atmosfer Venus

Venus Express diluncurkan pada tahun 2006 dan saat ini tengah mengorbit disekitar kutub Venus selama 24 jam. Orbit ini berada di ketinggian yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Pioneer Venus Orbiter, Collinson dan timnya tidak yakin apakah mereka akan menemukan lubang misterius. Pada ketinggian yang sama lubang misterius tetap terlihat, hal ini membuktikan bahwa lubang diperpanjang lebih jauh ke atmosfer. Lubang misterius ini lebih umum, Pioneer Venus Orbiter hanya melihat lubang pada saat aktivitas matahari meningkat atau dikenal sebagai solar maximum. Tetapi satelit Venus Express mampu menunjukkan lubang misterius juga terbentuk selama aktifitas matahari rendah.

Para ilmuwan berusaha menafsirkan apa yang terjadi pada ionosfer planet Venus, hal ini membutuhkan pemahaman bagaimana Venus berinteraksi dengan lingkungannya di ruang angkasa. Lingkungan ini didominasi oleh aliran bermuatan elektron dan proton dari gas dipanaskan (plasma) yang keluar dari matahari. Seperti angin surya, perjalanan plasma terbawa sepanjang medan magnet yang dapat mempengaruhi partikel bermuatan dan medan magnet lainnya sepanjang perjalanan menuju Venus. Seperti Bumi, dimana sebagian besar wilayah Bumi terlindungi dari radiasi melalui medan magnet yang kuat, tetapi Venus tidak memiliki perlindungan tersebut.
Venus memiliki ionosfer, dimana lapisan atmosfer penuh dengan partikel bermuatan. Lapisan ini dibombardir angin surya, akibatnya ionosfer terlihat seperti udara yang mengalir dan terbentuk batas tipis di depan planet serta diperpanjang seperti ekor komet, dimana lubang itu berada ditengahnya mirip seperti tabung. 
Venus Express dilengkapi peralatan untuk mengukur medan magnet tapi tidak begitu memadai. Ketika melintasi lubang misterius, lapisan ionosfer mengalami lonjakan kekuatan medan magnet, sementara partikel yang sangat dingin mengalir masuk dan keluar dari lubang, meskipun dengan kepadatan yang jauh lebih rendah daripada umumnya terlihat di ionosfer. Pengamatan Venus Express menunjukkan dua lubang di belakang Venus, menurut Collinson bahwa beberapa struktur magnetik mungkin akan menyebabkan partikel bermuatan akan ditekan di daerah-daerah tersebut.


Garis medan magnet dari matahari bergerak ke arah Venus seperti gelombang air mendekati mercusuar. Sisi jauh garis ini membungkus planet dan dapat menciptakan kekuatan magnet untuk menekan plasma keluar dari lubang misterius Venus. Dalam skenario ini, medan magnet berjalan tanpa hambatan langsung ke lapisan atas Venus. Pada akhirnya medan magnet menghantam mantel Venus yang berbatu, sama seperti di bumi. 

Fenomena yang sama tidak terjadi di bulan, dimana Bulan sebagian besar terdiri dari mantel dan memiliki sedikit atau bahkan tidak ada atmosfer sama sekali. Garis-garis medan magnet dari matahari menghantam mantel bulan dan kemudian menuju inti besi. Medan magnet dari matahari bearada di sekitar ionosfer, tetapi bertabrakan dengan plasma yang menumpuk di belakang planet Venus. Materi bermuatan berdesakan untuk mencari tempat sehingga menyebabkan penekanan magnet.

Peningkatan magnet akan mengalir keluar di kedua sisi ekor, seperti langsung masuk dan keluar dari sisi planet ini. Daerah-daerah peningkatan medan magnet bisa saja memaksa plasma keluar dan menciptakan lubang ionosfer yang panjang. Para ilmuwan akan terus menggali apa yang menyebabkan lubang misterius ini, mereka menciptakan satu teori atau hipotesis lain yang nantinya membantu ilmuwan dalam memahami planet Venus.

Referensi


NASA Research Helps Unravel Mysteries Of The Venusian Atmosphere, 11 September 2014, by NASA/Goddard Space Flight Center. 

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.