Ads Top


Air Di Bumi Lebih Tua Dari Matahari?

Selama ini, pengetahuan umum meyakini matahari lebih dahulu terbentuk sebelum air di Bumi. Bagaimana jika sebaliknya? Air sangat penting untuk kehidupan di Bumi dan juga penting untuk mengevaluasi kemungkinan adanya kehidupan di planet lain. Ilmuwan terus berusaha untuk mengidentifikasi sumber asli air di bumi, yang merupakan kunci untuk memahami bagaimana lingkungan mendorong kehidupan bisa terwujud, dan bagaimana mungkin air dapat ditemukan ditempat lain? 

Dalam penelitian tim ilmuwan Carnegie Conel Alexander, mereka menemukan fakta bahwa banyak air di sistem tata surya matahari mungkin berasal dari es yang terbentuk dalam ruang angkasa dan antar bintang. Hasil penelitian asal usul air di Bumi diterbitkan dalam jurnal Science edisi minggu ini.

Asal Usul Air Di Bumi Dari Es Antar Bintang


Tim ilmuwan yang dipimpin oleh L Ilsedore Cleeves dari University of Michigan memfokuskan analisis pada hidrogen dan isotop Deuterium yang lebih berat, yang berguna untuk membuka tabir sejarah tata surya. Isotop merupakan atom dengan unsur yang sama, memiliki jumlah proton yang sama tetapi jumlah neutron berbeda. Perbedaan kecil ditemukan pada massa diantara hasil isotop, termasuk perilaku atom selama reaksi kimia. Perbedaan ditemukan pada jumlah rasio hidrogen terhadap Deuterium dalam molekul air yang memberi petunjuk kepada para ilmuwan tentang kondisi dimana molekul terbentuk.

Asal Usul Air Di Bumi,  air bumi

Analisis ilmuwan dan studi sebelumnya menyebutkan bahwa air di Bumi juga ditemukan diseluruh tata surya matahari, bukan hanya di Bumi tetapi juga ditemukan pada komet es dan bulan. Begitu pula ditemukan pada cekungan gelap planet Merkurius, juga termasuk dalam sampel mineral dari meteorit, Bulan, dan Mars. Kuhususnya pada komet dan asteroid yang menjadi objek primitif, benda luar angkasa ini menyediakan bukti alami yang menceritakan kondisi awal terbentuknya tata surya matahari. Es yang terdapat pada material tersebut memberi petunjuk kepada ilmuwan tentang es yang mengelilingi Matahari setelah kelahirannya, asal usul yang belum terjawab sampai sekarang.
Kala itu, matahari dikelilingi piringan Protoplanet yang disebut Nebula Surya, tempat dimana planet-planet dilahirkan. Tapi bagi ilmuwan hipotesis itu tidak jelas, apakah es yang berada di disk berasal dari molekul awan antar bintang yang diciptakan matahari. Atau, apakah air antar bintang telah hancur dan kembali terbentuk akibat reaksi kimia yang terjadi pada nebula surya.
Menurut Alexander, jika air yang terbentuk di awal tata surya diwariskan dalam bentuk es antar bintang, maka kemungkinan bahwa es tersebut sama atau bersamaan dengan bahan organik yang mengandung prebiotik. Diketahui, prebiotik melimpah di sebagian besar atau sekitar disk Protoplanet yang membentuk bintang baru. Akan tetapi, jika air di Bumi pada awal terbentuknya tata surya sebagian besar merupakan hasil dari pengolahan kimia lokal selama kelahiran Matahari, maka kemungkinan kelimpahan air bervariasi dalam membentuk sistem planet. Hal ini jelas akan berimplikasi pada potensi munculnya kehidupan ditempat lain.

Para ilmuwan menjelaskan, air es memiliki rasio deuterium tinggi pada hidrogen karena suhu dimana atom ini terbentuk sangat rendah. Saat ini tidak diketahui berapa banyak pengayaan Deuterium telah hilang akibat proses kimia selama kelahiran Matahari, atau berapa banyak air es yang kaya Deuterium dihasilkan Tata Surya.

Dalam hal ini, tim ilmuwan membuat model yang mensimulasikan Disk Protoplanet, dimana semua Deuterium yang ada pada es ruang angkasa telah dieliminasi melalui proses kimia. Sistem ini menjelaskan dari awal terbentuknya tata surya untuk mendapatkan model es berisi Deuterium selama periode juta tahun. Pengujian ini untuk melihat apakah sistem bisa mencapai rasio Deuterium seperti yang ditemukan dalam hidrogen pada sampel meteorit, air laut bumi, dan komet yang pernah singgah ke bumi jutaan tahun lalu. 

Tetapi ilmuwan mengatakan bahwa hal itu tidak bisa menjelaskan lebih rinci, setidaknya beberapa volume air di tata surya matahari berasal dari ruang angkasa antar bintang dan awal kelahiran Matahari. Studi ini menjelaskan bahwa sebagian besar air di tata surya matahari merupakan unsur yang paling fundamental dalam mendorong kehidupan. Air di Bumi lebih tua dari Matahari, volume air di ruang angkasa berlimpah, es kaya organik yang terdapat pada antar bintang mungkin bisa ditemukan disemua sistem planet yang baru lahir.

Referensi


Earth’s Water is Older than the Sun, 25 September 2014, by Carnegie Institution. Journal Ref: The ancient heritage of water ice in the solar system. Science, 26 September 2014.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.